Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Motor Bebek Masih Diminati di Indonesia? Ini Faktanya
ilustrasi motor bebek Honda Suptra GTR 150 (astra-honda.com)
  • Data AISI menunjukkan pasar motor bebek hanya sekitar 4 persen, tertinggal jauh dari motor matic 92 persen.

  • Namun, motor bebek meski masih diminati terutama di luar Jawa dan pedesaan.

  • Motor bebek bekas tetap dicari karena harga terjangkau, mesin bertenaga, suku cadang melimpah, dan irit bahan bakar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Coba perhatikan jalanan di sekitar, mungkin kamu lebih sering melihatan motor matik di jalanan. Baik itu Honda BeAT, Suzuki Nex II, maupun Yamaha Nmax. Nah, kalau sadar, populasi motor bebek seperti Yamaha Jupiter Z, Suzuki Smash, dan Honda Supra X kini menurun. Padahal era 2000 hingga 2010-an awal, motor bebek adalah raja jalanan.

Dari fakta tersebut alhasil muncul satu pertanyaan, apakah motor bebek masih diminati di Indonesia? Pasalnya, kini motor bebek seakan-akan menjadi anak tiri dan selalu kalah dari motor matik yang makin merajalela. Yuk, cari tahu jawaban lengkapnya di bawah ini!

1. Apakah motor bebek masih diminati?

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), pasar motor bebek di Indonesia hanya sekitar 4 persen. Jauh lebih rendah dari motor matik yang tembus 92 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa motor bebek terus anjlok di pasaran. Artinya, orang-orang mulai tak membeli motor bebek dan beralih ke motor matik.

Meski begitu, bukan berarti motor bebek benar-benar musnah atau hilang dari pasaran. Motor bebek masih memiliki pasarnya tersendiri, khususnya di luar Pulau Jawa dan daerah pedesaaan. Motor bebek dianggap lebih kuat, durable, dan irit bahan bakar sehingga segelintir orang masih membelinya. Jika melihat keluar Indonesia, pasar motor bebek di negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam juga masih cukup besar.

Berbagai produsen besar, seperti Honda dan Yamaha, masih memproduksi motor bebek tiap tahunnya. Mereka terus merilis model terbaru seperti Yamaha MX King dan Honda Supra GTR. Sayangnya, demand terhadap motor bebek memang menurun drastis. Produsen juga kesulitan menjual motor bebek dan mau tidak mau mereka harus menurunkan produksinya.

2. Motor bebek bekas masih jadi pilihan beberapa orang

ilustrasi motor bebek Honda Supra X 125 FI (astra-honda.com)

Di tengah motor matik yang merajalela, penjualan motor bebek bekas masih cukup oke. Fenomena tersebut terjadi di banyak daerah, salah satunya DKI Jakarta. Pamor motor bebek bekas bisa meningkat karena beberapa faktor, seperti harga terjangkau, mesin bertenaga, suku cadang berlimpah, dan keiritan bahan bakar.

Di berbagai showroom motor bekas, pembeli motor bebek umumnya adalah ojek pangkalan, pekerja lapangan, pelajar, mahasiswa, atau orang yang baru belajar motor. Tak cuma itu, motor bebek bekas juga populer di kalangan petani dan penjual galon. Tiap harinya mereka mengangkut galon dan hasil panen menggunakan motor bebek.

3. Mengapa pamor motor bebek semakin menurun?

Penurunan pamor motor bebek tidak terjadi semalaman atau secara tiba-tiba. Hal tersebut merupakan fenomena yang terjadi secara perlahan selama bertahun-tahun. Penurunan pamor motor bebek juga dipengaruhi oleh banyak hal, berikut beberapa di antaranya:

  • Motor matik lebih variatif, desainnya modern, dan penggunaannya lebih mudah dari motor bebek

  • Motor bebek dianggap kalah fitur dari motor matik, baik terkait pengereman, speedometer, hingga efisiensi bahan bakar

  • Motor bebek dianggap minim teknologi sehingga muncul stigma bahwa motor bebek adalah motor yang ketinggalan zaman

  • Motor bebek punya bagasi yang sangat sempit. Hal tersebut berbeda dari motor matik yang bagasinya sangat luas, bahkan bisa menyimpan helm

  • Motor bebek dianggap sebagai motor orang miskin atau kendaraan bagi kalangan kurang mampu.

  • Motor bebek punya desain terbuka sehingga tidak memiliki pijakan kaki yang luas. Alhasil, pengendara cepat pegal dan tak bisa mengubah posisi kaki.

4. Nasib motor bebek pada 2026

ilustrasi motor bebek Honda Revo X (astra-honda.com)

Pada 2026, motor bebek tetap dijual dan kamu bisa membelinya secara cash atau kredit. Jika bujet tipis motor bebek bekas juga bisa jadi pilihan. Selain itu, peminat motor bebek juga makin bergeser pada 2026.

Rifki Maulana selaku Public Relation, YRA & Community YIMM menjelaskan bahwa beberapa model motor bebek Yamaha seperti Jupiter Z1 dan Vega Force jadi yang paling laris. Untuk motor bebek sporty yang lebih mahal, seperti Jupiter MX King 150, biasanya hanya dibeli oleh penghobi.

Motor bebek juga masih memiliki penggemar loyal yang enggan berpindah haluan ke matik. Bagi perusahaan seperti Yamaha, penjualan motor bebek (meski tidak besar) juga masih cukup menjanjikan. Pada beberapa tahun terakhir tren penjualan motor bebek juga cenderung stabil, bahkan sempat mengalami kenaikan. Karena itu, motor bebek tetap akan bertahan dan berjalan beriringan dengan motor matic.

Apakah motor bebek masih diminati di Indonesia? Jawabannya masih, tapi peminatnya menurun secara drastis. Bagaimana menurutmu?

Curated For You

Editorial Team

Related Article