Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Efek Membiarkan Baterai Motor Listrik Kosong Total Terlalu Lama
ilustrasi motor listrik (unsplash/om kamath)
  • Membiarkan baterai motor listrik berdaya sangat rendah terlalu lama dapat menurunkan tegangan sel melewati batas aman, sehingga BMS membatasi pengisian atau memutus sistem.
  • Pengosongan berlebihan pada baterai lithium-ion berisiko mengurangi kapasitas secara permanen, membuat jarak tempuh memendek, terutama bila motor disimpan berminggu-minggu atau berbulan-bulan di suhu tinggi.
  • Untuk penyimpanan lama, periksa dan isi baterai sesuai panduan pabrikan secara berkala; bila motor tidak merespons saat diisi, jangan bongkar baterai dan hubungi teknisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau baterai motor listrik dibiarkan kosong lama sekali, baterainya bisa rusak. Daya di dalamnya pelan-pelan habis. Motor jadi mungkin tidak bisa menyala, walau sudah diisi lagi. Baterai juga bisa menyimpan tenaga lebih sedikit. Kalau motor disimpan lama, baterainya perlu dicek. Jika tidak mau diisi, minta teknisi memeriksanya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Motor listrik membutuhkan perawatan baterai agar performanya tetap terjaga. Salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah membiarkan baterai kosong total, terutama ketika motor tidak digunakan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Kondisi ini bukan sekadar membuat motor sulit dinyalakan kembali. Pada jenis baterai tertentu, tingkat daya yang terlalu rendah dalam waktu lama dapat memicu penurunan kapasitas hingga membuat baterai tidak bisa diisi ulang secara normal.

1. Tegangan baterai bisa turun melewati batas aman

ilustrasi motor listrik (unsplash/ather energy)

Sebagian besar motor listrik modern menggunakan baterai lithium-ion. Jenis baterai ini memiliki batas tegangan minimum yang perlu dijaga agar sel di dalamnya tidak mengalami kerusakan. Ketika indikator menunjukkan nol persen, baterai belum tentu benar-benar kosong secara kimiawi karena sistem manajemen baterai atau BMS biasanya masih menyisakan batas pengaman.

Namun, membiarkan baterai dalam kondisi sangat rendah terlalu lama tetap berisiko. Daya yang tersisa dapat terus berkurang secara perlahan akibat konsumsi listrik internal, termasuk pada sebagian sistem elektronik kendaraan. Jika tegangan sel turun melewati batas yang ditentukan, BMS dapat membatasi pengisian atau memutus sistem untuk melindungi baterai.

2. Kapasitas baterai berpotensi menurun permanen

ilustrasi motor listrik (unsplash/safari cheung)

Baterai lithium-ion yang mengalami pengosongan berlebihan berisiko mengalami kerusakan kimiawi pada sel. Dampaknya bisa berupa kapasitas penyimpanan energi yang berkurang, sehingga jarak tempuh motor menjadi lebih pendek setelah baterai kembali digunakan. Pada kondisi tertentu, baterai bahkan tidak dapat menerima pengisian secara normal dan memerlukan pemeriksaan teknisi.

Risiko tersebut bergantung pada jenis baterai, kondisi awal, suhu penyimpanan, serta lamanya baterai berada pada tingkat daya yang sangat rendah. Karena itu, baterai yang dibiarkan kosong selama beberapa hari belum tentu mengalami kerusakan permanen. Meski begitu, membiarkannya selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan tanpa pemeriksaan bukan kebiasaan yang baik, terutama jika motor disimpan di tempat bersuhu tinggi.

3. Motor bisa tidak beroperasi meski sudah diisi ulang

potret motor listrik (unsplash.com/Om Kamath)

Salah satu dampak yang mungkin muncul adalah motor tidak bisa dihidupkan ketika akan digunakan kembali. Pada beberapa model, BMS dapat mengunci atau membatasi proses pengisian ketika mendeteksi tegangan baterai berada di luar batas aman. Akibatnya, pengisian biasa mungkin tidak langsung berhasil dan kendaraan perlu diperiksa di bengkel resmi atau pusat servis baterai.

Untuk mencegah masalah tersebut, periksa level baterai sebelum motor disimpan dalam waktu lama. Isi daya sesuai rekomendasi pabrikan dan ikuti petunjuk mengenai persentase penyimpanan, karena kebutuhan setiap model bisa berbeda. Periksa pula level baterai secara berkala selama masa penyimpanan. Jika baterai sudah kosong total dan motor tidak merespons saat diisi, jangan mencoba membongkar baterai atau memberikan arus secara langsung. Langkah paling aman adalah mengikuti panduan produsen dan meminta pemeriksaan teknisi yang kompeten.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article