Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Respon BYD Indonesia Atas Keluhan Akbar Faizal Soal BYD Seal Miliknya
Test drive BYD Seal di sentul (IDN Times/Fadhliansyah)
  • Akbar Faizal mengeluhkan mobil listrik BYD Seal miliknya yang mengalami gangguan teknis sejak awal pembelian, termasuk kondisi tidak stabil saat dikendarai dan lambatnya proses penanganan di jaringan resmi.
  • Perbaikan di bengkel rekomendasi dinilai tidak tuntas dan justru memperburuk kondisi mobil, sementara koordinasi antara dealer, leasing, asuransi, dan bengkel disebut lemah hingga membuat penyelesaian berlarut-larut.
  • BYD Indonesia menyatakan sedang mengumpulkan data lengkap serta meminta diler berkomunikasi cepat dengan pihak terkait untuk memastikan kejelasan informasi dan penanganan keluhan konsumen secara tepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Masalah layanan purna jual kembali menjadi sorotan di industri kendaraan listrik Indonesia. Kali ini, keluhan datang dari mantan anggota DPR RI, Akbar Faizal, yang mengaku mengalami pengalaman buruk setelah membeli mobil listrik BYD Seal.

Kasus ini mencuat setelah ia membagikan kronologi masalah yang dialaminya di media sosial resmi miliknya di Instagram @akbarfaizal68, mulai dari gangguan teknis kendaraan hingga langkah somasi terhadap beberapa pihak terkait.

1. Masalah teknis muncul sejak awal penggunaan

BYD Seal dipacu di sirkuit Sentul (IDN Times/Fadhliansyah)

Permasalahan bermula tak lama setelah Akbar Faizal membeli BYD Seal Premium pada Desember 2025. Mobil tersebut dilaporkan mengalami gangguan serius berupa kondisi tidak stabil saat dikendarai, yang ia gambarkan seperti “oleng” atau “joget”.

"Mobil bermasalah (oleng joget). Pihak BYD, leasing, asuransi dan bengkel yang dipiliha BYD saling lempar tanggung jawab," tulis dia.

Kondisi ini membuat kendaraan tidak nyaman digunakan, dan keluhan tersebut kemudian dilaporkan ke pihak dealer dan jaringan resmi untuk dilakukan pemeriksaan.

Namun, proses penanganan justru berjalan lambat. Mobil disebut sempat tidak jelas statusnya selama lebih dari dua bulan tanpa kepastian hasil perbaikan.

2. Penanganan dinilai tidak tuntas, kondisi mobil memburuk

Puluhan jurnalis diajak mencoba BYD Seal 2025 (BYD)

Setelah akhirnya masuk ke bengkel yang direkomendasikan, perbaikan yang dilakukan tidak memberikan hasil sesuai harapan. Bahkan, analisa teknis yang dilakukan disebut tidak tepat dan justru memperparah kondisi kendaraan.

Situasi ini diperburuk kurangnya koordinasi antara berbagai pihak yang terlibat, mulai dari dealer, bengkel, perusahaan pembiayaan, hingga asuransi. Akbar menilai terjadi saling lempar tanggung jawab, sehingga penyelesaian masalah menjadi terhambat.

Hingga memasuki bulan keempat, kendaraan tersebut belum juga mendapatkan solusi yang jelas. Kondisi ini membuat konsumen merasa dirugikan karena tidak bisa menggunakan mobil dalam waktu lama.

3. Respons resmi dari BYD Indonesia

BYD Seal 2025 (BYD)

Sebagai bentuk protes, Akbar Faizal mulai menunda pembayaran cicilan pada Maret 2026, sebelum akhirnya memutuskan untuk menghentikannya pada April. Keputusan ini diambil karena mobil yang dibeli tidak dapat digunakan secara normal.

Di sisi lain, pihak leasing tetap melakukan penagihan secara intensif, bahkan disebut menghubungi melalui banyak nomor berbeda. Hal ini memperkeruh situasi antara konsumen dan perusahaan pembiayaan.

Merasa haknya sebagai konsumen tidak terpenuhi, Akbar kemudian melayangkan somasi kepada tiga pihak sekaligus, yaitu BYD Indonesia, perusahaan pembiayaan, dan pihak asuransi. Ia juga meminta otoritas terkait untuk ikut mengawasi kasus tersebut.

Sementara itu, BYD Indonesia menyatakan telah menerima informasi keluhan tersebut dan tengah melakukan koordinasi dengan jaringan diler untuk mengumpulkan data yang lebih lengkap.

"Dan saat ini kami sedang minta pihak diler segera berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk konsumen untuk mengumpulkan informasi yang lengkap dan akuran, guna memastikan tidak terjadi miskomunikasi," jelas Head of PR and Goverment BYD Indonesia, Luther Panjaitan saat dihubungi IDN Times, Senin (13/4/2026).

Luther juga menegaskan pihaknya meminta diler untuk merespons dengan cepat dalam menangani setiap keluhan pelanggan.

Editorial Team