Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi CATL. (catl.com)
  • Enam produsen baterai China menguasai 56,4% pasar kendaraan listrik luar negeri pada Januari-September 2026, dengan pemasangan 426,7 GWh yang tumbuh 24,7% secara tahunan.
  • CATL memimpin dengan 143,7 GWh dan pangsa 33,7%, sementara BYD mencapai 45,9 GWh; Eve Energy mencatat pertumbuhan tertinggi, 214,6%.
  • Pangsa gabungan LG Energy Solution, SK On, dan Samsung SDI turun menjadi 26,5%, sementara Panasonic mencatat pangsa 8,4% di tengah tekanan persaingan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dominasi China dalam industri kendaraan listrik global semakin sulit dibendung. Tidak hanya menguasai pasar mobil listrik melalui merek seperti BYD, Geely, dan Chery, perusahaan asal Negeri Tirai Bambu juga semakin kuat dalam bisnis produksi baterai. Komponen ini merupakan salah satu bagian terpenting kendaraan listrik sekaligus penentu daya saing industri otomotif masa depan.

Data terbaru menunjukkan enam produsen baterai China berhasil menguasai 56,4 persen pasar baterai kendaraan listrik di luar China selama Januari hingga September 2026. Pencapaian ini memperlihatkan bahwa pemasok baterai China semakin agresif memperluas pengaruhnya di pasar internasional, sementara sejumlah pesaing dari Korea Selatan dan Jepang justru mengalami penurunan pangsa pasar.

1. Enam produsen China kuasai lebih dari separuh pasar

Ilustrasi CATL. (catl.com)

Dikutip dari Carnewschina.com, berdasarkan data perusahaan riset Korea Selatan, SNE Research, total pemasangan baterai kendaraan listrik dari produsen China di pasar luar negeri mencapai 426,7 GWh selama sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat 24,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini bahkan melampaui kenaikan pasar global yang tercatat sebesar 19,7 persen.

Enam perusahaan yang menjadi penggerak utama adalah CATL, BYD, Gotion High-Tech, Svolt, CALB, dan Eve Energy. Secara kolektif, mereka menguasai 56,4 persen pasar baterai kendaraan listrik di luar China. Pangsa tersebut meningkat lebih dari 13 poin persentase dibandingkan periode Januari-September 2025. Artinya, lebih dari separuh baterai kendaraan listrik yang dipasang di pasar internasional kini berasal dari perusahaan China.

2. CATL dan BYD masih menjadi pemain utama

Ilustrasi CATL. (catl.com)

CATL mempertahankan posisinya sebagai pemasok baterai terbesar di pasar luar negeri. Perusahaan yang bermarkas di Ningde tersebut mencatat pemasangan baterai sebanyak 143,7 GWh selama Januari-September 2026. Jumlah itu meningkat 46,7 persen secara tahunan dan memberikan pangsa pasar sebesar 33,7 persen. CATL juga mulai memperkuat rantai pasok Eropa melalui dimulainya produksi percobaan di pabrik Hungaria.

Sementara itu, BYD menempati posisi ketiga dengan volume pemasangan baterai mencapai 45,9 GWh. Angka tersebut melonjak 66,8 persen dibandingkan periode sebelumnya, sehingga pangsa pasarnya mencapai 10,8 persen. Pertumbuhan BYD berkaitan erat dengan ekspor kendaraan listrik buatannya yang meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain kedua perusahaan besar tersebut, Eve Energy mencatat pertumbuhan paling tinggi di antara sepuluh pemasok teratas, yakni 214,6 persen dengan volume 9,5 GWh.

3. Produsen Korea Selatan dan Jepang mulai kehilangan pangsa

ilustrasi mengemudi mobil listrik (pexels.com/I'm Zion)

Di sisi lain, tiga produsen baterai besar Korea Selatan, yakni LG Energy Solution, SK On, dan Samsung SDI, justru mengalami penurunan pangsa pasar gabungan. Pangsa mereka di pasar luar China turun dari 38,2 persen menjadi 26,5 persen. Total pemasangan baterainya juga menyusut 13,5 persen menjadi 113 GWh. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi melemahnya pasar Amerika Utara.

Produsen Jepang, Panasonic, juga menghadapi tekanan serupa. Perusahaan yang selama ini memiliki ketergantungan besar pada Tesla tersebut mencatat pemasangan baterai sebesar 35,6 GWh dengan pangsa pasar 8,4 persen. Perubahan peta persaingan ini menunjukkan semakin kuatnya posisi produsen China dalam rantai pasok kendaraan listrik dunia. Jika tren pertumbuhan berlanjut, perusahaan China berpotensi semakin menentukan arah perkembangan industri baterai global dalam beberapa tahun mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article