Kenapa Headrest Mobil Tidak Boleh Terlalu Rendah?

- Headrest berperan menopang kepala saat benturan, terutama dari belakang, untuk membatasi gerakan ekstrem yang dapat memicu cedera leher atau whiplash.
- Headrest terlalu rendah hanya menopang bawah leher, sehingga perlindungan berkurang; jarak kepala dengan sandaran yang terlalu jauh juga memperbesar ruang gerak saat benturan.
- Sebelum perjalanan, sesuaikan tengah headrest sejajar belakang kepala, atur jok tidak terlalu rebah, dan pastikan headrest penumpang belakang tetap terpasang sesuai tinggi tubuh.
Headrest atau sandaran kepala sering dianggap hanya sebagai bagian dari jok yang membuat posisi duduk lebih nyaman. Padahal, komponen ini juga memiliki peran penting dalam membantu melindungi kepala dan leher saat terjadi benturan.
Sayangnya, masih banyak pengemudi dan penumpang yang membiarkan posisi headrest terlalu rendah. Bahkan, ada yang sengaja menurunkannya agar pandangan ke belakang terasa lebih lega tanpa menyadari risiko yang bisa muncul.
1. Headrest membantu mengurangi risiko cedera leher

ilustrasi bantal headrest (freepik.com/freepik) Saat mobil mengalami benturan dari belakang, tubuh penumpang dapat terdorong ke depan atau belakang secara tiba-tiba. Gerakan kepala yang terlalu ekstrem dapat menyebabkan cedera pada bagian leher, termasuk kondisi yang sering disebut sebagai whiplash.
Headrest berfungsi membantu menopang bagian belakang kepala sehingga gerakannya tidak terlalu jauh saat terjadi benturan. Karena itu, posisi headrest perlu disesuaikan dengan tinggi tubuh orang yang duduk di kursi tersebut.
Jika headrest dipasang terlalu rendah, bagian kepala yang seharusnya mendapatkan penopang justru berada di atas sandaran. Dalam kondisi benturan, kepala bisa bergerak lebih jauh karena tidak mendapat dukungan pada posisi yang tepat.
Idealnya, bagian tengah headrest berada sejajar dengan bagian belakang kepala atau setidaknya berada pada ketinggian yang cukup untuk menopang kepala. Jangan membiarkan posisi paling atas headrest berada jauh di bawah kepala.
2. Posisi terlalu rendah bisa membuat perlindungan tidak maksimal

ilustrasi jok mobil (pexels.com/Ayyeee Ayyeee) Headrest yang terlalu rendah memang tetap berada di belakang tubuh, tetapi fungsinya tidak akan bekerja optimal jika posisinya hanya menopang bagian bawah leher. Saat terjadi benturan, tekanan dan gerakan yang diterima leher bisa menjadi lebih besar.
Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan ketika mobil mengalami tabrakan dari belakang. Tubuh terdorong bersama jok, sedangkan kepala dapat tertinggal sesaat sebelum kemudian bergerak mengikuti arah tubuh.
Perbedaan gerakan antara tubuh dan kepala inilah yang dapat memberikan tekanan pada area leher. Headrest yang diatur dengan benar membantu mengurangi jarak gerak kepala ke belakang sehingga risiko cedera akibat gerakan mendadak dapat ditekan.
Selain ketinggian, jarak antara kepala dan headrest juga penting. Semakin jauh kepala dari sandaran, semakin besar ruang bagi kepala untuk bergerak sebelum mendapatkan penopang saat terjadi benturan.
3. Atur sesuai tinggi tubuh sebelum mulai perjalanan

ilustrasi jok mobil dari bahan kulit (pexels.com/Asm Arif) Setiap orang memiliki tinggi badan dan posisi duduk yang berbeda. Karena itu, pengaturan headrest sebaiknya dilakukan setiap kali posisi jok berubah atau ketika kursi digunakan oleh orang lain.
Cara sederhananya adalah menaikkan atau menurunkan headrest hingga bagian tengahnya sejajar dengan bagian belakang kepala. Usahakan bagian atas headrest tidak berada jauh di bawah bagian atas kepala.
Setelah tinggi headrest sesuai, atur juga posisi jok agar tubuh duduk dengan nyaman dan punggung mendapatkan penopang yang baik. Jangan mengatur posisi duduk terlalu rebah karena dapat memengaruhi cara sabuk pengaman dan headrest bekerja saat terjadi kecelakaan.
Khusus untuk kursi penumpang belakang, pastikan headrest tidak dilepas hanya karena dianggap mengganggu pandangan. Jika kursi digunakan penumpang, headrest sebaiknya tetap terpasang dan diatur sesuai tinggi tubuh.
Headrest bukan sekadar aksesori interior. Posisi yang terlalu rendah dapat membuat perlindungan terhadap kepala dan leher tidak bekerja maksimal ketika terjadi benturan.
Karena itu, sebelum mulai berkendara, luangkan beberapa detik untuk memeriksa posisi jok, sabuk pengaman, dan headrest. Pengaturan sederhana tersebut bisa membuat perjalanan terasa lebih nyaman sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik.

![[QUIZ] Andai Motormu Bisa Ngomong, Apa yang Dikatakannya?](https://image.idntimes.com/post/20260117/upload_797d7de42b965ecd989ed7b4a6d5b1bc_bb6e136e-8ba6-4b77-a281-58de2cc7a9bb.jpg)
















