ilustrasi helm (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
Tali helm tidak cukup hanya dikaitkan atau dikunci. Tingkat kekencangannya juga perlu diperhatikan. Tali yang terlalu longgar tetap memungkinkan helm bergerak dan meningkatkan risiko terlepas ketika terjadi benturan.
Sebaliknya, tali yang terlalu ketat dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada area dagu dan leher. Karena itu, posisi tali perlu disesuaikan agar helm tetap terkunci dengan kuat tanpa membuat pengendara kesulitan bernapas atau merasa tertekan.
Setelah mengunci tali, lakukan pemeriksaan sederhana dengan mencoba menggerakkan helm secara perlahan. Helm seharusnya tetap berada di kepala dan tidak mudah terangkat atau bergeser berlebihan saat ditarik.
Jika pengunci terasa rusak, tali mulai aus, atau mekanisme tidak dapat mengunci dengan sempurna, jangan menganggapnya sebagai masalah kecil. Komponen tersebut menjadi bagian penting dari sistem keselamatan helm dan perlu segera diperbaiki atau diganti.
Pada akhirnya, memakai helm tetapi tidak mengunci talinya hampir sama seperti menggunakan sabuk pengaman tanpa memasukkan penguncinya. Perlengkapan keselamatan memang sudah ada, tetapi tidak bekerja sebagaimana mestinya karena digunakan secara tidak lengkap.
Sebelum motor mulai berjalan, luangkan beberapa detik untuk memastikan helm sudah berada pada posisi yang benar dan tali terkunci dengan baik. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu memastikan helm tetap berada di tempatnya ketika perlindungan benar-benar dibutuhkan.