Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kesalahan yang Harus Kamu Hindari saat Punya Mobil Baru

5 Kesalahan yang Harus Kamu Hindari saat Punya Mobil Baru
ilustrasi mobil (unsplash.com/Mathieu Buquet)
  • Tunggu lampu indikator dashboard padam sebelum menyalakan mesin agar sistem kendaraan sempat melakukan pengecekan kondisi mesin dan komponen.
  • Selama 1.000 km pertama, jaga RPM saat perpindahan gigi dan hindari perjalanan di bawah 5 km agar mesin serta transmisi menyesuaikan diri.
  • Hindari menginjak gas terlalu dalam, akselerasi mendadak, dan membawa mesin ke red-line karena dapat mempercepat keausan komponen serta menurunkan performa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menjaga kondisi mobil baru adalah hal penting yang sering terlewat oleh sebagian pemilik. Rasa antusias ketika pertama kali memiliki kendaraan baru biasanya membuat orang langsung ingin menggunakannya. Akibatnya, perhatian terhadap perawatan yang benar menjadi kurang diprioritaskan.

Padahal, perawatan sejak awal sangat berpengaruh pada keawetan dan performa mobil. Tanpa perawatan yang tepat, kerusakan kecil bisa berkembang menjadi masalah besar di kemudian hari. Berikut ini kesalahan yang perlu kamu hindari saat punya mobil baru.

  1. 1. Terburu-buru menyalakan mesin

    ilustrasi pembelian mobil bekas (pexels.com/Gustavo Fring)
    ilustrasi pembelian mobil bekas (pexels.com/Gustavo Fring)

    Saat pertama kali menyalakan mobil baru, kamu tidak disarankan untuk langsung memutar kunci atau menekan tombol starter. Hal ini berlaku ketika beberapa lampu indikator di dashboard masih menyala. Banyak pengemudi menganggap sepele dan sering mengabaikannya.

    Padahal membiarkan indikator padam terlebih dahulu adalah bagian penting dari proses pengecekan sistem kendaraan. Dengan menunggu sebentar, komputer mobil memiliki waktu untuk mendiagnosis kondisi mesin dan komponen lainnya. Langkah sederhana ini membantu mencegah kerusakan dan menjaga performa mobil baru tetap optimal.

  2. 2. Penggunaan gigi tidak tepat

    ilustrasi tuas transmisi mobil matic (unsplash.com/Daniel Gutko)
    ilustrasi tuas transmisi mobil matic (unsplash.com/Daniel Gutko)

    Kesalahan lain yang sering terjadi adalah mengganti gigi pada putaran mesin yang tidak sesuai. Saat RPM terlalu tinggi atau terlalu rendah, perpindahan transmisi menjadi kurang halus. Hal ini dapat menimbulkan tekanan berlebih pada komponen mesin.

    Khusus pada 1.000 km pertama, kamu perlu menjaga putaran mesin agar tidak melebihi batas yang dianjurkan. Membatasi RPM bertujuan agar transmisi dan mesin dapat menyesuaikan diri dengan baik. Dengan begitu, performa kendaraan akan tetap optimal dan usia pakainya lebih panjang.

  3. 3. Sering berkendara jarak pendek

    ilustrasi macet (vecteezy.com/khunkorn)
    ilustrasi macet (vecteezy.com/khunkorn)

    Menggunakan mobil baru untuk perjalanan yang terlalu dekat dapat membuat mesin tidak bekerja secara maksimal. Jarak tempuh yang singkat membuat suhu mesin belum mencapai kondisi ideal untuk beroperasi. Akibatnya, pembakaran bahan bakar menjadi kurang sempurna dan komponen mesin cepat aus.

    Selama 1.000 km pertama, kamu disarankan untuk menghindari perjalanan di bawah 5 km. Memberi jarak tempuh yang cukup memungkinkan mesin mencapai suhu kerja yang stabil. Dengan begitu, kamu membantu menjaga performa mesin tetap optimal dan memperpanjang usia kendaraan.

  4. 4. Menginjak pedal gas terlalu dalam

    Ilustrasi pedal gas mobil (pexels.com/Mikhail Nilov)
    Ilustrasi pedal gas mobil (pexels.com/Mikhail Nilov)

    Menekan pedal gas secara berlebihan dapat membuat laju mobil menjadi tidak terkendali. Kecepatan yang terlalu tinggi berisiko menimbulkan kecelakaan di jalan. Selain itu, akselerasi mendadak juga memberi beban berlebih pada komponen kendaraan.

    Kondisi ini berdampak langsung pada kinerja transmisi, khususnya pada mobil dengan transmisi manual. Perpindahan gigi yang dipaksa saat putaran mesin tinggi dapat mempercepat keausan. Oleh karena itu, kamu perlu menginjak pedal gas dengan halus agar mobil tetap aman dan awet.

  5. 5. Menyentuh red-line

    Ilustrasi lampu peringatan dashboard (pexels.com/Erik McLean)
    Ilustrasi lampu peringatan dashboard (pexels.com/Erik McLean)

    Mendengar suara mesin hingga mencapai putaran tertinggi memang bisa terasa memuaskan. Namun pada mobil baru, kebiasaan tersebut sebaiknya tidak dilakukan. Putaran mesin yang dipaksa hingga batas maksimal dapat memberi tekanan berlebih pada komponen internal.

    Apabila kamu sering membawa mesin ke titik red-line, risiko keausan akan terjadi lebih cepat dari seharusnya. Kondisi ini dapat menurunkan performa dan memperpendek usia pakai mesin. Untuk itu, kamu perlu menjaga putaran mesin tetap dalam batas wajar selama masa awal penggunaan.

    Merawat mobil baru sejak awal sangat menentukan keawetan dan performa kendaraan. Kamu perlu menghindari kebiasaan seperti menyalakan mesin terburu-buru, memindahkan gigi pada RPM tidak tepat, serta menginjak pedal gas dan red-line secara berlebihan. Dengan menerapkan cara berkendara yang benar, kamu dapat menjaga kondisi mesin tetap optimal selama masa pemakaian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More