Paparan sinar matahari yang terik selama musim kemarau dapat menjadi musuh utama bagi penampilan fisik sebuah mobil. Suhu udara yang melonjak tinggi dikombinasikan dengan radiasi sinar ultraviolet (UV) berpotensi memicu kerusakan parah, mulai dari cat yang memudar, permukaan dasbor yang retak, hingga kabin yang terasa seperti oven. Oleh karena itu, penggunaan selimut atau cover mobil sering kali menjadi solusi instan paling diandalkan bagi kendaraan yang sering diparkir di ruang terbuka.
Namun, memilih pelindung mobil untuk cuaca panas ekstrem tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Banyak pemilik kendaraan yang salah kaprah dengan menggunakan jenis selimut mobil berbahan dasar parasut anti-air tebal yang biasa dipakai untuk musim hujan. Alih-alih melindungi, pemilihan material yang keliru justru dapat menjebak panas dan merusak lapisan cat bening (clear coat) mobil akibat kelembapan tinggi yang terperangkap di dalamnya.
