Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Teknologi Motor Balap yang Kini Dipakai Sehari-hari di Motor Harian

5 min read
7 Teknologi Motor Balap yang Kini Dipakai Sehari-hari di Motor Harian
Ilustrasi Touring (Pexels.com/Ene Marius)
  • Inovasi MotoGP diadaptasi ke motor harian dengan penyesuaian regulasi, keselamatan, dan kenyamanan; ECU menjadi pusat pemrosesan data sensor untuk mengatur performa serta berbagai sistem elektronik.

  • IMU enam sumbu membaca posisi dan gerakan motor secara real-time, lalu memasok data ke ECU agar kontrol traksi, wheelie control, dan respons motor bekerja lebih presisi.

  • Quick shifter, engine brake control, dan ABS cornering membantu perpindahan gigi, deselerasi, serta pengereman saat menikung agar stabilitas dan kontrol motor harian tetap terjaga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Teknologi motor balap yang kini dipakai sehari-hari mungkin gak kamu sadari sedang bekerja setiap kali kamu menyalakan mesin motor kesayanganmu. Pernahkah kamu bertanya-tanya, kenapa motor sport modern sekarang bisa se-presisi dan se-aman itu saat diajak menikung atau berakselerasi? Jawabannya ada di lintasan balap, Sob!

Banyak inovasi gila yang awalnya diciptakan untuk memboyong trofi MotoGP, ternyata diadaptasi ke motor produksi massal. Tentu saja, penerapannya sudah disesuaikan dengan regulasi, keselamatan, dan kenyamanan berkendara di jalan raya. Jadi, kamu bisa merasakan sensasi "pembalap" tanpa harus mengorbankan nyawa di aspal panas.

Penasaran fitur apa saja yang "turun gunung" dari MotoGP ke motor harianmu? Yuk, kita bedah satu per satu!

  1. 1. ECU (Electronic Control Unit)

    ilustrasi mesin motor mati (freepik.com/bublikhaus)
    ilustrasi mesin motor mati (freepik.com/bublikhaus)

    Sebelum kita bahas fitur-fitur pendukungnya, kamu harus kenalan dulu sama "komponen penting" dari motor modern: ECU (Electronic Control Unit). Komponen ini bekerja layaknya komputer canggih yang menerima dan mengolah berbagai data dari berbagai sensor di motor dalam hitungan milidetik.

    Di MotoGP, ECU menerima data dari berbagai sumber: posisi throttle, putaran mesin, posisi gigi, kecepatan roda depan dan belakang, sudut kemiringan motor, hingga suhu udara dan oli. Data tersebut kemudian diproses untuk mengatur suplai bahan bakar, waktu pengapian, respon throttle, pengereman mesin, kontrol traksi, wheelie control, hingga launch control.

    Konsep pengolahan data real-time ini kemudian berkembang pada motor produksi. ECU modern pada motor sport harian bekerja dengan prinsip yang sama, memastikan setiap komponen bekerja dengan lancar untuk memberikan performa terbaik sekaligus menjaga keselamatan kamu di jalan raya.

  2. 2. IMU (Inertial Measurement Unit)

    ilustrasi mesin motor (pexels.com/Andrea Piacquadio)
    ilustrasi mesin motor (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    IMU (Inertial Measurement Unit) berperan menyediakan informasi detail mengenai kondisi dan gerakan motor. IMU bertugas mengukur pergerakan kendaraan, termasuk sudut kemiringan serta gerakan motor pada enam sumbu berbeda.

    Kita ambil contoh pada motor modern seperti Ducati Streetfighter V2, IMU enam sumbu berperan membaca posisi motor secara real-time. Jadi, informasi ini kemudian dikirimkan ke ECU untuk menyesuaikan respon motor dengan kondisi yang sedang dihadapi.

    Berkat IMU, sistem elektronik motor tidak hanya mengetahui seberapa besar throttle dibuka lho, tetapi juga bisa memperhitungkan posisi motor ketika berakselerasi, mengerem, maupun menikung. Kemampuan membaca kondisi motor secara real-time inilah yang membuat berbagai sistem elektronik bisa bekerja jauh lebih presisi dan adaptif.

  3. 3. Kontrol traksi, biar ban gak nge-spin sembarangan

    Kontrol traksi pada motor yang ada di speedometer
    Kontrol traksi pada motor (dok. dealeryamaha.co.id)

    Pernah gak sih kamu buka gas agak agresif di jalan licin, eh ban belakang malah nge-spin dan motor oleng? Nah, di MotoGP, tenaga mesin yang gila-gilaan sering bikin roda belakang kehilangan cengkeraman. Untuk mengatasinya, diciptakanlah Traction Control (Kontrol Traksi).

    Sistem ini memantau kecepatan roda depan dan belakang, posisi throttle, putaran mesin, serta sudut kemiringan motor. Kalau terdeteksi potensi kehilangan traksi, ECU akan langsung mengurangi tenaga yang disalurkan ke roda belakang melalui pengaturan waktu pengapian, injeksi bahan bakar, atau respons throttle.

    Di motor harian, fitur ini adalah malaikat penyelamat, lho! Kamu bisa atur level-nya sesuai kondisi jalan. Misalnya enam tingkat untuk kondisi kering dan dua tingkat untuk kondisi basah, sehingga kamu selalu punya kontrol lebih baik di berbagai situasi.

  4. 4. Wheelie Control, bikin roda depan tetap terkendali

    Ilustrasi ban pada roda motor (unsplash.com/Vlad Kutepov)
    Ilustrasi ban pada roda motor (unsplash.com/Vlad Kutepov)

    Akselerasi brutal di lintasan balap sering bikin roda depan ngangkat alias wheelie. Di tangan pembalap pro, ini bisa diatur dengan menggeser bobot tubuh. Tapi kalau dilakukan di jalan raya oleh kita yang bukan pembalap profesional? Bahaya, Sob!

    Makanya, ada Wheelie Control. Bekerja sama dengan IMU, sistem ini memanfaatkan informasi dari berbagai sensor untuk mengetahui gerakan motor. Ketika sistem mendeteksi roda depan mulai terangkat secara berlebihan, ECU akan mengurangi tenaga atau torsi mesin sehingga motor lebih mudah dikendalikan.

    Fitur ini memang dirancang untuk menjaga wheelie tetap terkendali sekaligus mempertahankan kemampuan akselerasi motor. Efeknya, akselerasi tetap ngebut, tapi kamu tetap pegang kendali penuh tanpa harus takut motor kehilangan keseimbangan.

  5. 5. Quick Shifter, ganti gigi sat-set tanpa kopling

    ilustrasi mengendarai motor kopling (unsplash.com/Kody Goodson)
    ilustrasi mengendarai motor kopling (unsplash.com/Kody Goodson)

    Kalau kamu sering riding di jalan tol atau jalanan menanjak, fitur ini wajib kamu manfaatkan. Quick Shifter memungkinkan kamu oper gigi lebih cepat tanpa penggunaan kopling secara manual pada kondisi tertentu.

    Di MotoGP, fitur ini membantu pembalap menghemat waktu sepersekian detik saat masuk tikungan. Di motor harian, contohnya sistem seperti Ducati Quick Shift (DQS) EVO 2 memanfaatkan informasi mengenai kondisi motor, termasuk sudut kemiringan, ketika mengatur perpindahan gigi.

    Contoh lainnya adalah pada Yamaha. Yamaha memiliki sistem QSS (Quick Shift System) yang juga berfungsi agar pengendara motor kopling bisa mengoper gigi tanpa perlu menekan tuas kopling.

    Penggunaan fitur ini tentunya akan membantu menjaga stabilitas motor ketika perpindahan gigi dilakukan saat menikung. Jadi Quick shifter ini memberikan keuntungan saat kamu butuh perpindahan gigi secara cepat, dengan karakter yang sudah disesuaikan untuk penggunaan sehari-hari.

  6. 6. Engine Brake Control, Deselerasi Mulus Tanpa Slip

    Ilustrasi rem motor (freepik.com/freepik)
    Ilustrasi rem motor (freepik.com/freepik)

    Gak cuma soal ngebut, ngerem juga butuh seni. Saat kamu menutup gas, mesin menghasilkan efek pengereman yang dikenal sebagai engine braking. Dalam kondisi tertentu, efek ini bisa memengaruhi kestabilan roda belakang, terutama ketika motor memasuki tikungan.

    Di MotoGP, sistem engine braking management digunakan untuk mengatur seberapa besar mesin menahan laju motor ketika throttle ditutup. ECU menyesuaikan berbagai parameter untuk membantu menjaga kestabilan roda belakang saat deselerasi.

    Konsep serupa diterapkan pada motor harian melalui engine brake control. Sistem ini mempertimbangkan parameter seperti sudut kemiringan, posisi throttle, gigi yang digunakan, serta perlambatan poros engkol. Data tersebut digunakan untuk mengatur respon sistem sehingga gaya yang diterima ban belakang bisa dikelola dengan lebih baik. Sehingga hasilnya, deselerasi mulus dan motor tetap stabil!

  7. 7. ABS Cornering, pengereman jadi aman meski posisi lagi miring

    ilustrasi rem ABS (unsplash.com/Harley-Davidson)
    ilustrasi rem ABS (unsplash.com/Harley-Davidson)

    Ini dia fitur keselamatan yang paling krusial. Perlu digarisbawahi, ada perbedaan penting antara teknologi MotoGP dan motor jalan raya: motor MotoGP tidak menggunakan ABS karena pembalap butuh "feel" pengereman yang murni. Sebaliknya, ABS cornering menjadi salah satu teknologi keselamatan paling penting di motor produksi modern.

    Perlu kamu ketahui, sistem ini memanfaatkan informasi dari IMU mengenai kondisi motor, termasuk ketika kendaraan sedang dalam posisi miring, untuk mengoptimalkan pengereman.

    Sistem ini juga membantu mempertahankan kestabilan saat pengereman serta mengurangi risiko roda kehilangan traksi ketika pengereman dilakukan di tikungan. Dengan karakter ini, teknologi pengereman pada motor produksi menunjukkan bagaimana sistem elektronik bisa disesuaikan untuk menghadapi situasi yang umum terjadi di jalan raya.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More