2 Penerbangan Garuda dari Saudi Dialihkan ke Kertajati Dampak Anak Krakatau

- Dua penerbangan Garuda Indonesia dari Jeddah dan Madinah dialihkan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Kertajati akibat penutupan bandara di Tangerang.
- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan kedua penerbangan tersebut diperkirakan mendarat di Kertajati dalam waktu sekitar satu jam.
- Bandara Kertajati masih memungkinkan digunakan berdasarkan paper test, sementara abu vulkanik berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak 4 September 2026.
Jakarta, IDN Times - Dua penerbangan pesawat Garuda Indonesia dari Jeddah dan Madinah, Arab Saudi dialihkan ke Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Dua penerbangan itu seharusnya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Namun, Bandara Soekarno-Hatta masih ditutup, imbas penyebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, mengatakan dua penerbangan itu akan mendarat di Kertajati dalam satu jam ke depan.
“Jadi ada dua nanti flight diperkirakan mungkin 1 jam lagi akan mendarat di Kertajati,” kata Dudy dalam konferensi pers virtual, Minggu (6/9/2026).
Dudy mengatakan, hingga saat ini Bandara Kertajati tidak terdampak sebaran abu vulkanik.
“Sejauh ini berdasarkan hasil paper test yang dilakukan di Bandara Kertajati, Bandara Kertajati belum terdampak, masih memungkinkan,” tutur Dudy.
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Jumat, 4 September 2026 pukul 23.00 WIB hingga Sabtu dini hari, 5 September 2026. Hingga hari ini, erupsi masih terjadi secara menerus meski cenderung meluruh.




















