Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Cara Simpan Jas Hujan ketika Gak Dipakai Lama, Awet dan Bebas Jamur!

4 Cara Simpan Jas Hujan ketika Gak Dipakai Lama, Awet dan Bebas Jamur!
ilustrasi jas hujan (freepik.com/drobotdean)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti pentingnya menyimpan jas hujan dengan benar agar tidak cepat rusak, berjamur, atau bau saat musim hujan berikutnya tiba.
  • Ditekankan empat langkah utama: mengeringkan sepenuhnya, melipat longgar atau menggantung, menyimpan di tempat kering berventilasi, serta membersihkan sebelum disimpan.
  • Perawatan sederhana di musim kemarau membantu menjaga keawetan dan kenyamanan jas hujan sehingga siap digunakan kapan pun dibutuhkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Saat musim hujan berlalu, jas hujan sering kali langsung dilipat dan disimpan begitu saja tanpa perawatan khusus. Padahal, cara penyimpanan yang kurang tepat bisa membuat jas hujan cepat rusak, berjamur, bahkan menimbulkan bau tak sedap. Akibatnya, saat musim hujan datang lagi, jas hujan sudah gak nyaman dipakai.

Supaya tetap awet dan siap digunakan kapan saja, jas hujan perlu disimpan dengan cara yang benar. Perawatan sederhana di musim kemarau justru bisa memperpanjang usia pakainya. Berikut empat cara yang bisa kamu lakukan.

1. Pastikan jas hujan benar-benar kering sebelum disimpan

ilustrasi menyimpan jas hujan
ilustrasi menyimpan jas hujan (unsplash.com/Hamed darzi)

Langkah paling penting sebelum menyimpan jas hujan adalah memastikan kondisinya benar-benar kering. Sisa air yang tertinggal, meskipun sedikit, bisa memicu munculnya jamur dan bau apek. Hal ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya cukup besar.

Keringkan jas hujan dengan cara diangin-anginkan, bukan langsung di bawah sinar matahari terik. Panas berlebih bisa merusak lapisan waterproof dan membuat bahan jadi kaku. Dengan pengeringan yang tepat, jas hujan akan tetap lentur dan nyaman digunakan.

2. Hindari melipat terlalu rapat atau menekan bahan

ilustrasi jas hujan cowok
ilustrasi jas hujan cowok (freepik.com/8photo)

Banyak orang menyimpan jas hujan dengan cara dilipat sekecil mungkin agar hemat tempat. Padahal, lipatan yang terlalu rapat dalam waktu lama bisa meninggalkan bekas permanen pada bahan. Ini juga berisiko merusak lapisan pelindung air.

Sebaiknya lipat secara longgar atau bahkan digantung jika memungkinkan. Cara ini membantu menjaga struktur bahan tetap baik. Selain itu, sirkulasi udara di sekitar jas hujan juga tetap terjaga.

3. Simpan di tempat yang kering dan gak lembap

ilustrasi isi lemari
ilustrasi isi lemari (unsplash.com/Kamil Kalkan)

Lingkungan penyimpanan sangat berpengaruh terhadap kondisi jas hujan. Menyimpannya di tempat yang lembap, seperti sudut lemari yang jarang dibuka, bisa mempercepat pertumbuhan jamur. Apalagi kalau gak ada sirkulasi udara yang baik.

Gunakan wadah penyimpanan yang bersih dan kering, atau tambahkan silica gel untuk menyerap kelembapan. Pilih tempat yang gak terkena panas langsung, tapi tetap memiliki ventilasi. Dengan begitu, jas hujan tetap terjaga kualitasnya meski lama gak digunakan.

4. Bersihkan terlebih dahulu dari kotoran dan noda

ilustrasi memakai jas hujan
ilustrasi memakai jas hujan (freepik.com/gpointstudio)

Sebelum disimpan dalam jangka waktu lama, pastikan jas hujan sudah dibersihkan dari kotoran. Debu, lumpur, atau noda yang menempel bisa merusak bahan jika dibiarkan terlalu lama. Selain itu, kotoran juga bisa menjadi sumber bau tak sedap.

Gunakan air bersih dan sabun ringan untuk membersihkannya, lalu bilas hingga gak ada residu. Hindari penggunaan deterjen keras karena bisa merusak lapisan anti air. Membersihkan jas hujan sebelum disimpan adalah langkah kecil yang berdampak besar pada keawetannya.

Dengan perawatan yang tepat, jas hujan gak hanya bertahan lebih lama, tapi juga tetap nyaman dipakai saat dibutuhkan. Musim kemarau bukan alasan untuk mengabaikan perlengkapan hujan. Justru di momen inilah kamu punya kesempatan untuk merawatnya dengan lebih maksimal.

Ketika musim hujan datang kembali, kamu gak perlu repot membeli baru atau menghadapi jas hujan yang sudah rusak. Semua sudah siap dipakai dalam kondisi terbaik. Karena merawat barang bukan hanya soal menjaga fungsi, tapi juga bentuk perhatian kecil pada hal-hal yang sering kita anggap sepele.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Automotive

See More