Kenapa Jas Hujan Lama-lama Tidak Lagi Kedap Air?

- Kemampuan kedap air jas hujan dapat menurun akibat keausan lapisan pelindung karena gesekan, lipatan berulang, panas, dan paparan sinar matahari.
- Pencucian dengan deterjen kuat, pemutih, sikat kasar, atau pengeringan di bawah matahari langsung dapat mempercepat kerusakan material jas hujan.
- Air juga bisa masuk melalui jahitan, retakan, atau lapisan mengelupas; perawatan tepat dan penyimpanan kering membantu memperpanjang usia pakai.
Jas hujan yang awalnya mampu menahan air dengan baik bisa berubah setelah digunakan berkali-kali. Air yang sebelumnya langsung mengalir di permukaan perlahan mulai meresap atau membuat bagian dalam terasa lembap.
Kondisi tersebut tidak selalu berarti jas hujan langsung rusak total. Ada beberapa faktor yang dapat membuat kemampuan menahan air menurun, mulai dari usia material hingga cara mencuci dan menyimpannya.
1. Lapisan pelindung mulai mengalami penurunan

ilustrasi jas hujan (freepik.com/gpointstudio) Sebagian jas hujan menggunakan material berlapis yang dirancang untuk menghambat air menembus permukaan. Seiring pemakaian, lapisan tersebut dapat mengalami keausan akibat gesekan, lipatan berulang, serta paparan panas dan sinar matahari.
Ketika lapisan mulai menurun kualitasnya, air hujan tidak lagi membentuk butiran yang mudah mengalir di permukaan. Pada beberapa jenis bahan, air bahkan bisa mulai membasahi bagian luar lebih lama. Kondisi ini merupakan tanda bahwa kemampuan perlindungan material sudah tidak seperti ketika jas hujan masih baru.
2. Sering dicuci dengan cara yang kurang tepat

ilustrasi jas hujan (unsplash.com/Hamed darzi) Cara mencuci juga dapat memengaruhi umur jas hujan. Penggunaan deterjen yang terlalu kuat, pemutih, atau bahan pembersih yang tidak sesuai material dapat mempercepat penurunan kualitas lapisan tertentu pada jas hujan.
Jas hujan sebaiknya dibersihkan mengikuti petunjuk perawatan dari produsennya. Hindari menggosok permukaan terlalu keras atau menggunakan sikat kasar jika materialnya tidak dirancang untuk perlakuan tersebut. Setelah dicuci, jas hujan juga perlu dikeringkan dengan benar dan tidak terus-menerus dijemur di bawah sinar matahari langsung.
3. Retakan kecil dan jahitan mulai bermasalah

ilustrasi jas hujan (freepik.com/8photo) Selain permukaan bahan, bagian jahitan juga dapat menjadi titik masuk air. Jas hujan yang sering dilipat, ditarik, atau digunakan dalam waktu lama bisa mengalami kerusakan pada lapisan penutup jahitan. Akibatnya, air dapat masuk melalui celah yang sangat kecil meskipun permukaan kain masih terlihat baik.
Perhatikan juga adanya retakan, lapisan yang mengelupas, lubang kecil, atau bagian material yang mulai rapuh. Jika kerusakan hanya terdapat pada area tertentu, perbaikan yang sesuai material mungkin masih dapat dilakukan. Namun, jika hampir seluruh permukaan sudah menurun kualitasnya, mengganti jas hujan biasanya menjadi pilihan yang lebih praktis.
Jas hujan tidak memiliki kemampuan kedap air yang selalu bertahan selamanya. Pemakaian, pencucian, paparan panas, serta cara penyimpanan semuanya dapat memengaruhi daya tahannya. Dengan membersihkan sesuai petunjuk, mengeringkan sebelum dilipat, dan menyimpannya di tempat yang kering serta tidak terlalu panas, usia pakainya bisa lebih panjang.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















