Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penjualan BYD Melonjak Hampir Dua Kali Lipat di Jepang
ilustrasi BYD M6 (byd.com)
  • BYD mencatat lonjakan penjualan hampir dua kali lipat di Jepang pada Maret 2026, dengan total 625 unit terdaftar dan peningkatan lebih dari 100 persen sepanjang kuartal pertama tahun itu.
  • Meskipun tumbuh pesat, BYD baru menguasai sekitar 3,7 persen pasar kendaraan energi baru Jepang dan menghadapi tantangan akibat pemangkasan subsidi pemerintah terhadap mobil listrik.
  • BYD memperkuat ekspansi globalnya dengan lima model di Jepang serta rencana peluncuran mobil listrik kompak Racco, sementara penjualan luar negeri kini menyumbang lebih dari separuh total pengiriman global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, terus menunjukkan taringnya di panggung internasional dengan mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan di pasar Jepang. Di tengah persaingan domestik yang kian memanas di China, perusahaan yang berbasis di Shenzhen ini berhasil mengamankan posisi kuat dengan hampir melipatgandakan angka penjualannya di Negeri Sakura pada periode Maret 2026.

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi BYD dalam upaya mencapai target ambisius mereka di pasar global. Meski Jepang dikenal sebagai pasar yang cukup sulit ditembus oleh merek asing, penetrasi teknologi kendaraan energi baru (NEV) milik BYD mulai menunjukkan hasil nyata yang dapat mengubah peta persaingan otomotif di kawasan Asia Timur.

1. Lonjakan pertumbuhan dan performa kuartal pertama

ilustrasi BYD M6 (byd.com)

Berdasarkan data registrasi terbaru dari Japan Automobile Importers Association (JAIA) yang dikutip melalui laman carnewschina.com, BYD mencatatkan registrasi sebanyak 625 kendaraan di Jepang sepanjang Maret 2026. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 91,1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana perusahaan hanya menyerahkan 327 unit kendaraan.

Lebih jauh lagi, jika melihat performa sepanjang kuartal pertama tahun 2026, BYD telah mengirimkan total 1.142 mobil, yang mencakup model listrik berbasis baterai (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV). Pencapaian ini menandakan kenaikan lebih dari 100 persen secara tahunan. Strategi BYD untuk memperluas jangkauan ke luar negeri tampaknya membuahkan hasil, mengingat ekspor kini menjadi prioritas utama guna menyeimbangkan penurunan subsidi di pasar domestik China.

2. Tantangan kebijakan subsidi dan pangsa pasar NEV

BYD Seal (byd.com)

Meskipun pertumbuhannya terlihat sangat masif secara persentase, BYD sebenarnya masih menghadapi jalan terjal di Jepang. Pada Maret 2026, total penjualan mobil di Jepang mencapai 407.564 unit, namun pangsa mobil energi baru hanya menyumbang sekitar 4,15 persen atau sebanyak 16.924 unit. Dalam konteks ini, BYD saat ini baru menguasai sekitar 3,7 persen dari total pasar NEV di Jepang.

Tantangan semakin berat dengan adanya penyesuaian kebijakan subsidi pemerintah Jepang terhadap kendaraan energi baru. Subsidi per kendaraan mengalami penurunan tajam dari kisaran 350.000–400.000 yen menjadi hanya 150.000 yen. Hal ini tentu memaksa BYD untuk bekerja lebih keras dalam meningkatkan daya tarik produknya tanpa ketergantungan penuh pada insentif fiskal, demi mengejar target penjualan tahunan sebesar 10.000 unit di pasar tersebut.

3. Ekspansi lini produk dan dominasi pasar ekspor

interior BYD Sealion 7 (byd.com)

BYD saat ini telah memasarkan lima model unggulan di Jepang, yang terdiri dari empat mobil listrik murni (Sealion 7, Atto 3, Dolphin, dan Seal) serta satu model PHEV yaitu Sealion 6. Untuk memperkuat posisinya, BYD berencana meluncurkan mobil kota listrik bernama "Racco" pada musim panas mendatang. Mobil kompak ini diperkirakan akan dibanderol dengan harga yang sangat kompetitif, yakni sekitar 2,5 juta yen atau setara dengan Rp269,6 juta.

Secara global, BYD menunjukkan pergeseran fokus yang sangat jelas. Dari total penjualan 688.939 mobil secara global, pengiriman luar negeri kini menyumbang lebih dari 50 persen. Perbandingan data menunjukkan bahwa pasar internasional menjadi kunci utama pertumbuhan perusahaan. Setiap pasar luar negeri, termasuk Jepang, memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi BYD untuk mengompensasi persaingan ketat dan penghapusan bertahap subsidi di negara asalnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Topics

Editorial Team