Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Peluang Bisnis dari Dunia Memancing yang Punya Potensi Cuan!

Ilustrasi hobi memancing
Ilustrasi hobi memancing (pexels.com/Karola G)
Intinya sih...
  • Peluang bisnis dari dunia mancing sangat besar dan beragam.
  • Reseller alat pancing menawarkan fleksibilitas tanpa perlu stok barang, dengan target pasar yang jelas.
  • Content creator mancing, bisnis umpan racik, jualan atribut mancing, dan pengelola komunitas atau event mancing juga memiliki potensi cuan yang menjanjikan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi sebagian orang, mancing cuma dianggap hobi buat ngisi waktu luang atau pelarian dari rutinitas. Padahal, di balik joran, umpan, dan obrolan di pinggir empang, ada potensi bisnis yang cukup besar dan pasarnya jelas. Komunitas pemancing terkenal loyal, rela keluar uang, dan terus bertumbuh, baik di kota besar maupun daerah.

Menariknya, bisnis dari dunia mancing tidak selalu menuntut modal besar atau keahlian teknis tingkat tinggi. Selama kamu paham kebiasaan pemancing dan tahu apa yang mereka butuhkan, peluang cuan bisa datang dari banyak arah. Berikut beberapa peluang bisnis yang bisa dijalankan tanpa harus jadi pemilik kolam. Scroll dibawah ini!

1. Reseller alat pancing

Ilustrasi alat pancing
Ilustrasi alat pancing (pexels.com/cottonbro studio)

Tidak semua pemancing ingin repot mencari alat pancing ke toko fisik. Banyak yang lebih nyaman beli online, apalagi jika produknya direkomendasikan sesama pemancing. Kamu bisa memanfaatkan peluang ini dengan menjadi reseller atau dropship alat pancing seperti reel, joran, senar, hingga aksesorinya.

Keunggulan bisnis ini ada pada fleksibilitasnya. Kamu tidak perlu stok banyak barang di awal, cukup bangun kepercayaan lewat konten, review jujur, dan pelayanan yang responsif. Target pasarnya jelas dan repeat order cukup tinggi.

2. Content creator mancing

ilustrasi content creator
ilustrasi content creator (freepik.com/DC Studio)

Konten mancing punya pasar yang besar dan stabil. Mulai dari video strike, review alat, tutorial umpan, sampai cerita gagal mancing pun tetap ditonton. Kalau kamu nyaman berbagi pengalaman, dunia konten bisa jadi ladang penghasilan tambahan bahkan utama.

Monetisasi bisa datang dari iklan, endorsement, afiliasi alat pancing, hingga penjualan produk sendiri. Kuncinya konsisten dan jujur. Pemancing biasanya cepat tahu mana konten yang dibuat karena pengalaman nyata dan mana yang sekadar jualan.

3. Bisnis umpan racik

Ilustrasi hobi memancing
Ilustrasi hobi memancing (pexels.com/Karola G)

Umpan adalah nyawa dalam dunia mancing. Banyak pemancing percaya bahwa racikan tertentu bisa bikin strike lebih cepat, terutama di kolam harian atau lomba. Dari sini, peluang bisnis umpan racik muncul dan pasarnya sangat jelas. Apalagi kalau kamu sudah sering eksperimen dan tahu racikan apa yang cocok untuk jenis ikan tertentu.

Bisnis ini bisa dimulai dari skala kecil tanpa perlu alat rumit. Kamu bisa jual dalam kemasan sederhana dan memanfaatkan testimoni dari sesama pemancing. Jika hasilnya konsisten, biasanya kabar soal umpan yang galak akan menyebar dengan sendirinya.

4. Jualan atribut mancing

Ilustrasi atribut memancing
Ilustrasi atribut memancing (pexels.com/Melisa Özdemir)

Pemancing sering punya kebanggaan tersendiri terhadap hobinya. Kaos, topi, stiker, atau tas dengan tema mancing punya pasar yang cukup besar, apalagi jika desainnya relate dengan pengalaman di lapangan.

Bisnis merchandise bisa dimulai dengan sistem preorder untuk menekan modal. Dengan desain yang unik dan pesan yang kena ke pemancing, produk seperti ini sering laku karena dibeli bukan cuma untuk dipakai, tapi juga sebagai identitas.

5. Pengelola komunitas atau event mancing

Ilustrasi komunitas memancing
Ilustrasi komunitas memancing (pexels.com/Murat Ak)

Komunitas mancing tidak pernah sepi. Ada lomba, gathering, hingga trip bareng yang selalu diminati. Kalau kamu punya kemampuan mengatur acara dan relasi yang luas, ini bisa jadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Penghasilan bisa datang dari biaya pendaftaran, sponsor, kerja sama brand, hingga penjualan merchandise. Selain cuan, bisnis ini juga memberi nilai sosial karena mempertemukan banyak orang dengan minat yang sama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Business

See More

Rupiah Melemah Seharian, Ditutup Nyaris Tembus Rp17 Ribu per Dolar AS

19 Jan 2026, 15:35 WIBBusiness