Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Alasan Ban Motor Baru Lebih Licin daripada Ban Lama Saat Hujan

3 min read
Alasan Ban Motor Baru Lebih Licin daripada Ban Lama Saat Hujan
ban motor (pexels.com/Harvey Tan Villarino)
  • Ban motor baru dapat terasa berbeda karena permukaan telapak belum mengalami pemakaian, tetapi tidak semua ban pasti memiliki lapisan licin dari pabrik.
  • Pada masa break-in, pengendara disarankan berkendara halus, menghindari akselerasi, pengereman, dan tikungan ekstrem, serta mengikuti petunjuk produsen.
  • Jalan basah tetap meningkatkan risiko selip; tekanan angin, ukuran, pemasangan, dan arah rotasi ban harus sesuai untuk menjaga traksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengganti ban motor yang sudah aus dengan ban baru seharusnya membuat berkendara lebih aman. Alur telapak yang masih dalam membantu membuang air dan menjaga kontak ban dengan permukaan jalan. Namun, sebagian pengendara justru merasa ban baru lebih licin, terutama ketika melewati jalan basah atau menikung.

Kondisi tersebut bukan sekadar perasaan. Ada beberapa faktor yang bisa membuat ban baru membutuhkan waktu untuk mencapai performa optimal. Meski begitu, bukan berarti semua ban baru pasti licin atau harus menunggu lama sebelum digunakan. Cara pemasangan, kondisi permukaan ban, dan teknik berkendara juga ikut menentukan keselamatan.

  1. 1. Permukaan ban baru belum mengalami proses pemakaian

    ilustrasi ban motor (wahanahonda.com)
    ilustrasi ban motor (wahanahonda.com)

    Ban motor yang baru keluar dari pabrik memiliki permukaan telapak yang belum mengalami kontak langsung dengan jalan. Ketika mulai digunakan, karakter permukaannya bisa terasa berbeda dibandingkan ban yang sudah melewati beberapa perjalanan. Pengendara mungkin merasakan perubahan respons ketika berakselerasi, mengerem, atau memiringkan motor saat berbelok.

    Namun, anggapan bahwa ban baru selalu dilapisi minyak atau bahan licin dari pabrik tidak sepenuhnya tepat. Proses produksi memang menggunakan bahan pelepas cetakan atau mold release agent pada sebagian metode pembuatan ban, tetapi tidak semua produk memiliki lapisan licin yang sama. Karena itu, penyebab ban terasa kurang menggigit tidak bisa langsung disimpulkan hanya dari tampilannya.

  2. 2. Ban membutuhkan proses adaptasi sebelum digunakan agresif

    ilustrasi ban motor (freepik.com/arthur)
    ilustrasi ban motor (freepik.com/arthur)

    Pada masa awal pemakaian, pengendara sebaiknya memberikan waktu bagi ban untuk menyesuaikan diri dengan kondisi jalan. Proses ini sering disebut break-in. Tujuannya bukan sekadar menghilangkan lapisan tertentu, melainkan memastikan pengendara mengenali karakter ban baru dan permukaannya mengalami kontak pemakaian secara bertahap.

    Selama masa tersebut, hindari akselerasi mendadak, pengereman keras, serta menikung dengan kemiringan ekstrem. Berkendaralah dengan kecepatan wajar dan gerakan yang halus. Saran mengenai prosedur dan durasi pemakaian awal bisa berbeda antarprodusen, sehingga petunjuk dari pabrikan ban tetap perlu diperhatikan. Jangan sengaja melakukan pengereman atau manuver agresif untuk mengikis permukaan ban.

  3. 3. Jalan basah membuat risiko kehilangan traksi meningkat

    ilustrasi ban motor (wahanahonda.com)
    ilustrasi ban motor (wahanahonda.com)

    Ban baru memang memiliki alur yang masih dalam sehingga kemampuan membuang air umumnya lebih baik dibandingkan ban yang sudah aus. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak otomatis membuatnya kebal terhadap selip. Jalan basah tetap dapat mengurangi gesekan antara karet dan aspal, terutama ketika terdapat genangan, lumpur, pasir, atau residu minyak di permukaan jalan.

    Risiko semakin besar apabila tekanan angin tidak sesuai rekomendasi, ukuran ban tidak cocok, atau pemasangan dilakukan kurang tepat. Pengendara juga perlu memastikan arah rotasi ban sesuai tanda panah pada dinding ban. Jika ban terasa sangat licin, muncul getaran tidak wajar, atau motor sulit dikendalikan, segera periksa kondisinya di bengkel.

    Jadi, ban motor baru bisa terasa berbeda saat pertama digunakan, tetapi bukan berarti selalu lebih licin daripada ban lama. Berikan waktu untuk adaptasi, ikuti petunjuk produsen, dan hindari manuver agresif, terutama ketika hujan. Ban yang tepat, terpasang dengan benar, dan digunakan sesuai karakteristiknya akan membantu menjaga keselamatan berkendara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More