Menikmati sensasi berkendara dengan kecepatan tinggi di lintasan lurus sering kali memberikan kepuasan tersendiri bagi para pencinta aktivitas touring. Ketika tuas gas diputar lebih dalam, fokus perhatian secara alami akan langsung tertuju pada satu titik mati di ujung jalanan yang berada jauh di depan.
Namun, di balik keseruan tersebut, ada bahaya biologis yang mengintai indra penglihatan pengendara sepeda motor. Fenomena yang dikenal sebagai efek visual tunneling atau penglihatan terowongan ini secara ilmiah memaksa mata kehilangan kemampuan memantau situasi sekitar, sehingga menciptakan area kebutaan baru yang sangat berisiko memicu kecelakaan fatal.
Berikut adalah analisis sains mengenai penyusutan sudut pandang akibat kecepatan serta taktis melatih otot mata untuk mengatasinya.
