Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Kesalahan Fatal Saat Ganti Oli Motor, Bikin Mesin Cepat Jebol
ilustrasi ganti oli motor (vecteezy.com/kasarp Techawongtham)
  • Pastikan volume oli sesuai indikator atau dipstick, karena oli terlalu sedikit mempercepat keausan dan overheating, sedangkan kelebihan oli dapat meningkatkan tekanan sistem pelumasan.
  • Baut pembuangan harus terpasang dengan kekencangan tepat. Baut longgar memicu rembesan dan berkurangnya oli, sementara baut terlalu kencang berisiko merusak ulir.
  • Perhatikan penggantian filter, kebersihan lubang pengisian, serta cek suara, indikator, kebocoran, dan level oli setelah mesin dinyalakan agar pelumasan tetap optimal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau ganti oli motor, oli harus pas, tidak kurang dan tidak kebanyakan. Baut bawah motor juga harus rapat supaya oli tidak bocor. Filter oli dan tempat isi oli harus bersih agar kotoran tidak masuk. Setelah itu, mesin dinyalakan sebentar lalu oli dicek lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ganti oli memang menjadi salah satu perawatan paling rutin pada motor. Namun, pekerjaan sederhana ini ternyata bisa berujung masalah kalau dilakukan tanpa memperhatikan beberapa hal kecil.

Kesalahan setelah mengganti oli bahkan berpotensi menyebabkan kebocoran, pelumasan tidak optimal, hingga kerusakan mesin. Karena itu, jangan buru-buru menganggap pekerjaan selesai begitu oli baru sudah masuk ke mesin.

1. Tidak mengecek volume oli setelah penggantian

ilustrasi mengganti oli motor (suzuki.co.id)

Kesalahan pertama adalah langsung meninggalkan bengkel tanpa memastikan jumlah oli sudah sesuai. Setiap mesin memiliki kapasitas oli yang berbeda, sehingga mengisi berdasarkan perkiraan atau hanya mengandalkan ukuran botol belum tentu tepat.

Oli yang terlalu sedikit dapat membuat sejumlah komponen mesin kekurangan pelumasan. Gesekan antarkomponen pun meningkat dan suhu mesin bisa lebih tinggi. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mempercepat keausan komponen internal mesin.

Sebaliknya, oli yang terlalu banyak juga bukan sesuatu yang boleh dianggap aman. Volume berlebihan dapat membuat komponen tertentu bekerja tidak sebagaimana mestinya dan meningkatkan tekanan di dalam sistem pelumasan. Karena itu, pengecekan menggunakan dipstick atau indikator level oli sesuai prosedur motor sangat penting.

2. Lupa memastikan baut pembuangan terpasang rapat

ilustrasi ganti oli motor (pexels.com/lucas)

Setelah oli lama dikeluarkan, baut pembuangan atau drain bolt harus dipasang kembali dengan benar. Kesalahan yang sering terjadi adalah baut terlalu longgar sehingga oli merembes, atau justru dikencangkan berlebihan hingga berisiko merusak ulir.

Kebocoran kecil mungkin awalnya tidak terlihat mengkhawatirkan. Namun, jika oli terus berkurang selama motor digunakan, level pelumas bisa turun tanpa disadari. Kondisi ini tentu berbahaya karena mesin membutuhkan oli dalam jumlah yang cukup untuk menjaga komponen tetap terlumasi.

Karena itu, setelah mesin diisi oli baru, periksa area sekitar baut pembuangan. Pastikan tidak ada tetesan atau rembesan. Setelah motor digunakan beberapa saat, pemeriksaan ulang juga bisa dilakukan untuk memastikan tidak muncul kebocoran.

3. Mengabaikan filter dan kondisi sekitar mesin

Filter oli (wahanahonda.com)

Kesalahan berikutnya adalah hanya fokus mengganti oli tanpa memperhatikan filter oli jika motor memang menggunakannya. Filter berfungsi menyaring kotoran atau partikel yang terbawa dalam sistem pelumasan. Jika sudah kotor dan memang waktunya diganti, mempertahankannya terlalu lama dapat mengurangi efektivitas penyaringan.

Selain itu, area sekitar lubang pengisian oli juga sebaiknya diperhatikan. Jangan sampai kotoran masuk ketika tutup oli dibuka. Partikel kecil yang masuk ke dalam sistem pelumasan dapat ikut bersirkulasi bersama oli dan berpotensi mengganggu komponen mesin.

Setelah penggantian selesai, hidupkan mesin selama beberapa saat dan perhatikan apakah muncul suara atau indikator yang tidak normal. Kemudian matikan mesin dan cek kembali level oli sesuai prosedur yang dianjurkan pabrikan.

Jadi, mengganti oli bukan sekadar membuang oli lama lalu memasukkan oli baru. Pastikan volumenya tepat, baut pembuangan tidak bocor, serta filter dan area pengisian dalam kondisi bersih. Hal-hal kecil tersebut justru bisa menentukan apakah oli baru benar-benar memberikan perlindungan optimal bagi mesin

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article