Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BYD Atto 1 Generasi Kedua Berubah Jadi Penggerak Roda Belakang

3 min read
BYD Atto 1 Generasi Kedua Berubah Jadi Penggerak Roda Belakang
Mitsubishi Grandis (PT MMKSI)
  • BYD Seagull atau Atto 1 generasi kedua di China beralih dari penggerak roda depan ke roda belakang, dengan motor 95 kW atau 127 hp dan kecepatan maksimum 150 km/jam.
  • Pemindahan motor ke belakang membuka ruang frunk di depan, disertai suspensi belakang multi-link, ban lebih lebar, serta pembaruan interior dan gagang pintu semi-tersembunyi.
  • Model baru ini memiliki kemiripan teknis dengan Geely EX2, sementara BYD belum mengumumkan harga, jadwal peluncuran, kapasitas frunk, maupun detail resmi pengisian daya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

BYD Seagull atau dikenal juga BYD Atto 1 generasi kedua kembali menjadi sorotan setelah diperlihatkan di China dengan perubahan besar pada sektor teknis. Mobil listrik mungil ini kini mengadopsi penggerak roda belakang, berbeda dari generasi sebelumnya yang menggunakan penggerak roda depan.

Selain perubahan sistem penggerak, BYD juga menghadirkan sejumlah pembaruan lain. Salah satunya adalah ruang bagasi depan atau frunk yang muncul berkat pemindahan motor listrik ke bagian belakang. Informasi tersebut dilaporkan oleh CarNewsChina.com berdasarkan pengungkapan terbaru di China.

  1. 1. Motor pindah ke belakang dengan tenaga lebih besar

    Screen Shot 2025-07-23 at 11.23.08 PM.png
    BYD Atto 1 (byd.com)

    Generasi pertama BYD Seagull menggunakan motor listrik 55 kW yang dipasang di bagian depan dan menggerakkan roda depan. Pada generasi kedua, unit penggerak dipindahkan ke as roda belakang. Data regulasi MIIT mencatat motor berkode TZ164XYB tersebut diproduksi Zhengzhou BYD Auto dan memiliki tenaga 95 kW atau sekitar 127 hp.

    Peningkatan tenaga tersebut juga berdampak pada kemampuan mobil. Kecepatan maksimum yang tercatat naik menjadi 150 km per jam. Tidak hanya sistem penggerak, bagian kaki-kaki turut berubah karena suspensi belakang model torsion beam diganti menjadi suspensi independen multi-link. Ban yang digunakan juga lebih lebar, yakni 205/60 R16, dibandingkan ukuran 165 mm dan 175 mm pada model sebelumnya.

  2. 2. Punya bagasi di depan

    BYD Atto 1
    BYD Atto 1 (byd.com)

    Perpindahan motor ke belakang membuat ruang di bawah kap depan dapat dimanfaatkan sebagai bagasi tambahan. Fitur yang disebut frunk ini masih tergolong jarang ditemukan pada mobil listrik kecil di China dengan harga di bawah 100 ribu yuan. Meski begitu, BYD belum mengungkap kapasitas resmi ruang penyimpanan tersebut.

    Bagian interior juga mengalami perubahan. Seagull generasi kedua mendapatkan setir multifungsi dua palang dengan bagian bawah rata dan layar sentral model mengambang. Konsol tengah dilengkapi sejumlah tombol fisik di bawah ventilasi AC, pengisi daya ponsel nirkabel, serta dua cupholder yang disusun secara vertikal. Di bagian eksterior, gagang pintu mekanis semi-tersembunyi menggantikan model pop-out pada generasi sebelumnya.

  3. 3. Mulai berhadapan dengan Geely EX2

    Screen Shot 2025-07-23 at 11.23.29 PM.png
    BYD Atto 1 (byd.com)

    Perubahan pada Seagull generasi kedua membuat mobil ini memiliki sejumlah kemiripan teknis dengan Geely EX2 atau Xingyuan di China. Keduanya sama-sama menggunakan penggerak roda belakang, suspensi belakang independen, frunk, serta jarak sumbu roda 2.650 mm.

    Namun, dimensi keseluruhan Seagull mencapai 4.205 mm atau 70 mm lebih panjang dibandingkan Geely EX2. Persaingan di segmen mobil listrik mungil China juga semakin ketat. Pada Agustus, penjualan ritel Seagull generasi sebelumnya tercatat 10.103 unit, sedangkan Geely Xingyuan mencapai 39.651 unit secara ritel dan 60.955 unit secara grosir.

    Meski spesifikasi utama mulai terungkap, BYD belum mengumumkan harga resmi maupun waktu peluncuran generasi kedua Seagull. Informasi mengenai kemampuan pengisian daya juga masih belum pasti. Sebelumnya memang muncul spekulasi mengenai penggunaan Blade Battery generasi kedua dan teknologi Flash Charging, tetapi BYD belum mengonfirmasi kecepatan atau waktu pengisian resminya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More