Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penyebab Putaran Mesin Motor Tiba-tiba Naik padahal Gak Digas

Penyebab Putaran Mesin Motor Tiba-tiba Naik padahal Gak Digas
ilustrasi knalpot motor (pexels.com/Gera Cejas)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Lonjakan RPM tanpa digas bisa disebabkan kebocoran udara pada intake manifold, membuat campuran bahan bakar terlalu miskin dan sistem menaikkan putaran mesin untuk menyeimbangkan udara berlebih.
  • Kerusakan atau kotoran pada idle air control valve (IACV) dapat membuat katup stasioner tersangkut terbuka, sehingga aliran udara tetap besar dan RPM naik meski gas tidak diputar.
  • Kabel gas yang macet akibat karat atau kurang pelumas bisa menahan katup kupu-kupu tetap terbuka sebagian, menyebabkan mesin terus berputar tinggi walau tuas gas sudah dilepas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Mengalami situasi di mana putaran mesin atau revolutions per minute (RPM) sepeda motor tiba-tiba melonjak naik dengan sendirinya tentu dapat menimbulkan kepanikan. Fenomena mesin yang "mengaung" keras padahal tuas gas tidak sedang diputar sama sekali sering disebut dengan istilah gas nyangkut atau RPM menggantung. Masalah ini tidak hanya membuat konsumsi bahan bakar menjadi boros dan mesin cepat panas, tetapi juga sangat berbahaya bagi keselamatan berkendara karena motor bisa melaju tanpa kendali. Terjadinya lonjakan RPM secara mendadak ini umumnya disebabkan oleh adanya gangguan pada pasokan udara atau malfungsi pada komponen pengatur stasioner mesin.

1. Kebocoran udara pada manifol saluran masuk bahan bakar

ilustrasi knalpot motor (freepik.com/arthur)
ilustrasi knalpot motor (freepik.com/arthur)

Penyebab paling sering yang membuat putaran mesin motor melonjak tanpa kendali adalah terjadinya kebocoran udara pada bagian manifol masuk (intake manifold). Komponen ini merupakan pipa yang menghubungkan antara karburator atau throttle body dengan blok silinder mesin. Jika karet manifol mengalami keretakan akibat faktor usia, atau baut pengikatnya melonggar, maka udara luar akan tersedot masuk ke dalam ruang bakar tanpa melewati penyaringan dan pengaturan katup gas.

Masuknya udara tambahan secara liar ini membuat campuran bahan bakar menjadi terlalu miskin. Komputer mesin atau sistem karburator akan merespons kondisi tersebut dengan menaikkan putaran mesin secara drastis untuk menyeimbangkan pasokan udara yang berlebih.

2. Kerusakan atau kotoran pada komponen pengatur stasioner otomatis

ilustrasi knalpot motor (pexels.com/Javier Aguilera)
ilustrasi knalpot motor (pexels.com/Javier Aguilera)

Pada sepeda motor modern yang sudah mengadopsi sistem injeksi, pengaturan putaran mesin saat kondisi tanpa gas (idle) dikontrol secara elektronik oleh komponen bernama idle air control valve (IACV) atau stepper motor. Komponen ini bekerja membuka dan menutup saluran udara kecil saat tuas gas ditutup agar mesin tidak mati. Seiring berjalannya waktu, sisa uap oli dan debu halus dapat menumpuk di dalam saluran udara tersebut dan mengotori sensor stasioner.

Jika katup IACV tersangkut dalam posisi terbuka akibat tumpukan kerak kotoran atau mengalami kerusakan magnetik, aliran udara yang masuk ke ruang bakar akan tetap besar, sehingga memicu putaran mesin terus meninggi meskipun tangan tidak menyentuh tuas gas.

3. Masalah mekanis pada kabel gas dan posisi katup kupu-kupu

ilustrasi mesin motor (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi mesin motor (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Selain faktor kebocoran udara dan sensor elektronik, kendala mekanis pada jalur penarik gas juga menjadi biang keladi yang tidak boleh diabaikan. Kabel gas yang jarang diberi pelumas dapat mengalami korosi atau serat kawat di dalamnya mulai putus, sehingga menyebabkan kawat tersangkut di dalam selongsong kabel. Kondisi ini membuat kabel gas tidak dapat kembali ke posisi semula secara sempurna saat tuas gas dilepas.

Akibatnya, katup kupu-kupu (throttle valve) di dalam karburator atau throttle body tetap berada dalam posisi sedikit terbuka. Mesin pun akan membaca posisi ini sebagai instruksi untuk tetap mengalirkan bahan bakar dan udara, yang berujung pada putaran mesin yang terus meninggi secara konstan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More