Kondisi overinflated tersebut dapat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan saat kamu berkendara. Tekanan yang tidak sesuai anjuran dapat menimbulkan masalah yang tidak kamu duga sebelumnya. Berikut bahaya dari tekanan angin ban yang terlalu kencang.
3 Efek Buruk Mengisi Angin Ban Mobil Terlalu Keras

- Tekanan angin ban berlebih membuat bagian tengah telapak ban cembung, mengurangi bidang kontak dengan aspal dan menurunkan traksi, terutama di jalan licin atau saat menikung.
- Berkurangnya cengkeraman membuat ban lebih rentan selip atau terkunci ketika pengereman mendadak, sehingga jarak berhenti mobil menjadi lebih panjang dan risiko kecelakaan meningkat.
- Tekanan ekstrem serta panas akibat gesekan jalan membebani dinding ban, membuat struktur lebih rapuh dan meningkatkan risiko ban pecah tiba-tiba hingga pengemudi kehilangan kendali.
Mempertahankan tekanan angin ban mobil pada level yang ideal merupakan bagian perawatan yang sangat penting, tetapi sering kali kamu abaikan. Banyak pengemudi mengira bahwa kondisi ban yang terasa sangat keras adalah kondisi yang bagus. Padahal, ban dengan tekanan berlebih atau yang terlalu keras justru menyimpan berbagai bahaya yang tidak terlihat.
1. Menurunnya cengkraman

ilustrasi ban (pexels.com/Denys Novikov) Apabila tekanan angin pada ban mobil terlalu tinggi, bagian tengah telapak ban akan menjadi cembung. Kondisi ini membuat bidang kontak antara ban dengan permukaan aspal menjadi jauh berkurang. Alhasil, daya cengkeram atau traksi ban terhadap jalan akan menurun secara signifikan.
Penurunan traksi tersebut tentu akan sangat kamu rasakan saat berkendara, terutama di jalan yang licin atau saat menikung. Mobil menjadi lebih sulit dikendalikan dan berisiko mengalami selip. Untuk itu, kamu perlu memastikan tekanan angin ban selalu berada dalam batas ideal.
2. Jarak pengereman lebih panjang

ilustrasi ban mobil (pexels.com/Vitali Adutskevich) Ketika daya cengkeram ban berkurang, maka kinerja sistem pengereman pun akan ikut menurun. Ban akan lebih rentan mengalami selip atau terkunci saat kamu melakukan pengereman mendadak. Akibatnya, jarak yang dibutuhkan untuk menghentikan mobil menjadi lebih jauh dari biasanya.
Pada kondisi darurat, selisih jarak pengereman beberapa meter saja dapat menjadi faktor penentu keselamatan. Perbedaan tersebut bisa menjadi batas antara kamu terhindar dari kecelakaan atau mengalaminya. Oleh sebab itu, menjaga traksi ban tetap optimal sangat penting untuk keselamatanmu.
3. Ban bisa meledak

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Nischal Kanishk) Ini merupakan risiko paling berbahaya yang bisa ditimbulkan oleh ban dengan tekanan terlalu tinggi. Tekanan udara yang berlebihan akan memberikan beban berlebih pada dinding ban. Kondisi tersebut semakin parah karena adanya panas yang dihasilkan dari gesekan ban dengan permukaan jalan.
Perpaduan antara tekanan ekstrem dan suhu panas tersebut membuat struktur ban menjadi lebih rapuh. Akibatnya, ban menjadi sangat rentan mengalami pecah secara tiba-tiba saat kamu berkendara. Jika hal itu terjadi, kamu bisa kehilangan kendali sepenuhnya atas kendaraan.
Tekanan ban yang terlalu keras berisiko mengurangi traksi, memperpanjang jarak pengereman, dan memicu ban meledak. Jadi, pastikan kamu selalu menjaga tekanan angin ban tetap ideal. Periksa secara rutin sesuai anjuran pabrikan untuk keselamatan berkendara.




















