Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Hal Ini Menentukan Motor Irit atau Borosnya Bahan Bakar
ilustrasi motor (unsplash.com/Claudio Schwarz)
  • Gaya berkendara agresif, putaran mesin tinggi, serta pola stop-and-go di lalu lintas kota membuat motor membutuhkan lebih banyak bahan bakar.
  • Kondisi mesin dan perawatan komponen seperti busi, filter udara, sistem injeksi, serta oli menentukan optimalnya pembakaran dan efisiensi bahan bakar.
  • Tekanan serta kondisi ban, beban bawaan, dan karakter jalan seperti tanjakan atau jalan rusak meningkatkan tenaga mesin yang dibutuhkan dan konsumsi bahan bakar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Motor bisa lebih boros bensin karena cara orang mengendarainya, mesin, ban, dan jalan. Kalau gas dibuka cepat dan sering berhenti, bensin lebih banyak habis. Mesin perlu dirawat. Ban harus pas anginnya. Membawa barang berat atau naik jalan menanjak juga membuat motor memakai lebih banyak bensin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Konsumsi bahan bakar menjadi salah satu pertimbangan penting untuk banyak pemilik motor, terutama bagi mereka yang menggunakannya untuk aktivitas sehari-hari. Dua motor dengan kapasitas mesin yang sama ternyata belum tentu memiliki konsumsi bahan bakar yang identik karena efisiensi bahan bakar tetap dipengaruhi oleh berbagai kondisi kendaraan dan cara penggunaannya.

Menilai konsumsi bahan bakar tidak cukup hanya dengan melihat angka yang tercantum dalam spesifikasi kendaraan karena penggunaan di jalan nyatanya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, pahami beberapa faktor berikut ini yang akan turut menentukan pengaruh konsumsi bahan bakar agar membantu pemilik dalam menjaga efisiensi, sekaligus mengenali pada saat terjadi perubahan yang tidak wajar.

1. Gaya berkendara dari pengendara

ilustrasi motor (unsplash.com/Roberto Nickson)

Cara pengendara dalam mengoperasikan motor sebetulnya menjadi salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar karena mesin memerlukan lebih banyak bahan bakar pada saat motor sering dipacu dengan akselerasi yang agresif. Pada saat membuka gas secara mendadak mempertahankan putaran mesin yang tinggi, atau melakukan pengereman dan akselerasi secara berulang maka bisa membuat energi dari bahan bakar tidak digunakan secara optimal.

Penggunaan motor dalam kota turut membuat gaya berkendara menjadi semakin penting karena kondisi lalu lintas sering memaksa pengendara untuk berhenti dan kembali bergerak dalam jarak pendek. Setiap kali motor berakselerasi dari kondisi diam, maka mesin memerlukan energi untuk bisa meningkatkan kecepatan, sehingga pola berhenti dan berjalan jadi terus-menerus meningkatkan konsumsi bahan bakar.

2. Kondisi dan perawatan mesin

ilustrasi bengkel motor (pexels.com/ali huzeyfe ermiş)

Kondisi mesin turut menentukan seberapa efisien bahan bakar diubah menjadi tenaga untuk menggerakkan motor. Berbagai komponen seperti busi, penyaring udara, sistem injeksi, dan oli harus berada dalam kondisi yang sesuai agar proses pembakaran dan kerja mesin tetap berlangsung dengan optimal.

Perawatan rutin turut membantu dalam memastikan perubahan konsumsi bahan bakar agar bisa diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Sebagai contoh, penyaring udara yang kotor bisa menghambat aliran udara menuju mesin, sedangkan kondisi busi yang tidak optimal bisa mengganggu proses pembakaran.

3. Tekanan dan kondisi ban

ilustrasi ban motor (pexels.com/Karan Mridha)

Ban yang memiliki tekanan tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan bisa mempengaruhi konsumsi bahan bakar karena perubahan tekanan bisa meningkatkan hambatan gulir antara ban dengan permukaan jalan. Ban yang kekurangan tekanan biasanya akan memiliki bidang kontak yang lebih besar, sehingga membuat mesin jadi harus menghasilkan tenaga lebih banyak untuk mempertahankan pergerakan motor.

Bukan hanya tekanan, namun kondisi fisik ban juga harus diperhatikan karena ban yang sudah aus, rusak, atau tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan turut mempengaruhi kenyamanan dan efisiensi dalam berkendara. Pemilik motor sebaiknya dapat memeriksa tekanan ban secara berkala dan menyesuaikan dengan rekomendasi pabrikan yang biasanya tercantum pada buku manual.

4. Beban dan kondisi jalan

ilustrasi membawa muatan (unsplash.com/John Esperancilla)

Semakin besar beban yang harus digerakkan, maka biasanya akan semakin besar pula tenaga yang dibutuhkan motor untuk melakukan akselerasi dan mempertahankan kecepatannya. Membawa penumpang, barang yang terlalu berat, atau terlalu banyak perlengkapan bisa membuat mesin jadi harus bekerja ekstra keras, terutama pada saat motor digunakan di kondisi jalanan menanjak atau kondisi lalu lintas yang padat.

Karakter jalan turut berpengaruh karena motor memerlukan tenaga yang lebih besar pada saat melewati tanjakan, jalan rusak, atau permukaan yang membuat hambatan perjalanan jadi semakin meningkat. Perjalanan dengan banyak tanjakan dan pemberhentian biasanya memerlukan energi yang jauh lebih besar dibandingkan perjalanan dengan jalan relatif datar atau arus lalu lintas yang lancar.

Konsumsi bahan bakar pada motor dipengaruhi oleh berbagai faktor berbeda seperti yang dijelaskan sebelumnya. Tidak heran apabila gaya berkendara yang sesuai dan perawatan mesin yang teratur bisa menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga efisiensi bahan bakar. Faktor-faktor yang ada agar pemilik motor bisa lebih mudah mengetahui penyebab pada saat kendaraan mulai mengalami pemborosan bahan bakar dari sebelumnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article