Jangan Abaikan Ban Motor, Ini Tips Aman Berkendara saat Hujan

Michelin Indonesia mengingatkan pengendara motor untuk memeriksa kondisi ban saat musim hujan karena jalan basah dan genangan dapat menurunkan daya cengkeram serta stabilitas.
Pengendara disarankan rutin mengecek alur tapak, indikator keausan, retakan, benjolan, dan kerusakan ban sebelum berkendara, terutama ketika intensitas hujan meningkat.
Tekanan angin harus mengikuti rekomendasi pabrikan saat ban dingin, sementara pilihan ban perlu disesuaikan dengan penggunaan, ukuran kendaraan, dan desain alur pembuangan air.
Jakarta, IDN Times - Memasuki musim hujan, pengendara sepeda motor perlu lebih memperhatikan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan. Salah satu komponen yang tidak boleh luput dari pemeriksaan adalah ban, mengingat bagian ini menjadi satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.
Kondisi jalan yang basah, genangan air, hingga perubahan daya cengkeram dapat memengaruhi stabilitas dan pengendalian sepeda motor. Oleh karena itu, Michelin Indonesia membagikan sejumlah tips perawatan dan pemilihan ban agar pengendara tetap aman dan nyaman ketika berkendara di tengah cuaca hujan.
“Saat musim hujan, kondisi ban menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan pengendara. Permukaan jalan yang basah dapat memengaruhi daya cengkeram ban, sehingga pemeriksaan rutin dan pemilihan ban yang tepat sangat diperlukan,” ujar Mochammad Fachrul Rozi selaku Product Manager Michelin Indonesia, Senin (2/11/2026).
1. Periksa alur tapak dan tingkat keausan ban secara berkala

ban Michelin (instagram.com/michelinmotorsport) Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kondisi tapak ban. Bagian ini memiliki peran penting dalam membantu mengalirkan air dari area kontak ban dengan permukaan jalan.
Pengendara disarankan memeriksa kedalaman alur tapak serta indikator keausan ban secara berkala. Ban yang sudah terlalu aus berpotensi mengalami penurunan kemampuan mencengkeram jalan, terutama ketika melintasi permukaan basah.
Selain tingkat keausan, kondisi fisik ban perlu diperiksa. Pastikan tidak terdapat retakan, benjolan, maupun kerusakan lain yang dapat memengaruhi performa ban selama perjalanan.
Pemeriksaan sederhana tersebut sebaiknya menjadi kebiasaan sebelum menggunakan sepeda motor, khususnya ketika intensitas hujan mulai meningkat.
2. Jaga tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan

ilustrasi ban motor (pexels.com/Srattha Nualsate) Selain kondisi tapak, tekanan udara juga berpengaruh terhadap kestabilan, pengendalian, dan tingkat keausan ban. Tekanan yang tidak sesuai rekomendasi dapat memengaruhi karakteristik ban ketika digunakan berkendara.
Michelin menyarankan pengendara memeriksa tekanan udara secara rutin saat ban dalam kondisi dingin. Angka tekanan yang digunakan sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan kendaraan, bukan berdasarkan perkiraan pribadi.
Pengendara juga tidak disarankan mengurangi tekanan udara secara sembarangan dengan anggapan bahwa ban akan memiliki daya cengkeram lebih baik saat melewati jalan basah. Dengan tekanan yang sesuai, karakteristik ban dapat bekerja sebagaimana mestinya sehingga mendukung kestabilan sepeda motor selama perjalanan.
3. Sesuaikan pilihan ban dengan kebutuhan berkendara

Ilustrasi ban motor (pexels.com/Sunrize Pictures) Pemilihan ban juga perlu mempertimbangkan karakter penggunaan sepeda motor. Kebutuhan pengendara yang lebih sering melakukan perjalanan di perkotaan tentu bisa berbeda dengan mereka yang rutin menempuh perjalanan jarak jauh.
Selain ukuran ban yang direkomendasikan pabrikan kendaraan, desain alur tapak menjadi salah satu aspek penting untuk diperhatikan, terutama ketika musim hujan.
Ban dengan pola alur yang dirancang untuk membantu membuang air dapat mendukung daya cengkeram pada permukaan basah. Karakteristik tersebut berbeda dengan ban berpola semi-slick yang lebih berorientasi pada kebutuhan berkendara tertentu.
Michelin memiliki beberapa pilihan ban motor untuk menunjang mobilitas sehari-hari, di antaranya Pilot Street, Pilot Street 2, dan City Extra. Selain membagikan tips keselamatan berkendara, Michelin juga menghadirkan program Michelin HEMAT (Hadiah Extra Michelin Akhir Tahun). Program ini berlangsung pada 1 Oktober hingga 30 November 2026 di sejumlah diler terpilih di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur.






















