Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Terobosan Baterai Natrium CATL: Solusi Murah Dan Tahan Cuaca Ekstrem

Terobosan Baterai Natrium CATL: Solusi Murah Dan Tahan Cuaca Ekstrem
Ilustrasi CATL. (catl.com)
Intinya Sih
  • CATL siap memproduksi massal baterai natrium-ion setelah menuntaskan lebih dari 100 tantangan teknis dan berinvestasi hampir 10 miliar yuan untuk riset hingga 2025.
  • Baterai natrium-ion menawarkan performa stabil di suhu -40°C dan biaya produksi sekitar 30% lebih murah dibanding baterai litium, membuka peluang besar bagi pasar kendaraan listrik global.
  • Teknologi ini mulai diterapkan pada mobil hasil kolaborasi Changan dan GAC Group, dengan target jarak tempuh hingga 600 km serta fokus awal pada kendaraan listrik mikro terjangkau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Raksasa teknologi baterai asal Tiongkok, CATL, kembali mencatatkan sejarah dengan mengumumkan kesiapan produksi massal baterai natrium-ion (sodium-ion). Inovasi ini digadang-gadang sebagai jawaban atas tingginya harga bahan baku litium dan tantangan performa baterai saat menghadapi musim dingin yang membeku.

Teknologi ini bukan sekadar pelengkap, melainkan diproyeksikan akan menguasai sebagian besar pasar otomotif di masa depan. Dengan kematangan rantai pasok, kendaraan listrik bertenaga natrium diharapkan mampu memberikan performa andal dengan harga yang jauh lebih terjangkau bagi masyarakat luas.

1. Keberhasilan mengatasi hambatan teknis manufaktur

Ilustrasi CATL. (catl.com)
Ilustrasi CATL. (catl.com)

Dalam ajang CATL Tech Day, Chief Scientist CATL, Wu Kai, memberikan pernyataan optimis mengenai kesiapan perusahaan. Beliau menyatakan bahwa perusahaan telah berhasil menyelesaikan tantangan manufaktur inti, sehingga membuka jalan bagi produksi skala besar pada kuartal keempat tahun ini. Wu Kai menegaskan, "Perusahaan telah menyelesaikan tantangan manufaktur inti, membuka jalan bagi produksi skala besar pada kuartal keempat tahun ini."

Menurut laporan dari carnewschina.com, CATL telah mengatasi empat rintangan industri utama, termasuk kontrol kelembapan ekstrem dan hambatan pengikatan aluminium foil. Secara sistematis, lebih dari 100 tantangan teknik telah diselesaikan demi mewujudkan produksi skala komersial. Keberhasilan ini didukung oleh investasi riset dan pengembangan yang mencapai hampir 10 miliar yuan (sekitar Rp22 triliun) hingga tahun 2025.

2. Keunggulan performa di suhu dingin dan efisiensi biaya

Ilustrasi CATL. (catl.com)
Ilustrasi CATL. (catl.com)

Salah satu keunggulan luar biasa dari baterai natrium-ion dibandingkan baterai LFP atau NMC tradisional adalah ketangguhannya di cuaca dingin. Sel baterai natrium mampu mempertahankan sekitar 90% kapasitas nominalnya bahkan pada suhu ekstrem -40°C. Hal ini menjadi solusi krusial bagi pengguna kendaraan listrik di wilayah dengan musim dingin yang keras, di mana baterai litium biasanya mengalami penurunan performa drastis.

Dari sisi ekonomi, harga baterai natrium diperkirakan 30% lebih rendah dibandingkan baterai LFP. Hal ini dimungkinkan karena natrium merupakan material yang melimpah dan tidak memerlukan mineral langka seperti litium. Chairman CATL, Robin Zeng, memproyeksikan bahwa baterai natrium-ion nantinya akan menggantikan 30% hingga 40% pasar baterai yang ada saat ini, menandakan pergeseran fundamental dalam industri energi global.

3. Implementasi komersial dan prospek jarak tempuh masa depan

Ilustasi teknologi mobil (catl.com)
Ilustasi teknologi mobil (catl.com)

Penerapan komersial teknologi ini sudah mulai terlihat di berbagai sektor. Pada Februari 2026, kendaraan penumpang bertenaga baterai natrium hasil kolaborasi Changan dan CATL telah diperkenalkan ke publik. Selain itu, model Aion UT Super hasil kerja sama dengan GAC Group dijadwalkan masuk jalur produksi pada kuartal kedua 2026. Fokus awal penggunaan baterai ini adalah pada kendaraan listrik mikro dengan harga di bawah 100.000 yuan (sekitar Rp220 juta).

Meskipun saat ini kepadatan energinya masih terbatas pada angka 175Wh/kg, CATL tetap optimis terhadap masa depan teknologi ini. CTO Gao Huan menyatakan bahwa seiring matangnya rantai pasok, kendaraan baterai natrium dapat mencapai jarak tempuh hingga 600 km untuk model listrik murni. Kemampuan ini dinilai mampu memenuhi lebih dari 50% kebutuhan pasar otomotif dunia, menjadikannya pilihan utama untuk mobilitas ramah lingkungan yang lebih inklusif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More