Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ujung Busi Motor Dipenuhi Oli, Apa Penyebab dan Risikonya?
ilustrasi busi (image by Gemini)
  • Ujung busi yang dipenuhi oli dapat menandakan gangguan mesin, berisiko menghambat pembakaran, membuat motor brebet, sulit dinyalakan, tenaga turun, atau mati mendadak.
  • Ring piston aus atau macet memungkinkan oli masuk ke ruang bakar; gejalanya dapat meliputi asap knalpot kebiruan, konsumsi oli meningkat, dan performa mesin menurun.
  • Oli juga bisa berasal dari seal katup bocor atau kebocoran sekitar lubang busi; pemeriksaan lokasi oli penting sebelum membersihkan, mengganti busi, atau memperbaiki sumber kebocoran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ujung busi motor bisa kena oli karena ring piston aus, seal katup rusak, atau ada oli bocor dekat lubang busi. Oli membuat api busi tidak bagus. Motor jadi brebet, susah hidup, lemas, atau mati. Busi perlu dicek dan dibersihkan. Kalau oli terus ada atau keluar asap biru, motor perlu dibawa ke bengkel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Busi memiliki peran penting dalam proses pembakaran mesin motor. Komponen ini menghasilkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Ketika ujung busi justru dipenuhi oli, pengendara perlu waspada karena kondisi tersebut bisa menandakan adanya gangguan pada mesin.

Oli yang menempel pada busi tidak selalu berasal dari sumber yang sama. Lokasi oli, warna kerak, dan gejala yang muncul saat motor dinyalakan bisa membantu mekanik menentukan penyebabnya. Jika dibiarkan, masalah ini berpotensi membuat pembakaran tidak sempurna, mesin tersendat, hingga motor sulit dihidupkan.

1. Ring piston aus membuat oli masuk ke ruang bakar

ilustrasi busi motor (vecteezy.com/Tatyana Makarova)

Salah satu penyebab ujung busi basah oleh oli adalah ring piston yang aus, macet, atau tidak mampu menyekat ruang bakar dengan baik. Ring piston berfungsi membantu menjaga tekanan kompresi sekaligus mengontrol lapisan oli pada dinding silinder. Ketika kemampuannya menurun, oli mesin bisa masuk ke ruang bakar dan menempel pada elektroda busi.

Kondisi tersebut biasanya disertai gejala lain, seperti asap knalpot berwarna kebiruan, konsumsi oli yang meningkat, atau performa mesin yang menurun. Namun, gejala tersebut tidak selalu muncul bersamaan. Untuk memastikan penyebabnya, mekanik dapat melakukan pemeriksaan kompresi atau pengujian kebocoran silinder sesuai kebutuhan. Jika ring piston memang bermasalah, perbaikan perlu dilakukan agar konsumsi oli dan gangguan pembakaran tidak semakin parah.

2. Seal katup bocor atau oli masuk dari bagian lain

ilustrasi periksa kode tingkat panas busi (vecteezy.com/Roman Bulatov)

Penyebab berikutnya adalah seal katup yang mengeras, aus, atau rusak. Seal ini bertugas mengontrol aliran oli di sekitar batang katup agar pelumas tidak masuk berlebihan ke ruang bakar. Ketika fungsinya menurun, oli dapat merembes melalui saluran katup dan akhirnya mengotori busi. Pada beberapa mesin, gejalanya bisa terlihat dari asap kebiruan ketika mesin pertama kali dinyalakan atau setelah kendaraan lama deselerasi.

Meski begitu, oli yang terlihat pada busi belum tentu berasal dari ruang bakar. Jika oli hanya membasahi bagian luar busi atau area ulirnya, sumber masalah bisa berupa kebocoran pada tutup kepala silinder atau seal lubang busi. Oli dari bagian tersebut dapat menggenangi sumur busi, terutama pada mesin yang menggunakan desain lubang busi cukup dalam. Karena itu, mekanik perlu memeriksa lokasi oli sebelum menentukan komponen yang harus diperbaiki.

3. Pembakaran terganggu dan busi perlu diperiksa

ilustrasi busi pada motor (pexels.com/Rachel Claire)

Oli yang melapisi elektroda busi dapat menghambat pembentukan percikan api secara optimal. Akibatnya, pembakaran menjadi tidak sempurna dan motor berpotensi mengalami gejala brebet, sulit dihidupkan, tenaga berkurang, atau mesin mati mendadak. Jika motor menggunakan sistem injeksi, gangguan pembakaran juga dapat memicu indikator kerusakan mesin dalam kondisi tertentu.

Langkah pertama adalah memeriksa kondisi busi dan membersihkan area sekitarnya dengan prosedur yang tepat. Busi yang sudah rusak atau terkontaminasi berat mungkin perlu diganti, tetapi penggantian busi saja tidak menyelesaikan masalah jika sumber kebocoran oli masih ada. Periksa pula ketinggian oli mesin dan jangan mengisi melebihi batas yang ditentukan pabrikan. Jika oli terus muncul atau motor mengeluarkan asap kebiruan, segera bawa kendaraan ke bengkel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kesimpulannya, ujung busi yang dipenuhi oli bisa disebabkan oleh ring piston aus, seal katup bermasalah, atau kebocoran di sekitar lubang busi. Mengenali lokasi oli dan gejala pendampingnya membantu menentukan penanganan yang tepat sebelum kerusakan berkembang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article