Kebiasaan Salah Memegang Setir Mobil, Membahayakan Keselamatan

- Cara memegang setir yang keliru dapat mengurangi kontrol kendaraan dan memperlambat respons saat menghadapi situasi darurat.
- Memegang setir satu tangan di atas berisiko membatasi manuver serta menyebabkan tangan terhempas ke wajah ketika airbag mengembang.
- Posisi tangan di dalam atau bawah setir dapat memicu cedera dan memperlambat respons; posisi jam sembilan dan tiga menjaga kendali maksimal.
Kesadaran akan keselamatan berkendara sering kali terabaikan dari hal paling mendasar, yaitu cara memegang lingkar kemudi. Banyak pengemudi yang tanpa sadar menerapkan kebiasaan memegang setir yang keliru demi mengejar rasa nyaman atau sekadar gaya.
Kebiasaan buruk tersebut sebenarnya sangat berbahaya karena dapat mengurangi kontrol penuh atas kendaraan saat menghadapi situasi darurat. Memahami berbagai posisi tangan yang salah menjadi langkah awal untuk memperbaiki teknik berkendara agar lebih aman di jalan raya.
1. Posisi jam dua belas atau memegang setir dengan satu tangan

Memutar atau menahan lingkar kemudi hanya dengan satu tangan di posisi paling atas menjadi kebiasaan salah yang paling sering dijumpai. Gaya menyetir seperti ini sangat membatasi jangkauan gerak tangan ketika harus melakukan manuver menghindar secara mendadak.
Selain memangkas refleks kendali, meletakkan tangan tepat di tengah atas setir juga berisiko tinggi memicu cedera parah. Saat kantong udara keselamatan atau airbag mengembang akibat benturan, tekanan ledakannya dapat menghantam tangan dan menghempaskannya keras ke arah wajah pengemudi.
2. Posisi menyilangkan tangan di bagian dalam lingkar kemudi

Kebiasaan memasukkan telapak tangan ke arah dalam bingkai setir saat hendak memutar kemudi merupakan tindakan yang sangat berbahaya. Teknik yang sering disebut sebagai jempol dalam ini kerap dilakukan pengemudi karena dianggap lebih ringan saat membelokkan kendaraan.
Posisi ini membuat pergelangan tangan terperangkap di dalam bingkai setir jika roda kendaraan mendadak menghantam lubang atau batu besar. Putaran balik kemudi secara liar dapat mematahkan tulang tangan atau jari sebelum sempat dilepaskan dari sela-sela lingkar kemudi.
3. Posisi memegang bagian bawah setir atau jam enam

Memegang bagian bawah lingkar kemudi dengan kedua tangan sering dilakukan saat merasa lelah atau melaju di jalan lurus yang lengang. Posisi ini membuat otot bahu dan lengan menjadi sangat rileks, namun justru melemahkan kesiapsiagaan dalam merespons bahaya secara cepat.
Sudut gerak tangan dari posisi bawah sangat terbatas sehingga membuang waktu berharga saat harus memutar setir dalam hitungan detik. Pengemudi disarankan untuk selalu menerapkan posisi jam sembilan dan tiga demi menjaga keseimbangan kendali serta jangkauan manuver yang maksimal.



















