Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Jok Motor Biasanya Lebih Tinggi di Bagian Belakang?
ilustrasi naik motor berboncengan (pexels.com/mehrajul Karim)
  • Jok depan dibuat lebih rendah agar pengendara mudah menapak saat berhenti dan menjaga keseimbangan, sementara jok belakang yang lebih tinggi menyesuaikan kebutuhan penumpang.
  • Posisi penumpang yang lebih tinggi memberi pandangan ke depan lebih luas serta dukungan tambahan agar tidak mudah bergeser ketika motor berakselerasi.
  • Bentuk jok bertingkat juga mengikuti ruang rangka dan komponen di bawahnya, dengan perbedaan desain berdasarkan jenis motor serta kebutuhan ergonomi dan kenyamanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jok motor sering lebih tinggi di belakang supaya yang mengemudi mudah menaruh kaki ke tanah saat berhenti. Penumpang duduk lebih tinggi agar bisa melihat ke depan. Di bawah jok juga ada aki dan bagian motor lain. Jok yang naik membantu penumpang tidak mudah mundur saat motor jalan cepat. Bentuknya beda-beda sesuai jenis motor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau diperhatikan, banyak motor memiliki bentuk jok yang sedikit menanjak ke arah belakang. Posisi jok pengendara biasanya lebih rendah, sedangkan bagian penumpang dibuat lebih tinggi. Desain seperti ini bukan sekadar mengikuti bentuk bodi, tetapi berkaitan dengan ergonomi, posisi berkendara, hingga konstruksi motor.

Meski tidak semua motor memiliki desain jok seperti itu, pola tersebut cukup umum ditemukan pada berbagai jenis kendaraan roda dua. Pabrikan perlu mempertimbangkan kenyamanan pengendara sekaligus ruang untuk penumpang. Berikut beberapa alasan mengapa jok motor biasanya lebih tinggi di bagian belakang.

1. Memberikan posisi berkendara yang lebih nyaman

Jok bagian depan dibuat lebih rendah agar pengendara dapat menempatkan kaki dengan lebih mudah ketika motor berhenti. Posisi tersebut juga membantu pengendara menjaga keseimbangan saat harus menopang kendaraan dengan kaki.

Sementara itu, bagian belakang dapat dibuat lebih tinggi karena penumpang tidak membutuhkan akses yang sama terhadap tanah. Perbedaan ketinggian tersebut membantu menciptakan posisi duduk yang sesuai dengan fungsi masing-masing.

2. Membantu pengendara melihat kondisi di depan

ilustrasi motor matic (pexels.com/Tiwi riders)

Posisi penumpang yang sedikit lebih tinggi dapat memberikan pandangan yang lebih luas dibandingkan jika duduk pada ketinggian yang sama dengan pengendara. Hal ini terutama terasa pada motor yang memiliki jok bertingkat cukup jelas.

Bagi penumpang, posisi tersebut juga dapat membuat perjalanan terasa lebih nyaman karena pandangan ke depan tidak sepenuhnya terhalang tubuh pengendara. Desain ini menjadi salah satu pertimbangan ergonomi dalam menentukan bentuk jok.

3. Menyesuaikan posisi rangka dan komponen motor

ilustrasi motor (pexels.com/Khang Ngô Huỳnh | Nocte)

Di bawah jok terdapat berbagai komponen yang perlu ditempatkan di dalam rangka, seperti tangki bahan bakar pada jenis motor tertentu, aki, sistem kelistrikan, atau bagian dari rangka belakang. Bentuk rangka tidak selalu memiliki ketinggian yang sama dari depan hingga belakang.

Karena itu, desain jok sering mengikuti bentuk rangka dan ruang yang tersedia. Posisi bagian belakang yang lebih tinggi dapat menjadi hasil dari kebutuhan konstruksi sekaligus desain ergonomis.

4. Membantu menjaga posisi penumpang

ilustrasi motor ojek (pexels.com/wildfire1775)

Jok yang sedikit menanjak atau memiliki pembatas di bagian belakang dapat membantu penumpang mempertahankan posisi ketika motor berakselerasi. Saat motor bergerak maju dengan cepat, tubuh penumpang cenderung terdorong ke belakang.

Bentuk jok yang bertingkat dapat memberikan dukungan tambahan sehingga penumpang tidak mudah bergeser. Meski begitu, penumpang tetap perlu berpegangan pada bagian yang disediakan dan duduk dengan posisi yang benar.

5. Menyesuaikan karakter dan desain motor

ilustrasi touring motor (pexels.com/Efrem Efrem)

Ketinggian jok belakang juga dipengaruhi oleh jenis motor. Motor sport, bebek, skuter, dan motor adventure memiliki kebutuhan ergonomi yang berbeda sehingga desain joknya tidak selalu sama.

Pada motor sport, perbedaan tinggi jok bisa lebih terlihat karena desainnya mengejar posisi berkendara dan aerodinamika tertentu. Sementara pada skuter atau motor yang mengutamakan kenyamanan, bentuk jok biasanya dibuat lebih landai dan luas.

Jok motor yang lebih tinggi di bagian belakang merupakan hasil kombinasi berbagai pertimbangan. Ergonomi pengendara, posisi penumpang, konstruksi rangka, keamanan, hingga karakter desain kendaraan ikut menentukan bentuk akhirnya.

Jadi, bentuk jok bertingkat bukan hanya untuk membuat motor terlihat lebih menarik. Desain tersebut membantu pabrikan menciptakan posisi duduk yang sesuai bagi pengendara dan penumpang sekaligus menyesuaikannya dengan konstruksi motor secara keseluruhan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article