- Motor kehilangan keseimbangan, terutama ketika pengendara tidak mampu mempertahankan posisi roda depan.
- Risiko terjatuh lebih besar jika gas terlalu besar atau roda depan turun secara tiba-tiba.
- Sulit melakukan pengereman, karena roda depan yang terangkat tidak dapat bekerja seperti kondisi normal.
- Membahayakan pengguna jalan lain, terutama jika pengendara kehilangan kendali dan motor bergerak ke jalur kendaraan lain.
- Berpotensi ditindak petugas, petugas kepolisian semakin ketat menertibkan aksi-aksi berbahaya di jalan raya. Selain tilang, motor kamu bisa saja ditahan sebagai barang bukti, apalagi jika ada laporan dari warga yang merekam aksimu dan viral di media sosial.
Aturan Wheelie di Jalan Raya, Apakah Boleh Dilakukan? Ini Risikonya!

Wheelie adalah teknik mengangkat roda depan motor hingga bertumpu pada roda belakang, yang membutuhkan kontrol gas, keseimbangan, dan posisi tubuh sangat baik.
Wheelie tidak diperbolehkan di jalan raya karena berpotensi membahayakan dan mengganggu pengguna jalan, bertentangan dengan kewajiban berkendara wajar, fokus, serta mengutamakan keselamatan.
Risikonya meliputi kehilangan keseimbangan, jatuh, sulit mengerem, membahayakan orang lain, hingga penindakan polisi; latihan sebaiknya dilakukan di area tertutup dengan perlengkapan keselamatan.
Take a Deeper Reads

Aturan wheelie di jalan raya perlu dipahami oleh pengendara sepeda motor yang suka melakukan aksi mengangkat roda depan saat berkendara. Meski sering dilakukan untuk gaya, hiburan, atau membuat konten media sosial, wheelie di jalan raya dapat membahayakan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.
Aksi tersebut juga bukan sekadar soal kemampuan mengendalikan motor. Ketika dilakukan di jalan umum, pengendara tetap harus memperhatikan aturan lalu lintas dan keselamatan. Bahkan, Korlantas Polri pernah menindak pengendara yang melakukan wheelie di jalan raya setelah aksinya direkam dan viral di media sosial.
Lantas, apakah wheelie di jalan diperbolehkan? Apa saja risikonya bagi pengendara? Simak penjelasannya berikut ini.
Table of Content
1. Apa itu Wheelie?

Ilustrasi seseorang melakukan Wheelie di jalan raya (dok. Unsplash/Colin Llyod) Wheelie adalah teknik mengendarai sepeda motor dengan mengangkat roda depan dari permukaan jalan sehingga kendaraan hanya bertumpu pada roda belakang.
Teknik ini biasanya dilakukan oleh pengendara yang ingin menunjukkan kemampuan mengendalikan motor. Namun, wheelie membutuhkan kontrol terhadap gas, keseimbangan, dan posisi tubuh yang baik. Atraksi ini biasanya dilakukan pembalap MotoGP atau Motor Trail di arena khusus. Jika dilakukan di jalan umum, kesalahan sedikit saja dapat membuat motor kehilangan keseimbangan.
Karena itu, wheelie lebih tepat dilakukan di area yang memang diperuntukkan untuk latihan atau aktivitas berkendara, bukan di tengah lalu lintas umum.
2. Aturan Wheelie di jalan, apakah boleh dilakukan?

Ilustrasi seseorang melakukan Wheelie di jalan raya (dok. Pexels/Samer Bououd) Tidak diperbolehkan melakukan wheelie di jalan raya, karena aksi tersebut dapat membahayakan keselamatan atau mengganggu pengguna jalan lainnya.
Dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pengemudi juga diwajibkan mengemudikan kendaraan dengan wajar dan penuh konsentrasi serta mengutamakan keselamatan.
Artinya, aksi berkendara yang membuat kendaraan sulit dikendalikan atau membahayakan pengguna jalan dapat berujung pada penindakan sesuai pelanggaran yang ditemukan.
3. Apa saja risiko melakukan Wheelie di jalan?

Ilustrasi jatuh dari motor trail (dok. Pexels/Miguel Guerra) Melakukan wheelie di jalan umum memiliki risiko yang cukup besar, karena kendaraan sedang berada dalam kondisi yang tidak stabil. Beberapa risikonya antara lain:
Risiko tersebut menjadi lebih besar ketika wheelie dilakukan di jalan yang ramai. Pengendara tidak hanya perlu mengendalikan motor, tetapi juga harus memperhitungkan kendaraan, pejalan kaki, kondisi jalan, dan situasi lalu lintas di sekitarnya.
4. Kalau ingin latihan wheelie, pilih tempat yang tepat

Ilustrasi seseorang melakukan Wheelie (dok. Unsplash/Hasan Gulec) Jika wheelie dilakukan sebagai bagian dari latihan kemampuan berkendara, sebaiknya kamu jangan melakukan di jalan raya. Pilih area tertutup atau fasilitas yang memang memungkinkan aktivitas tersebut dilakukan dengan pengawasan dan perlengkapan keselamatan yang memadai.
Perlu dicatat juga, pengendara juga perlu menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm dan perlindungan tubuh yang sesuai. Dengan begitu, latihan tidak mengganggu pengguna jalan umum dan risiko kecelakaan dapat ditekan.
Pada akhirnya, kemampuan melakukan wheelie tidak menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan. Jalan raya digunakan bersama, sehingga setiap pengendara tetap harus mengutamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.



















