ilustrasi touring motor (unsplash.com/Ambitious Studio* | Rick Barrett)
Jika ada anggota rombongan yang menunjukkan tanda heat stroke, segera hentikan perjalanan di lokasi aman dan hubungi layanan medis darurat. Pindahkan orang tersebut ke tempat teduh atau ruangan berpendingin, lepaskan pakaian luar yang berlebihan, lalu lakukan pendinginan secepat mungkin menggunakan air dingin, kain basah, atau kompres dingin pada leher, ketiak, dan selangkangan. Heat stroke merupakan keadaan darurat medis sehingga bantuan profesional tidak boleh ditunda.
Jika korban kebingungan, kejang, atau kehilangan kesadaran, jangan memberikan minuman karena berisiko tersedak. Jangan pula meninggalkannya sendirian. Teruskan upaya pendinginan sambil menunggu pertolongan. Apabila orang tersebut hanya mengalami gejala kelelahan akibat panas dan masih sadar penuh, istirahatkan di tempat sejuk dan berikan air minum sedikit demi sedikit. Jika kondisinya memburuk atau tidak segera membaik, cari bantuan medis.
Untuk mencegah heat stroke saat touring, minumlah secara berkala, gunakan pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca, dan jadwalkan istirahat di tempat teduh. Hindari memaksakan perjalanan ketika tubuh mulai terasa tidak nyaman. Keselamatan rombongan harus lebih penting daripada mengejar waktu tiba di tujuan.