Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Cara Membersihkan Jas Hujan agar Tetap Kedap Air
ilustrasi jas hujan (freepik.com/gpointstudio)
  • Jas hujan perlu segera dibersihkan dari kotoran memakai air, sabun lembut, serta spons atau kain halus agar lapisan antiair tidak rusak.
  • Hindari deterjen keras, pemutih, sikat kasar, memeras dengan dipelintir, dan penjemuran di bawah matahari langsung karena dapat merusak material serta sambungan.
  • Pastikan jas hujan benar-benar kering sebelum dilipat dan disimpan di tempat kering, untuk mencegah bau, jamur, dan penurunan fungsi kedap air.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jas hujan harus dibersihkan setelah dipakai saat hujan. Lumpur dan debu dibasuh pakai air dan sabun lembut. Jangan pakai sabun keras atau sikat kasar. Jangan diperas dan jangan lama-lama kena matahari. Gantung sampai kering. Kalau sudah kering, lipat dan simpan di tempat kering supaya tidak bau dan berjamur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jas hujan menjadi perlengkapan penting bagi pengendara motor, terutama saat memasuki musim hujan. Namun, pemakaian berulang tanpa perawatan yang tepat bisa membuat jas hujan kotor, berbau, bahkan kehilangan kemampuan menahan air.

Membersihkan jas hujan ternyata tidak cukup dengan mencucinya seperti pakaian biasa. Cara mencuci, jenis sabun, hingga proses pengeringan perlu diperhatikan agar lapisan pelindungnya tetap bekerja dengan baik.

1. Bersihkan dengan air dan sabun lembut

ilustrasi jas hujan (unsplash.com/Hamed darzi)

Setelah digunakan saat hujan, sebaiknya jas hujan segera dibersihkan dari lumpur, debu, dan kotoran yang menempel. Gunakan air bersih untuk membilas permukaannya, kemudian bersihkan bagian yang kotor menggunakan sabun yang lembut. Gosok secara perlahan dengan spons atau kain lembut agar permukaan jas hujan tidak tergores.

Hindari penggunaan deterjen pakaian yang terlalu keras, pemutih, atau cairan pembersih berbahan kimia kuat. Bahan tersebut berpotensi memengaruhi lapisan pelindung pada jas hujan. Jangan pula menyikat permukaannya dengan sikat kasar karena bisa mempercepat kerusakan material dan lapisan antiair.

2. Jangan diperas dan dijemur di bawah matahari

ilustrasi jas hujan (freepik.com/8photo)

Setelah selesai dicuci, bilas jas hujan sampai tidak ada sisa sabun. Jangan memerasnya dengan cara dipelintir karena tekanan berlebihan dapat membuat material, jahitan, atau bagian sambungan mengalami perubahan bentuk. Cukup kibaskan jas hujan secara perlahan untuk mengurangi air yang masih menempel.

Jas hujan kemudian bisa digantung di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Hindari menjemurnya terlalu lama di bawah sinar matahari langsung, terutama jika materialnya berbahan PVC atau memiliki lapisan khusus. Panas berlebih dapat membuat material lebih cepat kaku, retak, atau mengalami penurunan kualitas.

3. Simpan setelah benar-benar kering

ilustrasi jas hujan (freepik.com/drobotdean)

Sebelum disimpan, pastikan seluruh bagian jas hujan benar-benar kering, termasuk bagian dalam, lipatan, saku, dan area sekitar jahitan. Jas hujan yang langsung dilipat dalam kondisi lembap lebih mudah menimbulkan bau tidak sedap dan dapat menjadi tempat berkembangnya jamur.

Setelah kering, lipat jas hujan tanpa memberikan tekanan berlebihan pada satu bagian. Simpan di tempat yang kering dan tidak terkena panas langsung. Hindari memasukkannya ke dalam tas atau bagasi motor ketika masih basah. Perawatan sederhana tersebut dapat membantu mempertahankan kondisi material sekaligus menjaga fungsi jas hujan tetap optimal saat digunakan kembali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article