Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bahlil Minta Masyarakat Tak Panic Buying, Stok BBM Nasional Masih Aman

Bahlil Minta Masyarakat Tak Panic Buying, Stok BBM Nasional Masih Aman
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
  • Bahlil Lahadalia menegaskan stok BBM nasional masih aman di kisaran 23 hari, melebihi standar minimal ketahanan energi yang ditetapkan pemerintah.
  • Pemerintah dan Pertamina telah mengalihkan impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat, Nigeria, dan Brasil untuk menjaga pasokan tetap stabil.
  • Kebutuhan solar dipenuhi produksi dalam negeri, sementara bensin diimpor dari Singapura dan Malaysia, memastikan suplai energi nasional tetap aman meski ada isu geopolitik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah meminta masyarakat tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM) di tengah maraknya isu di media sosial yang menyebut pasokan BBM Indonesia hanya tersisa sekitar 20 hari akibat potensi penutupan Selat Hormuz.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan stok BBM nasional masih berada dalam kondisi aman dan di atas standar minimal ketahanan energi yang ditetapkan pemerintah.

Dia menjelaskan, kapasitas penyimpanan atau storage BBM Indonesia sejak lama memang berkisar 25 hari. Kondisi tersebut bukan hal baru dan telah menjadi karakteristik sistem cadangan energi nasional.

"Dari dulu kemampuan storage tempat penampung minyak kita memang sekitar 25 hari," ujarnya saat ditemui di Jakarta Jumat (7/3/2026).

1. Standar minimal ketahanan stok BBM nasional 20 hari

Suasana SPBU di Waingapu usai sidak Pertamina bersama Pemda dan Polres Sumba Timur. (Dok. Pertamina)
Suasana SPBU di Waingapu usai sidak Pertamina bersama Pemda dan Polres Sumba Timur. (Dok. Pertamina)

Adapun standar minimal ketahanan stok BBM nasional ditetapkan di atas 20 hari. Saat ini, stok BBM Indonesia berada di kisaran 23 hari sehingga masih berada dalam batas aman.

"Sekarang minyak kita 23 hari. Artinya standar kepemilikan minyak kita itu aman. Jadi nggak perlu ada panik karena suplai lancar," ujar Bahlil.

2. Pasokan minyak mentah RI dialihkan ke Amerika dan Nigeria

ilustrasi sumur minyak mentah (freepik.com)
ilustrasi sumur minyak mentah (freepik.com)

Dia juga menjelaskan, impor minyak mentah Indonesia dari kawasan Timur Tengah hanya sekitar 20 hingga 25 persen dari total kebutuhan. Pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan sumber alternatif apabila terjadi gangguan pasokan dari kawasan tersebut.

Pasokan minyak mentah kini dialihkan dari Timur Tengah ke sejumlah negara lain seperti Amerika Serikat, Nigeria, dan Brasil.

"Kami dengan Pertamina sudah switch (berganti) dari Middle East kami ambil di Amerika, kemudian Nigeria, dan Brasil. Jadi tidak perlu ada panic buying," ujar Bahlil.

3. Pastikan stok aman, tidak perlu panik

Suasana pembelian BBM di SPBU Waingapu usai diperiksa Pertamina dan Polres Sumba Timur. (Dok Pertamina)
Suasana pembelian BBM di SPBU Waingapu usai diperiksa Pertamina dan Polres Sumba Timur. (Dok Pertamina)

Sementara itu, untuk BBM jenis solar, pemerintah memastikan kebutuhan nasional dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Adapun impor bensin Indonesia tidak berasal dari Timur Tengah, melainkan dari Singapura dan Malaysia, selain juga diproduksi dari kilang domestik.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga meskipun terjadi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

"Impor bensin kita itu dari Singapura sama Malaysia, dan sebagian dibangun industri kilang dalam negeri. Jadi, Insya Allah sekalipun terjadi peperangan di Timur Tengah, kondisi kita aman dan sekali lagi saya katakan aman. Jadi nggak perlu, jangan dengar ada provokasi-provokasi atau misinformasi yang keliru. Insya Allah aman," kata Bahlil.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Business

See More