Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Waspada Heat Stroke Saat Touring Motor, Kenali 3 Gejalanya!
ilustrasi pria memakai jaket motor (unsplash.com/The Ride Academy)
  • Heat stroke saat touring motor adalah darurat medis akibat tubuh gagal mengendalikan suhu; keterlambatan penanganan berisiko merusak organ dan mengancam nyawa.
  • Waspadai tubuh sangat panas, sakit kepala berat, lemas, kebingungan, bicara tidak jelas, pusing, mual, pandangan berkunang-kunang, serta gangguan keseimbangan atau konsentrasi.
  • Jika dicurigai heat stroke, segera berhenti di tempat aman, berteduh, hubungi layanan darurat, dinginkan tubuh, dan jangan beri minuman kepada orang yang bingung atau tidak sadar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Naik motor lama saat panas bisa bikin orang kena sengatan panas. Tubuh jadi sangat panas, pusing, mual, lemas, atau bingung. Orang bisa berkeringat banyak, atau kulitnya panas dan kering. Kalau ada tanda itu, berhenti di tempat teduh, dinginkan tubuh, dan minta bantuan medis. Jangan beri minum kalau orangnya bingung atau pingsan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Touring motor menjadi salah satu cara menyenangkan untuk menikmati perjalanan jauh, pemandangan alam, dan destinasi baru. Namun, berkendara berjam-jam di bawah terik matahari bisa membuat tubuh mengalami tekanan panas, terutama ketika suhu udara tinggi dan kelembapan meningkat.

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah heat stroke atau sengatan panas. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu mengendalikan suhunya. Jika terlambat ditangani, heat stroke dapat menyebabkan kerusakan organ hingga mengancam nyawa.

1. Tubuh terasa sangat panas dan muncul perubahan kesadaran

ilustrasi memakai jaket motor (freepik.com/pressfoto)

Gejala heat stroke yang paling serius adalah peningkatan suhu tubuh yang tinggi, umumnya mencapai 40 derajat Celsius atau lebih. Pengendara bisa merasa tubuhnya sangat panas, wajah memerah, mengalami sakit kepala berat, atau merasa lemas secara tidak biasa. Meski begitu, suhu tubuh tidak selalu mudah diukur saat berada di perjalanan.

Tanda bahaya lainnya adalah perubahan kesadaran, seperti kebingungan, sulit berkonsentrasi, berbicara tidak jelas, hingga kehilangan kesadaran. Kondisi ini tidak boleh dianggap sebagai kelelahan biasa setelah berkendara jauh. Jika pengendara mulai linglung atau sulit merespons, segera hentikan perjalanan di tempat aman dan cari bantuan medis darurat.

2. Pusing, mual, dan koordinasi tubuh mulai terganggu

ilustrasi jaket motor (unsplash.com/Anh Trần)

Paparan panas berlebihan dapat menimbulkan sakit kepala, pusing, mual, muntah, serta tubuh terasa sangat lemah. Gejala tersebut juga bisa muncul pada kelelahan akibat panas (heat exhaustion), kondisi yang dapat berkembang menjadi heat stroke jika paparan panas terus berlanjut. Pengendara perlu waspada ketika gejala muncul bersamaan atau semakin memburuk.

Saat touring, gangguan keseimbangan dan konsentrasi sangat berbahaya. Pengendara mungkin merasa pandangan berkunang-kunang, reaksi melambat, atau kesulitan mengendalikan motor dengan stabil. Jangan memaksakan diri mencapai tempat istirahat berikutnya. Menepilah di lokasi aman, berteduh, dan minta bantuan rekan touring. Jika muncul kebingungan, pingsan, atau gejala berat lainnya, perlakukan kondisi tersebut sebagai keadaan darurat.

3. Keringat berlebihan atau kulit panas yang tidak berkeringat

ilustrasi mengenakan jaket motor berbahan mesh (pexels.com/Yasin Vatansever)

Keringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk menurunkan suhu. Saat berkendara dalam cuaca panas, pengendara dapat berkeringat sangat banyak hingga kehilangan cairan dan elektrolit. Rasa haus berlebihan, lemas, dan kram otot bisa menjadi tanda tubuh mengalami tekanan panas atau dehidrasi.

Namun, anggapan bahwa heat stroke selalu membuat kulit kering perlu diluruskan. Penderita heat stroke masih bisa berkeringat, terutama ketika kondisi tersebut dipicu aktivitas fisik. Sebaliknya, kulit yang sangat panas dan kering juga dapat menjadi tanda bahaya. Karena itu, jangan menunggu sampai keringat berhenti untuk mencari pertolongan.

Jika heat stroke dicurigai, segera hubungi layanan medis darurat, pindahkan penderita ke tempat teduh, lepaskan perlengkapan luar yang tidak diperlukan, lalu dinginkan tubuh secepat mungkin dengan air dingin, kain basah, atau kompres dingin. Jangan memberikan minuman kepada orang yang bingung atau tidak sadar. Touring sebaiknya dilanjutkan hanya setelah kondisi aman dan tubuh pulih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article