- Harga emas 0,5 gram: Rp1.579.500.
- Harga emas 1 gram: Rp3.059.000.
- Harga emas 2 gram: Rp6.068.000.
- Harga emas 3 gram: Rp9.084.000.
- Harga emas 5 gram: Rp15.110.000.
- Harga emas 10 gram: Rp30.140.000.
- Harga emas 25 gram: Rp75.185.000.
- Harga emas 50 gram: Rp150.205.000.
- Harga emas 100 gram: Rp300.260.000.
- Harga emas 250 gram: Rp750.340.000.
- Harga emas 500 gram: Rp1.500.400.000.
- Harga emas 1.000 gram: Rp2.999.600.000.
Akhir Pekan, Harga Emas Antam Naik Rp35 Ribu!

- Harga emas Antam naik signifikan Rp35 ribu menjadi Rp3.059.000 per gram pada Sabtu, 7 Maret 2026, mencerminkan tren positif di pasar logam mulia.
- Harga buyback turut meningkat ke Rp2.822.000 per gram, sementara tarif pajak PPh 22 tetap berlaku berbeda bagi pemegang dan nonpemegang NPWP.
- Pakar keuangan menilai emas fisik sebagai investasi berisiko rendah namun tetap memiliki potensi kehilangan, dengan imbal hasil sebanding tingkat risikonya.
Jakarta, IDN Times - Harga emas logam mulia (LM) produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada Sabtu (7/3/2026).
Berdasarkan situs logammulia.com, harga emas hari ini naik Rp35 ribu menjadi Rp3.059.000 per gram. Dengan demikian, harga emas hari ini mencapai Rp3.059.000.
1. Harga buyback juga anjlok
Begitu juga dengan harga buyback emas hari ini, mengalami kenaikan hingga Rp35 ribu menjadi Rp2.822.000 per gram.
Harga buyback adalah harga yang ditetapkan Antam saat membeli emas logam mulia dari konsumen yang menjual ke Butik Antam.
2. Harga emas Antam dalam pecahan lain
Berikut ini harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:
Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
3. Emas fisik merupakan instrumen investasi berisiko rendah
Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko berbeda. Ada yang rendah, moderat atau menengah, hingga berisiko tinggi.
Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, salah satu instrumen investasi berisiko rendah adalah logam mulia atau emas fisik. Namun, emas juga memiliki risiko tinggi hilang atau dicuri, terutama ketika dibawa bepergian.
"Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibanding bunga bank, tapi juga fluktuatif, cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan risiko tinggi, karena mudah atau rawan hilang, dicuri. Di satu sisi dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri," ucap Andy kepada IDN Times.
Selain itu, Andy mengingatkan agar masyarakat memahami instrumen-instrumen investasi yang rendah risiko, tentunya juga akan memberikan imbal hasil yang lebih kecil.
Sebaliknya, jika kamu mencari instrumen investasi yang imbal hasil lebih besar, maka risikonya juga tinggi atau peluang menghadapi kerugian lebih besar, high risk high return.
"Dengan adanya risiko rendah berarti return juga kecil. Jadi jangan sampai orang berasumsi risiko rendah tapi return tinggi," kata Andy.


















