Comscore Tracker

Test Ride Vespa GTS Super Tech 300 Jakarta-Puncak, Ini 6 Kelebihannya!

Tapi ada satu hal yang mengganggu, apa ya?

Jakarta, IDN Times - PT Piaggio Indonesia meluncurkan Vespa GTS Super Tech 300 pada Sabtu (21/9). Motor ini diklaim sebagai Vespa tercanggih yang pernah ada. Selain itu Vespa GTS Super Tech 300 juga menggunakan mesin yang 100 persen baru.

Hmm..jadi penasaran dengan performanya, ya. Kebetulan PT Piaggio mengajak IDN Times dan  beberapa awak media lain menjajal langsung motor ini pada Jumat hingga Sabtu (27-28/9). Jalur yang dipilih pun cukup menantang, yakni Jakarta Selatan menuju Puncak Pass Bogor.

Seperti apa impresi naik Vespa GTS Super Tech 300?

1. Tarik gas sedikit, motor langsung melesat

Test Ride Vespa GTS Super Tech 300 Jakarta-Puncak, Ini 6 Kelebihannya!IDN Times/Yohanes Nugroho

Vespa GTS Super Tech 300 menggunakan mesin yang 100% baru bernama HPE (High Performance Engine) berkapasitas 278,3cc dengan tenaga hingga 23,8 hp, sebagai pengganti mesin pada varian GTS lama yang masih bermesin Quasar.

Oh ya, Skuter matik ini juga disematkan sistem Anti Slip Regulation (ASR) yang membuat roda tak akan tergelincir saat tarikan pertama. Hebatnya, meskipun ASR menyala, skuter ini tetap mampu melesat instan walaupun gas hanya ditarik atau sedikit. Akselerasinya nampol, banget!

Baca Juga: Yuk Intip Mesin Baru Vespa GTS 300 Super Tech!

2. Lewati tanjakan, tarikan anti loyo

Test Ride Vespa GTS Super Tech 300 Jakarta-Puncak, Ini 6 Kelebihannya!IDN Times/Yohanes Nugroho

Sama halnya saat sedang melewati area datar, saat melewati tanjakan pun skuter ini sama sekali tidak terasa kehilangan tenaga. Meskipun gas hanya ditahan sedikit, naik tanjakan tetap konstan dan stabil, semakin ditarik juga tetap kencang larinya. Motor ini tak membutuhan effort lebih untuk melahap tanjakan yang meliuk-liuk di Puncak Bogor. Asyik, deh!

3. Kaki-kaki nyaman dan lembut

Test Ride Vespa GTS Super Tech 300 Jakarta-Puncak, Ini 6 Kelebihannya!IDN Times/Yohanes Nugroho

Sudah bukan rahasia lagi bahwa perjalanan menuju puncak akan dihiasi kondisi jalan yang sedikit tidak rata, mulai dari gelombang, lubang kecil, hingga lubang yang agak besar dan dalam sekalipun.

Nah, berbeda dari kaki-kaki varian motor mana pun, GTS Super Tech 300 kaki-kakinya super lembut. Saat tim IDN Times menerjang lubang yang cukup dalam, bunyi yang ditimbulkan sangat kecil dan getarannya pun hampir tak terasa.

4. Rem ABS depan-belakang, super menggigit dan terbukti anti selip

Test Ride Vespa GTS Super Tech 300 Jakarta-Puncak, Ini 6 Kelebihannya!IDn Times/Yohanes Nugroho

Beberapa motor atau skuter matik keluaran terbaru memang sudah menggunakan rem Antilock Braking System (ABS) pada bagian depan dan belakang, sebagai pencegahan dari selip saat melakukan pengereman.

Pada beberapa motor, ABS pada rem belakang masih kurang baik dan tetap mengalami selip yang menyebabkan ban berdecit. Tapi tidak dengan ABS pada GTS Super Tech 300. ABS bagian belakangnya tetap aman dan tanpa selip, terbukti saat tim IDN Times refleks melakukan pengereman mendadak untuk menghindari objek di depan saat perjalanan ke Puncak.

5. Sering terdengar bunyi mendengung, jangan khawatir

Test Ride Vespa GTS Super Tech 300 Jakarta-Puncak, Ini 6 Kelebihannya!IDN Times/Yohanes Nugroho

Skuter ini sering mengeluarkan bunyi dengungan yang cukup keras dari bagian depannya, terutama saat macet. Soal ini, kamu tidak perlu panik dan khawatir sebab bunyi tersebut berasal dari ekstra fan yang bekerja mendinginkan saluran radiator yang tersambung ke mesin.

Tapi berdasarkan hasil uji coba berkendara, ekstra fan yang menyala memiliki pengaruh yang cukup mengganggu, yaitu membuat mesin menjadi agak berat tarikannya. Ketika mati, tarikannya akan kembali ringan. Duh, sayang sekali ya.

6. Smart dash serasa head unit pada mobil, tapi agak ribet pada tahap awal penggunaan.

Test Ride Vespa GTS Super Tech 300 Jakarta-Puncak, Ini 6 Kelebihannya!IDN Times/Yohanes Nugroho

Tim IDN Times juga berkesempatan untuk merasakan canggihnya smart dash GTS Super Tech 300.

Jangan lupa, ada tiga tahapan awal yang cukup ribet bagi pemula yang harus dilakukan secara berurutan sebelum menikmati fitur ini. Kamu harus terlebih dahulu mengunduh aplikasi Vespa (Mia) pada gawai masing-masing, setelahnya baru sambungkan handphone ke smart dash, kemudian ke earphone via bluetooth.

Saat berkendara, kami mencoba menggunakan petunjuk arah, segala sesuatunya memang harus diatur terlebih dulu melalui gawai, dan saat sudah terhubung ke smart dash barulah keseluruhan navigasi hingga kecepatan pada motor tertera pada layar di motor.

Mendengarkan musik juga sangat mudah. Asalkan playlist sudah tersedia di handphone, memutar musik dan mengatur volume bisa diatur melalui joystick di sebelah tombol klakson. Fun ride-nya dapet banget.

7. Desain ergonomis

Test Ride Vespa GTS Super Tech 300 Jakarta-Puncak, Ini 6 Kelebihannya!IDN Times/Yohanes Nugroho

Problem utama mengendarai sepeda motor atau skuter matik dalam jarak jauh adalah mudah lelah yang diakibatkan posisi duduk yang tidak ideal, juga jok yang tidak nyaman, tapi ada sedikit perbedaan bila berkendara dengan skuter bongsor besutan satu ini.

Saat berkendara dengan GTS Super Tech 300, rasa lelah memang ada, namun hanya pada sekitar tangan karena tangan selalu bekerja selama berkendara. Sedangkan untuk bagian punggung sama sekali tidak terasa lelah dan sakit karena posisi duduk yang pas.

Begitu juga dengan bagian bokong, sama sekali tidak terasa sakit. Mungkin ini karena desain jok pada bagian depan yang agak melengkung dan mengecil sehingga pas untuk bagian pangkal paha.

Sedangkan untuk kaki, tentu saja tidak lelah karena skuter matik memiliki desain yang mampu memudahkan pengendara untuk meluruskan kakinya, apalagi dengan desain GTS Super Tech 300 yang sedikit kebih panjang dan lebar, jadi ruang untuk kaki lebih besar.

So, motor satu ini memang enak banget. Desainnya unik, performa mesinnya jempolan, dan fitur-fiturnya bukan cuma canggih, tapi juga menyenangkan!

Baca Juga: Vespa Sprint dan Primavera Hadir dengan Versi 50CC, Imut Banget!

Topic:

  • Yohanes Nugroho
  • Dwi Agustiar

Just For You