Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bahaya Membiarkan Aki Tekor di Motor: Ini Efek Buruknya
ilustrasi aki motor (pexels.com/lucas)
  • Aki tekor memaksa kiprok bekerja berlebihan hingga panas berlebih, menyebabkan kerusakan serius dan biaya perbaikan jauh lebih mahal dibanding mengganti aki baru.
  • Kondisi aki lemah mengacaukan pasokan listrik ke sistem injeksi, membuat motor tersendat, kehilangan tenaga, bahkan bisa mogok mendadak di jalan.
  • Aki rusak berisiko bocor cairan asam korosif yang dapat merusak cat dan sasis motor, menimbulkan karat serta membahayakan keselamatan berkendara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada motor yang aki-nya lemah dan tidak diganti. Kalau dibiarkan, mesin motor bisa rusak. Bagian kiprok jadi panas dan bisa jebol. Motor juga bisa mogok karena listriknya tidak stabil. Kadang aki bisa bocor cairan asam yang bikin besi motor berkarat. Sekarang orang diingatkan supaya cepat ganti aki kalau sudah tekor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Aki merupakan komponen vital yang berfungsi sebagai pusat penyimpanan dan penyalur energi listrik pada setiap sepeda motor. Sayangnya, tidak sedikit pemilik kendaraan roda dua yang cenderung mengabaikan kondisi kesehatan peranti penyimpan daya ini ketika mulai melemah. Banyak orang memilih untuk menunda penggantian dan membiarkan aki yang sudah tekor tetap terpasang di dalam kompartemen motor dalam waktu yang lama.

Kebiasaan membiarkan aki mati tetap bersarang di dalam motor sering kali dianggap sepele karena mesin masih bisa dihidupkan menggunakan tuas engkol. Padahal, tindakan menunda penyelesaian masalah ini menyimpan berbagai risiko kerusakan tersembunyi yang siap menyerang komponen kelistrikan lainnya. Ada efek domino yang merugikan bagi kesehatan sepeda motor jika komponen yang sudah soak ini terus dibiarkan tanpa ada tindakan perbaikan.

1. Merusak komponen sistem pengisian dan memperpendek umur kiprok

ilustrasi aki motor bermasalah (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Ketika aki di dalam motor berada dalam kondisi tekor atau soak, sel-sel di dalamnya kehilangan kemampuan untuk menyimpan arus listrik secara normal. Kondisi ini membuat sistem pengisian motor, terutama komponen kiprok atau regulator, harus bekerja ekstra keras tanpa henti untuk menyuplai listrik. Kiprok akan terus-menerus mengirimkan arus besar dengan harapan dapat mengisi daya aki yang sebenarnya sudah tidak mampu menampung energi lagi.

Beban kerja yang terlampau berat dan berlangsung secara terus-menerus ini akan membuat suhu operasional kiprok menjadi sangat panas melampaui batas normal. Panas berlebih yang tidak terkendali pada akhirnya akan membakar sirkuit di dalam kiprok, sehingga komponen tersebut menjadi rusak atau jebol. Jika kiprok sudah mengalami kerusakan, biaya perbaikan yang harus dikeluarkan dipastikan akan membengkak jauh lebih mahal daripada harga sebatang aki baru.

2. Mengganggu kinerja sistem injeksi dan memicu motor mogok mendadak

ilustrasi aki motor (freepik.com/senivpetro)

Sepeda motor modern saat ini sebagian besar sudah mengadopsi sistem pembakaran injeksi yang sangat bergantung pada kestabilan pasokan arus listrik. Komponen komputer motor atau engine control unit memerlukan tegangan listrik yang stabil dari aki untuk mengatur waktu pengapian dan semprotan bahan bakar. Membiarkan aki tekor tetap terpasang akan membuat pasokan listrik ke komputer motor menjadi tidak stabil dan penuh dengan hambatan.

Ketidakstabilan arus ini akan mengganggu kinerja sensor-sensor injeksi dan membuat pasokan bensin ke dalam ruang bakar menjadi kacau. Efek nyata yang akan dirasakan di jalanan adalah tarikan motor yang terasa tersendat-sendat, tenaga mesin loyo, hingga risiko motor mogok secara mendadak di tengah kemacetan. Dalam skenario terburuk, fluktuasi tegangan listrik yang tidak beraturan tersebut bahkan dapat merusak modul komputer mesin yang harganya sangat mahal.

3. Risiko kebocoran cairan kimia asam yang merusak sasi kendaraan

Photo aki motor (pixabay.com/ralphs_photo)

Dampak buruk fisik yang tidak kalah mengerikan dari membiarkan aki tekor terlalu lama adalah potensi terjadinya kerusakan pada struktur baterai itu sendiri. Aki yang dipaksa menerima arus pengisian secara terus-menerus dalam kondisi rusak dapat mengalami gejala menggelembung atau membengkak karena panas. Tekanan udara yang tinggi di dalam kotak baterai ini berisiko memicu kebocoran cairan kimia asam sulfat melalui lubang ventilasi atau retakan dinding.

Cairan asam yang keluar dari tangki aki tersebut memiliki sifat korosif yang sangat tinggi jika mengenai permukaan benda lain. Jika cairan berbahaya ini menetes ke bawah, lapisan cat pada sasis atau rangka motor akan mengelupas dan memicu munculnya karat dengan sangat cepat. Keroposnya rangka kendaraan akibat korosi air aki tentu menjadi ancaman serius bagi keselamatan berkendara karena dapat membuat struktur motor patah saat melaju.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article