Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Ban Motor Rentan Selip Saat Melewati Marka Jalan Basah?

3 min read
Kenapa Ban Motor Rentan Selip Saat Melewati Marka Jalan Basah?
ilustrasi naik motor (pexels.com/Tiwi Riders)
  • Marka jalan basah dapat lebih licin daripada aspal karena materialnya relatif halus dan lapisan air mengurangi gesekan ban.
  • Risiko selip meningkat saat pengendara mengerem, berakselerasi, atau menikung di atas marka karena traksi ban berkurang dan menerima beban mendadak.
  • Kurangi kecepatan sebelum marka, hindari pengereman keras, lewati dengan motor tegak, serta pastikan alur ban dan tekanan angin dalam kondisi sesuai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Marka jalan seperti garis putih pembatas lajur, zebra cross, dan garis berhenti sering menjadi bagian yang tidak terhindarkan saat berkendara. Namun, permukaan marka jalan bisa terasa lebih licin dibandingkan aspal, terutama ketika terkena hujan. Tidak sedikit pengendara motor yang mengalami ban selip ketika melintasi garis-garis tersebut.

Kondisi ini bukan tanpa alasan. Material cat marka jalan memiliki karakteristik permukaan yang berbeda dari aspal. Ketika basah, perbedaan tersebut dapat memengaruhi daya cengkeram ban. Risiko semakin besar jika pengendara sedang mengerem, berakselerasi, atau menikung tepat di atas marka.

  1. 1. Material marka jalan memiliki daya cengkeram berbeda

    ilustrasi naik motor berboncengan
    ilustrasi naik motor berboncengan (pexels.com/mehrajul Karim)

    Marka jalan umumnya dibuat menggunakan bahan khusus seperti cat lalu lintas, termoplastik, atau material berbasis resin. Bahan tersebut dirancang agar memiliki warna yang jelas dan tahan terhadap gesekan kendaraan maupun perubahan cuaca. Namun, karakter permukaannya tidak selalu sama dengan aspal yang memiliki tekstur agregat lebih kasar.

    Ketika hujan turun, air membentuk lapisan tipis di atas permukaan marka. Kombinasi material yang relatif halus dan keberadaan air dapat mengurangi gesekan antara karet ban dengan jalan. Akibatnya, ban lebih mudah kehilangan cengkeraman ketika menerima gaya pengereman atau perubahan arah secara mendadak. Meski begitu, tingkat kelicinan bergantung pada jenis material, tekstur, usia marka, dan kondisi permukaannya.

  2. 2. Ban kehilangan traksi ketika menerima beban mendadak

    Screen Shot 2026-06-04 at 11.11.00 AM.png
    ilustrasi naik motor (pexels.com/cnrdmroglu Follow)

    Ban motor membutuhkan daya cengkeram untuk menjalankan tiga fungsi utama, yaitu mengerem, berakselerasi, dan mempertahankan arah ketika menikung. Ketika ban melintasi marka jalan yang basah, kemampuan mencengkeram permukaan bisa berkurang. Jika pada saat bersamaan pengendara menarik rem atau memutar gas terlalu kuat, risiko selip menjadi lebih besar.

    Situasi ini sering terjadi ketika motor sedang menikung dan melewati zebra cross atau garis pembatas lajur. Ban yang berada dalam posisi miring sudah menggunakan sebagian kemampuan traksinya untuk mempertahankan arah belok. Jika pengendara menambah pengereman atau akselerasi secara tiba-tiba, sisa daya cengkeram bisa tidak mencukupi. Akibatnya, ban dapat kehilangan traksi dan motor berpotensi tergelincir.

  3. 3. Cara melintasi marka jalan agar tidak mudah tergelincir

    naik motor sendirian
    ilustrasi naik motor sendirian (pexels.com/Optical Chemist)

    Langkah pertama adalah mengurangi kecepatan sebelum mencapai marka jalan, terutama ketika permukaannya basah. Hindari melakukan pengereman keras tepat di atas zebra cross atau garis putih. Jika memungkinkan, lewati marka dengan posisi motor tegak dan arah roda relatif lurus. Dengan begitu, ban tidak menerima beban tambahan akibat kemiringan saat menikung.

    Selain teknik berkendara, kondisi ban juga perlu diperhatikan. Pastikan alur telapak masih cukup dalam dan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan. Ban yang sudah aus atau tekanan anginnya tidak tepat dapat memperburuk kemampuan kendaraan mempertahankan traksi. Pengendara juga sebaiknya menjaga jarak aman agar tidak perlu melakukan pengereman mendadak ketika menghadapi marka atau hambatan di depan.

    Pada akhirnya, marka jalan memang bisa menjadi lebih licin ketika terkena hujan, tetapi risiko selip tidak hanya ditentukan oleh materialnya. Kondisi ban, kecepatan, sudut kemiringan motor, dan cara pengendara mengoperasikan rem serta gas turut berpengaruh. Karena itu, melintasi marka dengan kecepatan terkendali dan gerakan halus merupakan langkah sederhana untuk mengurangi risiko tergelincir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More