Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
354 BUMN Sudah Dipangkas
Logo BUMN Indonesia (bumn.go.id)
  • Danantara memastikan proses streamlining BUMN terus berjalan, dengan 354 perusahaan telah masuk dalam proses pemangkasan hingga 5 Oktober 2026.

  • Penataan mencakup penutupan perusahaan yang tidak aktif serta penggabungan perusahaan dengan bidang usaha sejenis secara vertikal dan horizontal.

  • Rosan menyebut 97 persen dividen berasal dari 15 perusahaan, sementara sekitar 52 persen perusahaan BUMN masih mengalami kerugian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
11/6/2025

Prabowo Subianto menyoroti BUMN yang dinilai kurang efisien dalam penutupan International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta.

5 Oktober 2026

Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa 354 perusahaan BUMN telah masuk dalam proses pemangkasan setelah mengikuti rapat terbatas bersama Prabowo Subianto di Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Danantara memproses pemangkasan 354 perusahaan BUMN sebagai bagian dari penataan dan streamlining.
  • Who?
    BPI Danantara dan CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menangani proses tersebut. Presiden Prabowo Subianto turut menyoroti kinerja BUMN.
  • Where?
    Pengumuman mengenai proses pemangkasan disampaikan setelah rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta.
  • When?
    Hingga 5 Oktober 2026, sebanyak 354 perusahaan telah masuk dalam proses pemangkasan.
  • Why?
    Pemangkasan dilakukan untuk penataan BUMN, termasuk menangani perusahaan yang tidak lagi menjalankan kegiatan usaha dan perusahaan sejenis.
  • How?
    Proses dilakukan melalui penutupan dan penggabungan perusahaan secara vertikal serta horizontal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Danantara sedang merapikan banyak perusahaan milik negara. Sampai 5 Oktober 2026, ada 354 perusahaan yang dipangkas. Ada perusahaan yang ditutup karena sudah tidak bekerja dan ada yang digabung dengan perusahaan sejenis. Rosan menjelaskan hal ini. Prabowo juga menyoroti BUMN yang masih boros dan mengandalkan uang negara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penataan BUMN mencakup penutupan perusahaan yang tidak lagi menjalankan kegiatan usaha dan penggabungan perusahaan dengan bidang sejenis. Langkah ini juga memusatkan perhatian pada struktur perusahaan yang sebelumnya terpisah, sementara proses streamlining tetap berjalan dan belum menetapkan angka akhir pemangkasan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memastikan proses perampingan atau streamlining badan usaha milik negara (BUMN) terus berjalan. Hingga 5 Oktober 2026, sebanyak 354 perusahaan pelat merah telah masuk dalam proses pemangkasan.

"Pemangkasan sekarang sudah di 354," kata Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani usai mengikuti rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Pemangkasan dilakukan sebagai bagian dari penataan perusahaan BUMN. Proses tersebut mencakup sejumlah bentuk konsolidasi, termasuk penutupan dan penggabungan perusahaan.

1. BUMN yang ditutup banyak berstatus dormant

ilustrasi perusahaan (IDN Times/Aditya Pratama)

Rosan mengatakan, perusahaan yang ditutup atau dikurangi sebagian besar sudah tidak menjalankan kegiatan usaha. Meski entitas perusahaannya masih ada, aset yang dimiliki sudah tidak digunakan untuk kegiatan operasional.

Selain menutup perusahaan yang tidak lagi berjalan, Danantara melakukan penggabungan sejumlah perusahaan yang memiliki bidang usaha sejenis. Salah satunya penggabungan perusahaan asset management milik sejumlah bank BUMN.

Dia mengatakan, konsolidasi juga dilakukan secara vertikal dan horizontal. Penggabungan diterapkan pada sejumlah sektor yang sebelumnya memiliki banyak perusahaan terpisah.

"Jadi kita ada melakukan merge secara vertikal, horizontal, dan juga kita penggabungan dari ya beberapa perusahaan sejenis," ujar Rosan.

2. Mayoritas perusahaan BUMN masih merugi

Ilustrasi rugi (IDN Times/Arief Rahmat)

Rosan mengatakan, belum menetapkan angka akhir pemangkasan karena proses streamlining akan terus berjalan. Menurut dia, ketika Danantara mulai melakukan penataan, terdapat 1.074 perusahaan dalam ekosistem BUMN.

Dari jumlah tersebut, kontribusi dividen sangat terkonsentrasi pada sebagian kecil perusahaan. Rosan menyebut 97 persen dividen berasal dari 15 perusahaan. Sementara itu, sekitar 52 persen perusahaan lainnya masih mengalami kerugian.

"Target kita streamlining kita mesti itu terus, umpamanya karena gini, tadinya awal perusahaan 1.074, yang memberikan dividen 97 persen itu hanya dari 15 perusahaan. Nah, ini yang yang lainnya mungkin ya rugi. Malah sebagian besar itu kan 52 persen itu rugi," tuturnya.

3. Prabowo sentil BUMN yang cuma andalkan suntikan

Presiden Prabowo memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025. (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto menyoroti kinerja sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai kurang efisien. Dia menyebut, masih ada BUMN yang menganggap keterlambatan dan pemborosan anggaran bukan sebagai masalah.

Anggapan itu, kata Prabowo, muncul karena BUMN merasa akan selalu didukung penyertaan modal negara (PMN). Hal itu disampaikan dalam penutupan International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (11/6/2025).

"Harus kita akui, seringkali BUMN-BUMN ini merasa kalau dia kerjanya lambat, tidak apa-apa. Kalau nanti dia boros, tidak apa-apa. Karena ada Menteri Keuangan yang akan, apa istirahatnya, PMN. PMN-PMN, apa ini PMN-PMN ini?" kata Prabowo.

Curated For You

Editorial Team

Related Article

354 BUMN Sudah Dipangkas05 Oct 2026, 18:36 WIB