4 Penyebab Roda Motor Terasa Tidak Lancar Saat Berputar, Harus Dicek!

- Putaran roda motor yang seret dapat terasa saat motor didorong, roda diputar manual, atau ketika kendaraan terasa lebih berat; kondisi ini berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan.
- Penyebab utama meliputi bearing aus atau rusak serta rem yang terus bergesekan, yang dapat memicu putaran kasar, panas berlebih, kelonggaran roda, dan keausan komponen.
- Tekanan ban rendah, pemasangan roda atau poros bermasalah, hingga velg bengkok juga dapat menghambat putaran; pemeriksaan dini dan penanganan teknisi diperlukan untuk komponen rusak.
Roda motor yang tidak berputar dengan lancar ternyata bisa menjadi tanda adanya masalah pada beberapa komponen penting di dalamnya. Kondisi ini pada umumnya bisa terasa pada saat motor didorong dalam keadaan mesin mati, roda diputar secara manual, atau pada saat motor digunakan dan terasa lebih berat dari biasanya.
Masalah yang ada sebetulnya tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena gesekan atau hambatan pada roda justru bisa mempengaruhi kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara. Dengan mengenali faktor penyebab sejak awal, maka pemeriksaan dan perbaikan dapat dilakukan sebelum kerusakannya berkembang menjadi lebih serius.
1. Bearing roda mulai rusak

ilustrasi ban motor (pexels.com/Rahul Soni) Bearing atau leher roda berfungsi untuk membantu roda berputar dengan lebih ringan dan minim gesekan pada bagian porosnya. Jika bearing mulai aus, kering, atau mengalami kerusakan pada bagian dalam, maka putaran rodanya akan terasa lebih berat, kasar, atau bahkan menimbulkan suara tertentu pada saat diputar.
Bearing yang bermasalah juga bisa membuat roda jadi terasa memiliki sedikit kelonggaran pada saat digerakkan dari sisi ke sisi. Jika kerusakannya sudah cukup parah, maka gesekan yang terjadi bisa meningkatkan panas dan pada akhirnya mempercepat kerusakan komponen yang ada di sekitar roda.
2. Rem mengalami gesekan berlebihan

ilustrasi motor matic (pexels.com/Markus Winkler) Komponen rem yang tidak bekerja dengan baik ternyata bisa membuat kanvas jadi harus bergesekan dengan cakram atau tromol, walau tuas rem tidak sedang ditekan. Gesekan secara berlebihan juga akan membuat roda terasa lebih berat pada saat diputar dan pada kondisi tertentu justru akan menyebabkan area menjadi jauh lebih panas dari biasanya.
Jika hal ini terus dibiarkan, maka gesekan terus-menerus akan mempercepat keausan pada kampas dan permukaan cakram atau tromol. Pada kondisi tertentu, panas yang berlebihan juga bisa menurunkan kinerja pengereman, sehingga risiko pada saat berkendara pun akan menjadi jauh lebih besar.
3. Tekanan ban tidak sesuai

ilustrasi ban motor (unsplash.com/Scorn Pion) Tekanan ban yang tetap terlalu rendah ternyata bisa meningkatkan bidang kontak antara ban dan permukaan jalan, sehingga roda memerlukan tenaga yang jauh lebih besar untuk bergerak. Kondisi ini akan membuat motor terasa lebih berat pada saat didorong atau ketika digunakan, terutama pada saat berakselerasi atau melaju pada kecepatan yang rendah.
Periksa tekanan ban secara rutin dengan menggunakan alat pengukur dan sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan motor. Jangan sampai hanya mengandalkan perkiraan dengan menekan permukaan bahan menggunakan tangan karena cara tersebut tidak bisa memberikan ukuran yang akurat.
4. Roda atau poros mengalami masalah

ilustrasi ban motor (pexels.com/Robert So) Roda yang tidak terpasang dengan tepat atau poros yang sudah mengalami masalah ternyata bisa menyebabkan posisi roda tidak bekerja sebagaimana mestinya. Kesalahan pemasangan juga bisa membuat komponen tertentu jadi terlalu tertekan, sehingga putaran rodanya akan terasa lebih seret dan tidak stabil pada saat diperiksa.
Selain pemasangan, velg yang bengkok akibat benturan keras juga turut membuat putaran roda tidak sempurna dan menimbulkan gesekan yang tidak seimbang. Coba perhatikan apakah memang ada roda yang terlihat bergoyang pada saat diputar atau terdapat bagian pelek yang tidak bergerak pada jalur yang semestinya.
Roda motor yang terasa tidak lancar pada saat berputar tidak selalu diakibatkan oleh satu komponen karena masalah bisa berasal dari bearing, sistem rem, tekanan bahan, hingga kondisi roda dan poros. Pemeriksaan sederhana bisa membantu untuk menemukan tanda awal, namun komponen yang mengalami kerusakan sebaiknya ditangani oleh teknisi agar tidak menimbulkan masalah baru. Semakin cepat penyebabnya diketahui, maka semakin kecil kemungkinan gangguan terus berkembang menjadi kerusakan serius.


















