Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bensin Tercampur Air? Kenali Gejalanya di Mesin Motor

2 min read
Bensin Tercampur Air? Kenali Gejalanya di Mesin Motor
ilustrasi motor mogok (unsplash.com/John Canelis)
  • Air dapat masuk ke tangki akibat tutup atau ventilasi bermasalah, kehujanan, maupun bensin terkontaminasi; karena lebih berat, air mengendap di dasar tangki.
  • Gejalanya meliputi mesin brebet saat digas, tenaga hilang, akselerasi tersendat, serta motor sulit dinyalakan atau tiba-tiba mati karena air tidak bisa terbakar.
  • Gejala serupa juga dapat berasal dari komponen lain; pemeriksaan sampel bensin diperlukan. Jika ada lapisan air, tangki perlu dikuras dan sistem bahan bakar diperiksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Air yang masuk ke dalam tangki bensin bisa menjadi masalah yang cukup mengganggu performa motor. Kondisi ini dapat terjadi karena tutup tangki atau sistem ventilasi bermasalah, motor sering kehujanan, atau bahan bakar yang terkontaminasi saat pengisian.

Berbeda dari bensin, air tidak bercampur secara sempurna dengan bahan bakar. Air memiliki massa jenis lebih tinggi sehingga cenderung mengendap di bagian bawah tangki. Ketika ikut masuk ke sistem bahan bakar, air bisa membuat proses pembakaran terganggu dan memunculkan beberapa gejala.

  1. 1. Mesin mulai brebet saat digas

    ilustrasi naik motor
    ilustrasi naik motor (pexels.com/Markus Winkler)

    Gejala yang cukup mudah dirasakan adalah mesin brebet ketika grip gas diputar. Motor mungkin masih bisa menyala dan digunakan, tetapi respons mesinnya terasa tersendat, terutama ketika membutuhkan tambahan tenaga saat berakselerasi.

    Kondisi tersebut terjadi karena air tidak dapat terbakar seperti bensin. Jika air ikut masuk ke saluran bahan bakar dan mencapai ruang bakar, campuran yang masuk ke mesin tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya. Mesin akhirnya bisa kehilangan tenaga atau terasa seperti kehabisan bensin meskipun bahan bakar di dalam tangki masih cukup.

  2. 2. Motor sulit hidup atau tiba-tiba mati

    Ilustrasi memanaskan mesin motor (pexels.com/Pragyan Bezbaruah)
    Ilustrasi memanaskan mesin motor (pexels.com/Pragyan Bezbaruah)

    Air yang sudah mencapai saluran bahan bakar juga dapat membuat motor lebih sulit dinyalakan. Mesin mungkin membutuhkan beberapa kali percobaan sebelum hidup atau hanya menyala sebentar kemudian mati kembali. Jika jumlah air yang masuk cukup banyak, gangguan ini bisa semakin terasa.

    Selain sulit hidup, putaran mesin saat langsam juga dapat menjadi tidak stabil. Namun, gejala tersebut tidak selalu berarti bensin tercampur air karena masalah aki, busi, injektor, pompa bensin, atau sistem pengapian juga dapat menimbulkan tanda serupa. Karena itu, pemeriksaan perlu dilakukan sebelum langsung menyimpulkan penyebabnya.

  3. 3. Tenaga turun dan air mengendap di tangki

    ilustrasi tangki motor
    ilustrasi tangki motor (pexels.com/Ravi Roshan)

    Motor yang mengalami kontaminasi air pada bahan bakar dapat terasa lebih loyo ketika digunakan. Akselerasi tidak lagi responsif dan mesin bisa tersendat ketika melewati putaran tertentu. Jika gejala muncul setelah motor terkena hujan deras atau selesai mengisi bensin di tempat yang kualitas bahan bakarnya diragukan, bagian tangki dan sistem bahan bakar patut diperiksa.

    Salah satu cara memastikan adanya air adalah memeriksa sampel bahan bakar dari tangki. Air cenderung berada di bagian bawah dan dapat terlihat sebagai lapisan terpisah dari bensin. Jika ditemukan air dalam jumlah cukup banyak, tangki sebaiknya dikuras dan sistem bahan bakar diperiksa. Jangan terus memaksa motor digunakan karena air yang masuk ke jalur bahan bakar dapat membuat mesin semakin sulit bekerja normal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More