Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Kesalahan Fatal Saat Membonceng Anak di Sepeda Motor
ilustrasi naik motor (pexels.com/Nimit N)
  • Mendudukkan anak di depan motor meningkatkan paparan debu dan polusi, mengganggu kendali pengendara, serta memperbesar risiko terlempar atau terhimpit saat pengereman mendadak.
  • Anak perlu memakai helm khusus berstandar keselamatan dengan ukuran pas dan tali terkunci; helm dewasa yang longgar atau perjalanan dekat tanpa helm tetap berisiko.
  • Kaki anak yang menggantung membuat posisi duduk labil dan rentan tersangkut roda atau terkena knalpot; pijakan tambahan sesuai tinggi anak diperlukan agar stabil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Anak jangan duduk di depan motor karena bisa kena angin, debu, dan jatuh saat motor berhenti mendadak. Anak harus duduk di belakang dan pegang orang yang membawa motor. Anak juga perlu pakai helm anak yang pas. Kakinya jangan menggantung. Perlu pijakan kaki supaya tidak kena roda atau knalpot panas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Membonceng anak menggunakan sepeda motor menjadi pemandangan yang sangat lumrah dijumpai dalam rutinitas harian masyarakat. Namun, keselamatan anak sering kali terabaikan demi mengejar kepraktisan dan kecepatan saat menembus kemacetan lalu lintas. Banyak pengendara yang tidak menyadari bahwa postur tubuh anak yang mungil membuat mereka memiliki tingkat kerentanan yang jauh lebih tinggi di jalan raya.

Berbagai kebiasaan sepele saat membonceng buah hati ternyata menyimpan potensi bahaya yang sangat fatal. Kesalahan dalam menempatkan posisi duduk hingga pengabaian perlengkapan keselamatan dapat berujung pada kecelakaan serius yang mengancam nyawa. Memahami dan menghentikan kebiasaan berbahaya ini menjadi kewajiban mutlak bagi setiap pengendara demi menjaga keselamatan anak selama di perjalanan.

1. Menempatkan anak di posisi depan

ilustrasi naik motor (pexels.com/Khải Nguyễn Thanh)

Mendudukkan anak di bagian depan, baik di atas tangki maupun di pijakan kaki motor matik, merupakan kebiasaan yang sangat berbahaya. Posisi ini membuat tubuh anak menjadi perisai angin utama yang menerima paparan debu, polusi, serta angin kencang secara langsung sepanjang perjalanan. Selain dampak buruk bagi kesehatan paru-paru, posisi di depan juga sangat mengganggu ruang gerak pengendara dalam mengendalikan kemudi.

Sisi paling berbahaya dari menempatkan anak di depan adalah risiko benturan yang sangat tinggi saat terjadi pengereman mendadak atau kecelakaan. Tubuh anak berpotensi terlempar keluar dari kendaraan atau terhimpit oleh stang kemudi dan pengendara itu sendiri. Anak harus selalu didudukkan di jok belakang dengan posisi memeluk pinggang pengendara secara erat atau menggunakan sabuk pembonceng khusus.

2. Mengabaikan penggunaan helm khusus anak

ilustrasi naik motor (pexels.com/Son Hoa Nguyen)

Banyak orang tua yang beranggapan bahwa perjalanan jarak dekat tidak memerlukan penggunaan helm bagi anak-anak. Anggapan ini sangat keliru karena musibah dapat terjadi kapan saja dan di mana saja tanpa memandang jarak tempuh. Mengabaikan alat pelindung kepala membuat organ vital anak berada dalam bahaya besar jika terjadi benturan keras dengan aspal.

Kesalahan lain yang kerap terjadi adalah memaksakan anak memakai helm dewasa yang ukurannya terlalu besar. Helm yang longgar tidak akan mampu melindungi batok kepala anak secara optimal saat terjadi guncangan hebat dan berisiko terlepas dengan mudah. Anak wajib mengenakan helm khusus dengan standar keselamatan resmi yang ukurannya pas dan mengikat tali pengunci dengan sempurna.

3. Membiarkan kaki anak menggantung tanpa pijakan

ilustrasi naik motor (pexels.com/Nam Phong Bùi Follow Donate)

Pijakan kaki atau footstep pada sepeda motor harian umumnya dirancang sesuai dengan proporsi postur tubuh orang dewasa. Ketika membonceng anak kecil di jok belakang, kaki mereka sering kali tidak mampu mencapai pijakan tersebut dan akhirnya dibiarkan menggantung bebas. Kondisi ini membuat keseimbangan tubuh anak menjadi sangat labil dan mudah oleng saat motor berbelok atau melintasi jalan bergelombang.

Kaki anak yang menggantung bebas juga sangat rawan tersangkut pada jari-jari roda yang sedang berputar kencang atau terkena panasnya pipa knalpot. Kejadian kaki tersangkut dapat memicu cedera patah tulang yang parah hingga menyebabkan sepeda motor hilang kendali secara mendadak. Penggunaan pijakan kaki tambahan yang disesuaikan dengan tinggi tubuh anak sangat diperlukan untuk menjaga posisi duduk tetap stabil dan aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article