Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
 Kenapa Jas Hujan Bisa Lengket setelah Lama Disimpan?
ilustrasi jas hujan (unsplash.com/Hamed darzi)
  • Jas hujan berbahan sintetis seperti PVC dapat menua; komponen material bermigrasi ke permukaan, membuat teksturnya lebih lunak dan lengket.
  • Panas, paparan matahari, serta kelembapan dari jas hujan yang disimpan basah mempercepat penurunan kualitas bahan dan memicu bau tidak sedap.
  • Jas hujan yang menempel perlu dibuka perlahan, dibersihkan, lalu dikeringkan di tempat teduh; simpan dalam kondisi kering, sejuk, dan jauh dari matahari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jas hujan yang lama disimpan bisa jadi lengket dan menempel. Bahannya bisa berubah karena sudah tua, kena panas, atau disimpan di tempat lembap. Kalau jas hujan basah lalu dilipat, itu juga bisa membuatnya kurang bagus. Jangan tarik keras. Bukalah pelan-pelan, cuci, lalu keringkan di tempat teduh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jas hujan yang lama disimpan terkadang mengalami perubahan kondisi. Saat dikeluarkan kembali ketika musim hujan tiba, permukaannya bisa terasa lengket, saling menempel, bahkan sulit dibuka tanpa ditarik perlahan.

Kondisi tersebut bukan selalu karena jas hujan terkena sesuatu. Material, suhu penyimpanan, kelembapan, serta cara melipat dan menyimpannya dapat memengaruhi permukaan jas hujan selama tidak digunakan.

1. Material jas hujan mengalami perubahan

ilustrasi jas hujan (freepik.com/gpointstudio)

Sebagian jas hujan dibuat dari bahan sintetis seperti PVC atau material berlapis yang memiliki sifat lentur dan tahan air. Seiring waktu, bahan tersebut dapat mengalami perubahan akibat proses penuaan. Komponen tertentu pada material dapat bermigrasi ke permukaan sehingga jas hujan terasa lebih lunak atau lengket.

Kondisi ini bisa semakin terlihat jika jas hujan sudah cukup lama digunakan atau disimpan. Paparan panas, sinar matahari, dan kondisi lingkungan yang kurang sesuai dapat mempercepat perubahan pada material. Karena itu, jas hujan yang sudah berusia lama bisa memiliki tekstur berbeda dibandingkan ketika masih baru.

2. Suhu dan kelembapan tempat penyimpanan berpengaruh

ilustrasi jas hujan (freepik.com/8photo)

Jas hujan yang disimpan di tempat panas dapat mengalami perubahan material lebih cepat. Suhu tinggi, terutama jika berlangsung dalam waktu lama, dapat membuat permukaan bahan tertentu menjadi lebih lunak dan akhirnya terasa lengket ketika jas dibuka kembali.

Kelembapan juga perlu diperhatikan. Menyimpan jas hujan dalam kondisi masih basah dapat membuat kelembapan terperangkap di antara lipatan. Selain memicu bau tidak sedap, kondisi tersebut dapat memperburuk kualitas bahan dan membuat permukaan jas terasa kurang nyaman ketika digunakan kembali.

3. Jangan langsung menarik jas hujan yang menempel

ilustrasi jas hujan (freepik.com/drobotdean)

Jika jas hujan sudah saling menempel, jangan langsung menariknya dengan kuat. Tarikan berlebihan dapat membuat lapisan permukaan rusak atau bahkan menyebabkan bagian tertentu robek, terutama jika materialnya sudah mengalami penuaan.

Coba buka perlahan dari bagian yang masih mudah dipisahkan. Setelah itu, bersihkan permukaan menggunakan air bersih dan keringkan secara menyeluruh di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik. Hindari menjemur jas hujan berbahan tertentu di bawah panas matahari terlalu lama karena suhu tinggi justru dapat mempercepat kerusakan material.

Jas hujan sebaiknya selalu dibersihkan dan dikeringkan sebelum disimpan. Lipat setelah benar-benar kering, kemudian simpan di tempat yang sejuk, kering, dan tidak terkena paparan matahari langsung. Jika permukaan sudah sangat lengket, berubah bentuk, retak, atau lapisannya mengelupas, mengganti jas hujan bisa menjadi pilihan yang lebih aman dan praktis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article