Helm Punya Masa Kedaluwarsa, Wajib Ganti Meski Jarang Dipakai

- Material pelindung, busa, dan bantalan helm dapat menua akibat suhu, kelembapan, sinar matahari, serta penyimpanan, meski helm jarang digunakan dan bagian luarnya masih mulus.
- Pemilik perlu memeriksa helm berkala, termasuk retakan, perubahan bentuk, bagian rapuh, tali pengikat, dan lapisan dalam yang rusak atau kehilangan elastisitas.
- Usia pakai mengikuti panduan produsen dan kondisi penggunaan; helm yang pernah mengalami benturan keras perlu diganti karena kerusakan lapisan penyerap benturan bisa tidak terlihat.
Helm bukan barang yang bisa dipakai selamanya. Meski terlihat masih bagus dan jarang digunakan, material di dalamnya tetap dapat mengalami perubahan seiring bertambahnya usia.
Kondisi ini sering luput dari perhatian karena bagian luar helm biasanya masih terlihat mulus. Padahal, kemampuan helm dalam memberikan perlindungan sangat bergantung pada kondisi material di bagian dalam dan komponen lainnya.
1. Material helm bisa menurun kualitasnya

ilustrasi seseorang membawa helm (freepik.com/wirestock) Helm umumnya memiliki lapisan pelindung di bagian dalam yang berfungsi menyerap energi ketika terjadi benturan. Seiring waktu, material tersebut dapat mengalami penuaan akibat perubahan suhu, kelembapan, paparan sinar matahari, serta kondisi penyimpanan. Penurunan kualitas ini bisa terjadi meskipun helm hanya sesekali digunakan.
Selain lapisan pelindung, busa dan bantalan bagian dalam juga dapat berubah bentuk atau kehilangan elastisitas. Akibatnya, helm yang sebelumnya terasa pas bisa menjadi lebih longgar. Kondisi tersebut bukan hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan helm untuk tetap berada pada posisi yang tepat saat terjadi benturan.
2. Jarang dipakai bukan berarti awet selamanya

ilustrasi helm (freepik.com/azerbaijan_stockers) Banyak pemilik motor beranggapan helm yang jarang digunakan akan memiliki usia pakai lebih panjang. Padahal, faktor usia tetap berpengaruh meskipun helm lebih sering disimpan daripada dipakai. Suhu tinggi, kelembapan, dan paparan sinar ultraviolet dapat memengaruhi material helm selama penyimpanan.
Karena itu, kondisi helm sebaiknya diperiksa secara berkala. Perhatikan apakah terdapat retakan, perubahan bentuk, bagian yang rapuh, tali pengikat yang mulai rusak, atau lapisan dalam yang mengalami perubahan. Jika helm pernah mengalami benturan keras, sebaiknya jangan menunggu sampai muncul kerusakan yang terlihat untuk menggantinya.
3. Perhatikan usia dan kondisi helm

ilustrasi helm (pexels.com/Anastasia Shuraeva) Tidak semua produsen menetapkan batas usia pakai yang sama. Karena itu, informasi mengenai masa penggunaan sebaiknya diperiksa pada panduan atau keterangan resmi dari produsen helm. Umumnya, rekomendasi penggantian juga mempertimbangkan usia material dan kondisi pemakaian, bukan sekadar seberapa sering helm digunakan.
Selain usia, riwayat penggunaan juga menjadi pertimbangan penting. Helm yang pernah mengalami kecelakaan atau benturan keras sebaiknya diganti meskipun tampilan luarnya masih terlihat baik. Lapisan penyerap benturan dapat mengalami kerusakan yang tidak selalu terlihat dari luar. Jadi, jangan hanya menilai helm dari tampilannya. Helm yang sudah tua atau mengalami kerusakan lebih baik diganti demi menjaga perlindungan saat berkendara.

















