Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lampu ABS Menyala, Apakah Motor Masih Aman Digunakan di Jalan?
Potret indikator abs menyala(astra-daihatsu.id)
  • Lampu ABS normalnya menyala saat kontak dihidupkan lalu mati setelah motor berjalan; jika tetap menyala, kemungkinan ada gangguan pada sensor, kabel, tone ring, konektor, atau modul ABS.
  • Saat ABS bermasalah, rem utama umumnya masih berfungsi, tetapi perlindungan terhadap roda terkunci saat pengereman keras bisa hilang, terutama di jalan licin.
  • Motor dapat dipakai terbatas menuju bengkel bila rem utama normal, dengan kecepatan rendah dan tanpa pengereman mendadak; periksa sensor serta kabel, lalu lakukan diagnosis teknisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Lampu ABS motor bisa menyala saat motor baru hidup, lalu biasanya mati saat motor jalan. Kalau tetap menyala, ABS mungkin rusak karena sensor, kabel, atau bagian lain kotor. Rem utama biasanya masih bisa dipakai, tapi roda bisa lebih mudah terkunci. Motor boleh pelan-pelan ke bengkel dan harus segera diperiksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampu indikator abs yang menyala di panel instrumen bisa membuat pengendara langsung khawatir. Sistem pengereman merupakan salah satu komponen vital, sehingga setiap tanda peringatan tentu tidak boleh diabaikan begitu saja.

Namun, lampu abs menyala tidak selalu berarti rem motor langsung blong. Yang perlu dipahami, indikator tersebut bisa menandakan adanya gangguan pada sistem abs, sementara sistem pengereman utama masih dapat bekerja secara normal.

1. Pahami dulu kapan lampu ABS dianggap normal

Speedometer Yamaha XSR900 GP ABS.(global.yamaha-motor.com)

Pada banyak motor yang sudah dibekali anti-lock braking system atau abs, lampu indikator akan menyala ketika kunci kontak pertama kali dihidupkan. Kondisi ini merupakan bagian dari proses pengecekan sistem sebelum motor digunakan.

Setelah mesin menyala dan motor mulai berjalan, lampu abs biasanya akan mati setelah sistem mendeteksi putaran roda. Jika indikator tetap menyala saat motor sudah melaju, kondisi tersebut patut dicurigai sebagai tanda adanya gangguan pada sistem abs.

Gangguan bisa berasal dari berbagai komponen, seperti sensor kecepatan roda, kabel sensor, tone ring, konektor, hingga modul abs. Kotoran atau kerusakan pada komponen tersebut dapat membuat sistem tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Jadi, jangan langsung panik saat lampu abs terlihat menyala ketika motor baru dinyalakan. Perhatikan apakah indikator tersebut mati setelah motor berjalan. Jika tetap menyala, motor sebaiknya segera diperiksa.

2. Rem masih bekerja, tetapi fungsi ABS bisa hilang

ilustrasi rem ABS (unsplash.com/Hans Ripa)

Pada sebagian besar kasus, gangguan abs tidak membuat sistem pengereman utama langsung kehilangan fungsi. Tuas atau pedal rem masih dapat digunakan untuk memperlambat dan menghentikan motor seperti sistem rem biasa.

Masalahnya, fungsi utama abs untuk membantu mencegah roda terkunci saat pengereman keras kemungkinan tidak dapat bekerja. Ketika rem diinjak atau ditarik terlalu kuat, risiko roda mengunci dapat meningkat, terutama di jalan licin.

Karena itu, motor mungkin masih bisa digunakan untuk perjalanan terbatas menuju bengkel atau tempat yang aman, asalkan sistem pengereman utama terasa normal. Namun, cara berkendara perlu lebih hati-hati dan hindari melakukan pengereman mendadak.

Jaga jarak dengan kendaraan di depan, kurangi kecepatan, serta hindari jalan basah atau licin jika memungkinkan. Jangan menganggap lampu abs yang menyala sebagai masalah kecil hanya karena motor masih bisa berhenti.

3. Jangan matikan indikator, cari penyebab masalahnya

potret sistem rem ABS (astra-honda.com)

Sebagian orang mungkin tergoda mengabaikan lampu peringatan atau bahkan mencoba menghilangkannya tanpa memperbaiki sumber masalah. Cara seperti ini justru berbahaya karena pengendara kehilangan salah satu tanda penting mengenai kondisi motor.

Langkah yang lebih tepat adalah memeriksa bagian sederhana terlebih dahulu. Perhatikan kondisi sensor abs di dekat roda, pastikan kabel tidak putus atau terjepit, dan cek apakah terdapat kotoran yang menempel pada tone ring.

Jika secara kasatmata tidak ditemukan masalah, bawa motor ke bengkel yang memiliki peralatan pemeriksaan sesuai. Teknisi dapat membaca kode kerusakan dan mengetahui komponen mana yang menyebabkan indikator abs tetap menyala.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin, terutama jika motor sering digunakan dalam lalu lintas padat atau perjalanan dengan kecepatan tinggi. Sistem abs memang bukan satu-satunya penentu motor dapat berhenti, tetapi fungsinya sangat penting saat terjadi situasi darurat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article