Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tanda Awal Tubuh Dehidrasi Saat Nyetir, Sering Dikira Mengantuk
ilustrasi sopir yang taksadar sambil menyetir (freepik.com/user18526052)
  • Dehidrasi ringan saat mengemudi dapat menyerupai kantuk, sehingga berisiko menurunkan fokus, kewaspadaan, dan refleks pengemudi.
  • Pusing ringan serta konsentrasi menurun dapat menjadi sinyal kekurangan cairan karena aliran darah dan oksigen ke otak berkurang.
  • Mata kering, bibir pecah-pecah, dan tenggorokan gatal perlu diwaspadai; sediakan serta rutin minum air di kabin untuk menjaga stamina.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Saat menyetir, orang bisa merasa pusing, susah fokus, mata kering, bibir pecah, dan tenggorokan haus. Ini kadang dikira mengantuk, padahal tubuh mungkin kurang minum air. AC mobil bisa membuat mata makin kering. Supir perlu bawa air dan minum supaya tetap awas saat di jalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjaga kewaspadaan tinggi merupakan syarat utama saat mengemudikan kendaraan demi keselamatan seluruh penumpang. Namun, pengemudi sering kali tidak menyadari bahwa kelelahan fisik yang muncul di tengah jalan tidak selalu disebabkan oleh rasa kantuk semata.

Kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi ringan kerap memberikan sensasi fisik yang sangat mirip dengan gejala mengantuk. Mengenali tanda-tanda awal dehidrasi secara cepat dapat membantu pengemudi mengambil tindakan pencegahan sebelum fokus dan refleks berkendara menurun drastis.

1. Sensasi kepala agak pusing dan penurunan tingkat konsentrasi

ilustrasi sopir yang hilang fokus (freepik.com/pch.vector)

Salah satu tanda awal saat tubuh mulai kekurangan cairan adalah timbulnya rasa pusing atau berputar secara perlahan di area kepala. Penurunan volume cairan membuat aliran darah dan oksigen menuju otak berkurang, sehingga otak bekerja lebih berat untuk mempertahankan fokus.

Pengemudi kerap menganggap rasa pusing ringan ini sebagai tanda kelelahan akibat kurang tidur atau mengantuk. Padahal, kondisi tersebut merupakan sinyal peringatan dari otak yang membutuhkan asupan air secepatnya agar fungsi kognitif dan kewaspadaan kembali normal.

2. Kondisi mata lelah dan kering akibat paparan pendingin kabin

ilustrasi mual saat terkena ac mobil (freepik.com/freepik)

Mata yang terasa perih, tebal, serta sulit difokuskan sering kali ditafsirkan sebagai pertanda bahwa tubuh sudah berada di ambang rasa kantuk. Udara dingin dan kering dari sistem pendingin mobil mempercepat penguapan kelembapan alami pada permukaan bola mata.

Saat kelembapan tubuh menurun, produksi air mata juga berkurang sehingga membuat mata terasa semakin kering dan lelah. Membasahi tenggorokan dengan minum air putih dapat membantu menjaga kelembapan tubuh dari dalam, sehingga fungsi penglihatan tetap tajam selama berkendara.

3. Munculnya rasa kering pada bibir dan tenggorokan yang diabaikan

ilustrasi setir mobil (freepik.com/freepik)

Bibir yang mulai terasa pecah-pecah serta tenggorokan yang terasa gatal merupakan indikator paling jelas dari dehidrasi tingkat awal. Pengemudi yang fokus memperhatikan arus lalu lintas sering kali mengabaikan perubahan tekstur bibir dan rasa haus yang mulai muncul.

Mengabaikan tanda-tanda fisik sederhana ini hanya akan mempercepat penurunan stamina fisik serta memperlambat waktu reaksi saat menghadapi situasi darurat. Oleh karena itu, menyediakan air minum di dalam kabin dan rutin meminumnya merupakan langkah krusial untuk mencegah bahaya dehidrasi saat berkendara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article