Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sengaja Menutupi Pelat Nomor Kendaraan, Bisa Kena Tilang?

Sengaja Menutupi Pelat Nomor Kendaraan, Bisa Kena Tilang?
ilustrasi pelat nomor (pexels.com/Mehmet Turgut Kirkgoz)
  • Pelat nomor wajib terpasang dan mudah dibaca; stiker, cover, bingkai besar, pelat tertekuk, atau warna tertentu yang mengaburkan karakter berpotensi menimbulkan masalah saat di jalan.
  • Penutupan pelat secara sengaja, termasuk untuk menghindari kamera tilang elektronik, mengganggu identifikasi kendaraan dan dapat memicu konsekuensi hukum maupun pemeriksaan petugas.
  • Pemilik kendaraan disarankan memakai aksesori yang tidak menutupi angka atau huruf, memasang pelat pada posisi semestinya, serta mempertahankan kondisi standar agar identitas kendaraan jelas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pelat nomor merupakan identitas resmi kendaraan yang wajib terpasang dan terlihat dengan jelas. Karena itu, kebiasaan menutup sebagian pelat nomor, baik menggunakan stiker, cover, maupun benda lain, bukan sekadar urusan tampilan.

Meski terkadang dilakukan untuk alasan estetika atau privasi, tindakan tersebut bisa menimbulkan persoalan ketika kendaraan digunakan di jalan raya. Apalagi jika angka atau huruf pada pelat menjadi sulit dibaca oleh petugas maupun kamera tilang elektronik.

  1. 1. Pelat nomor harus terlihat jelas

    Kenapa pelat nomor kendaraan Jakarta B bukan J?
    ilustrasi pelat nomor kendaraan (pexels.com/Karol Wiśniewski)

    Pelat nomor atau tanda nomor kendaraan bermotor berfungsi sebagai identitas kendaraan. Ketika kendaraan digunakan di jalan, identitas tersebut harus dapat dikenali. Karena itu, pemasangan aksesori yang sengaja menutupi sebagian angka, huruf, atau kombinasi pelat dapat menjadi masalah.

    Menutup pelat tidak selalu berarti seluruh permukaannya harus tertutup. Jika sebagian karakter menjadi sulit dibaca karena tertutup stiker, bracket, cover, atau benda lainnya, kondisi tersebut tetap berpotensi membuat pengemudi berurusan dengan petugas. Hal serupa berlaku jika pelat dibuat dengan bentuk atau warna yang menyulitkan identifikasi.

    Kebiasaan menekuk pelat, memasang bingkai terlalu besar, atau menggunakan lapisan tertentu agar nomor terlihat samar juga sebaiknya dihindari. Selain berpotensi melanggar aturan, tindakan tersebut dapat menyulitkan proses identifikasi kendaraan ketika terjadi pelanggaran atau kecelakaan.

  2. 2. Sengaja ditutup bisa menjadi masalah

    ilustrasi pelat nomor kendaraan (pexels.com/George Sultan)
    ilustrasi pelat nomor kendaraan (pexels.com/George Sultan)

    Ada pemilik kendaraan yang menutupi pelat nomor karena ingin menghindari identifikasi kamera atau sekadar mengikuti tren modifikasi. Misalnya, beberapa karakter ditutup menggunakan stiker hingga membentuk tulisan tertentu. Secara visual mungkin terlihat menarik, tetapi fungsi utama pelat sebagai identitas kendaraan justru menjadi terganggu.

    Masalahnya menjadi lebih serius ketika penutupan tersebut dilakukan dengan sengaja untuk menghindari penindakan. Sistem tilang elektronik membutuhkan informasi pelat nomor untuk mengidentifikasi kendaraan yang terekam melakukan pelanggaran. Jika nomor sengaja dibuat tidak terbaca, tindakan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi hukum tersendiri.

    Karena itu, sebaiknya jangan menganggap menutup pelat sebagai trik sederhana agar kendaraan tidak mudah dikenali. Pelat nomor merupakan bagian dari kelengkapan kendaraan yang penggunaannya memiliki ketentuan tersendiri. Modifikasi yang membuat identitas kendaraan tidak terbaca jelas berisiko mengundang pemeriksaan.

  3. 3. Hindari aksesori yang mengganggu pelat

    ilustrasi pelat nomor kendaraan (pexels.com/Yura Forrat)
    ilustrasi pelat nomor kendaraan (pexels.com/Yura Forrat)

    Cara paling aman adalah memastikan seluruh karakter pada pelat nomor tetap terlihat jelas. Jika ingin menggunakan frame atau dudukan pelat, pilih aksesori yang tidak menutupi angka dan huruf. Posisi pelat juga sebaiknya tetap sesuai dengan tempat pemasangan yang ditentukan pada kendaraan.

    Pemilik kendaraan juga perlu berhati-hati dengan aksesori yang diklaim dapat membuat pelat tidak terlihat kamera. Selain belum tentu efektif, penggunaan benda semacam itu justru bisa menimbulkan persoalan ketika kendaraan diperiksa petugas.

    Pada dasarnya, pelat nomor bukan sekadar hiasan pada mobil atau motor. Ada fungsi identifikasi yang harus dipertahankan selama kendaraan digunakan di jalan. Jadi, daripada mengambil risiko hanya demi tampilan atau alasan menghindari kamera, lebih baik membiarkan pelat tetap standar dan mudah dibaca.

    Jika ingin melakukan modifikasi eksterior, bagian lain kendaraan masih bisa dieksplorasi tanpa mengganggu identitas resmi. Dengan begitu, tampilan kendaraan tetap menarik sekaligus tidak menimbulkan masalah saat digunakan di jalan raya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More