Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Peneliti China Rilis Baterai Solid State Terbaru, Isi Daya Cuma 3 Menit!

Peneliti China Rilis Baterai Solid State Terbaru, Isi Daya Cuma 3 Menit!
Ilustasi teknologi mobil (catl.com)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Peneliti dari Chinese Academy of Sciences berhasil mengembangkan baterai solid-state litium-metal dengan strategi pelunakan pelarut baru yang meningkatkan stabilitas antarmuka dan konduktivitas ionik.
  • Baterai ini mampu mempertahankan 81,9% kapasitas setelah 700 siklus pengisian cepat setara tiga menit, memiliki kepadatan energi 451,5 Wh/kg, serta lulus uji keamanan ekstrem tanpa ledakan.
  • Terobosan ini memicu persaingan global menuju baterai solid-state berkapasitas 400–500 Wh/kg pada 2026–2027, di tengah dominasi pasar LFP oleh CATL dan BYD di Tiongkok.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Dunia teknologi kendaraan listrik bersiap menyambut revolusi besar berkat penemuan terbaru dari Benua Asia. Tim peneliti dari lembaga ilmiah terkemuka di Tiongkok baru saja mengumumkan keberhasilan mereka dalam mengembangkan baterai solid-state litium-metal dengan kemampuan luar biasa.

Inovasi ini digadang-gadang akan menjadi jawaban atas masalah terbesar kendaraan listrik saat ini, yaitu durasi pengisian daya yang lama. Melalui terobosan terbaru, baterai masa depan ini mampu menawarkan densitas energi yang sangat tinggi sekaligus kecepatan pengisian daya yang setara dengan durasi pengisian bensin di SPBU.

1. Mengatasi keterbatasan elektrolit polimer konvensional lewat strategi pelunakan

Ilustrasi CATL. (catl.com)
Ilustrasi CATL. (catl.com)

Penelitian mutakhir ini berfokus pada pengembangan elektrolit polimer berbasis polyvinylidene fluoride (PVDF), sebuah material yang sangat potensial untuk baterai solid-state karena stabilitas oksidasi serta konduktivitas ioniknya yang tinggi. Namun, bahan pelunak (plasticiser) konvensional pada PVDF biasanya memiliki stabilitas elektrokimia yang buruk, sehingga memicu pembusukan terus-menerus pada antarmuka elektroda.

Berdasarkan laporan jurnalis Adrian Leung dari carnewschina.com, tim peneliti dari Institute of Metal Research di bawah Chinese Academy of Sciences berhasil mengatasi kendala krusial tersebut. Mereka menerapkan strategi "pelunakan pelarut yang menyatukan" (compatibilizing-solvent plasticization). Metode ini memasukkan pelarut khusus yang menguap saat pembentukan lapisan, sehingga bahan pelunak terkunci di dalam jaringan polimer. Melalui publikasi ilmiah resmi, para peneliti menyatakan, "Pendekatan ini berhasil memicu pembentukan lapisan antarmuka kaya litium fluorida yang stabil sekaligus mengurangi reaksi samping pada kedua elektroda secara signifikan."

2. Bertahan hingga 700 siklus dengan kecepatan pengisian daya super ekstrem

ilustrasi stasiun pengisian baterai mobil listrik (pexels.com/philippe weickmann)
ilustrasi stasiun pengisian baterai mobil listrik (pexels.com/philippe weickmann)

Keunggulan utama dari sel baterai kantong (pouch cell) ini adalah performanya yang tetap stabil meski dipaksa bekerja di bawah kondisi pengisian daya super cepat (tingkat 20C). Ketika dipasangkan dengan katoda tinggi nikel 4,7V, baterai ini mampu mempertahankan 81,9% kapasitasnya setelah melalui 700 siklus pengisian daya cepat. Kecepatan 20C ini secara teoritis setara dengan siklus pengisian dan pengosongan daya penuh hanya dalam kurun waktu sekitar tiga menit.

Tidak hanya unggul dalam kecepatan, baterai eksperimental berkapasitas tingkat ampere-jam ini juga berhasil menorehkan angka kepadatan energi sebesar 451,5 Wh/kg. Angka tersebut melompat jauh mengungguli kepadatan energi baterai komersial lithium iron phosphate (LFP) saat ini yang rata-rata masih berkisar di angka 200 Wh/kg. Hebatnya lagi, sel baterai ini telah lulus uji tusuk paku (nail-penetration test) tanpa mengalami ledakan, yang menunjukkan tingkat keamanan intrinsik yang sangat tinggi untuk penggunaan harian.

3. Persaingan ketat pabrikan global menuju ambisi densitas 500 Wh/kg

Ilustrasi CATL. (catl.com)
Ilustrasi CATL. (catl.com)

Penemuan dari Chinese Academy of Sciences ini semakin membakar ambisi korporasi baterai besar lainnya untuk segera mengomersialkan baterai solid-state kelas 400 hingga 500 Wh/kg antara tahun 2026 hingga 2027. Perusahaan seperti Ganfeng Lithium melaporkan bahwa produk 500 Wh/kg milik mereka sudah memasuki tahap produksi skala kecil, sementara raksasa CATL juga tengah melakukan uji coba produksi untuk sel baterai solid-state dengan densitas serupa.

Meskipun riset baterai solid-state terus dipercepat, pasar kendaraan listrik saat ini nyatanya masih didominasi kuat oleh kimia baterai jenis LFP. Di pasar domestik Tiongkok, CATL tetap mengukuhkan diri sebagai raja pemasok baterai LFP terbesar dengan total instalasi mencapai 19,53 GWh (pangsa pasar 38,9%), diikuti oleh BYD di posisi kedua dengan kapasitas 10,49 GWh (pangsa pasar 20,9%). Tren pertumbuhan positif juga dicatatkan oleh beberapa pemasok menengah seperti Yinpai Battery yang mengalami lonjakan pertumbuhan tahunan secara masif hingga mencapai 109,3%.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More