Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilmuwan Senior BYD Optimistis Masa Depan Baterai Solid State
BYD Sealion 7 (byd.com)
  • Ilmuwan BYD, Lian Yubo, menyebut pengembangan baterai solid-state telah mencapai fase penting namun masih terkendala biaya tinggi dan tantangan teknis sebelum bisa diproduksi massal.
  • BYD menerapkan strategi multi-jalur dengan terus mengembangkan baterai natrium-ion berumur panjang serta meningkatkan performa Blade Battery 2.0 untuk efisiensi dan kecepatan pengisian daya.
  • Produksi awal baterai solid-state berbasis sulfida ditargetkan pada 2027, sementara adopsi luas baru akan terjadi setelah manufaktur matang dan biaya produksi menurun secara signifikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, baru saja membagikan kabar terbaru mengenai masa depan teknologi penyimpanan energi mereka. Ilmuwan utama BYD, Lian Yubo, mengungkapkan bahwa pengembangan baterai solid-state kini telah memasuki fase terobosan yang sangat krusial dalam sejarah perusahaan.

Meskipun teknologi ini menjanjikan revolusi besar bagi kendaraan listrik, BYD tetap bersikap realistis mengenai waktu peluncurannya secara masal. Hambatan teknis yang kompleks serta biaya produksi yang masih tinggi menjadi tantangan utama yang harus diselesaikan sebelum baterai ini bisa dinikmati oleh konsumen luas di jalan raya.

1. Hambatan teknis dalam komersialisasi skala besar

penggerak BYD Sealion 7 (byd.com)

Menurut laporan dari Sina yang dikutip oleh carnewschina.com, Lian Yubo menjelaskan bahwa transisi dari jalur produksi percontohan ke penyebaran kendaraan skala besar masih menghadapi berbagai kendala teknik. Masalah utama terletak pada kontrol biaya dan hasil produksi yang belum mencapai titik efisien untuk pasar masal. Di tingkat material, stabilitas antarmuka padat-padat dan penekanan dendrit litium menjadi hambatan inti yang membatasi kemajuan lebih lanjut saat ini.

Lian menekankan pentingnya pendekatan sistematis dalam pengembangan ini. Beliau menyatakan, "Industri harus membangun logika rantai penuh dari permintaan pengguna ke target kendaraan, persyaratan sistem, dan akhirnya desain sel, daripada hanya berfokus pada perbaikan di tingkat material." Hal ini berarti produsen mobil harus terlibat langsung dalam mendefinisikan sel baterai agar sesuai dengan kebutuhan jangkauan, masa pakai, dan keamanan yang diinginkan konsumen.

2. Strategi multi-jalur dan pengembangan baterai natrium

interior BYD Sealion 7 (byd.com)

BYD tidak hanya terpaku pada satu teknologi saja, karena mereka percaya bahwa baterai solid-state bukan satu-satunya jalan menuju masa depan. Lian mencatat bahwa teknologi litium-ion cair konvensional akan terus berkembang dalam hal kepadatan energi dan adaptivitas lingkungan. Berbagai kimia baterai diprediksi akan hidup berdampingan di berbagai segmen kendaraan, tergantung pada kebutuhan biaya dan kinerja masing-masing model yang dipasarkan.

Sejalan dengan visi tersebut, BYD tengah mengembangkan baterai natrium-ion yang dilaporkan memiliki siklus hidup hingga 10.000 kali pengisian daya. Teknologi ini diposisikan untuk aplikasi biaya rendah namun memiliki masa pakai yang sangat panjang. Di saat yang sama, mereka terus menyempurnakan teknologi Lithium Iron Phosphate (LFP) melalui Blade Battery 2.0 yang memiliki kepadatan energi sekitar 210 Wh/kg dan kemampuan pengisian cepat dari 10% ke 70% hanya dalam waktu sekitar 5 menit saja.

3. Target produksi tahun 2027 dan tantangan masa depan

Ilustrasi pabrik mobil. (unsplash.com/carlos aranda)

BYD tetap memegang teguh peta jalan yang telah diumumkan sebelumnya dengan menargetkan produksi batch kecil baterai solid-state berbasis sulfida sekitar tahun 2027. Pada periode yang sama, perusahaan juga berencana untuk mulai menyebarkan kendaraan demonstrasi yang menggunakan teknologi tersebut. Namun, untuk adopsi yang lebih luas di luar tahap percontohan, diperkirakan baru akan terjadi pada dekade berikutnya, tergantung pada kematangan manufaktur dan penurunan biaya produksi.

Pesan kunci dari forum industri otomotif Tiongkok tahun 2026 ini adalah bahwa terobosan tidak hanya dibutuhkan pada aspek material, tetapi juga pada peralatan produksi dan integrasi sistem. Upaya terkoordinasi antara produsen mobil, pemasok material, dan lembaga penelitian menjadi kunci untuk mengatasi kendala industri yang ada. Meskipun pasar sempat mengalami fluktuasi tajam pada awal tahun 2026, optimisme terhadap riset baterai generasi terbaru ini tetap menjadi fokus utama BYD dalam mempertahankan kepemimpinan globalnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team