Jelang Lebaran, MUF Optimistis Pembiayaan Kendaraan Tetap Tumbuh

- PT Mandiri Utama Finance (MUF) optimistis pembiayaan kendaraan tetap tumbuh positif pada 2026, didorong meningkatnya permintaan menjelang Lebaran dan kebutuhan mobilitas masyarakat yang masih tinggi.
- MUF menerapkan strategi ekspansi selektif dengan memperkuat sinergi bersama Bank Mandiri dan BSI, menjaga kualitas pembiayaan, serta mengoptimalkan portofolio di berbagai segmen kendaraan dan dana tunai.
- Pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid MUF mencapai Rp2,49 triliun sepanjang 2025, tumbuh 99 persen yoy, sementara rasio NPF turun menjadi 1,30 persen per Januari 2026.
Jakarta, IDN Times - PT Mandiri Utama Finance (MUF) optimistis kinerja pembiayaan kendaraan masih dapat tumbuh positif pada 2026. Optimisme ini sejalan dengan kebutuhan kendaraan masyarakat yang dinilai masih tinggi, baik untuk menunjang mobilitas maupun aktivitas produktif.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama MUF Dapot Parasian Sinaga mengatakan prospek pembiayaan kendaraan juga akan ditopang oleh peningkatan permintaan menjelang Lebaran. Pada periode tersebut, permintaan kendaraan biasanya meningkat seiring kebutuhan masyarakat untuk perjalanan bersama keluarga.
“Menjelang Lebaran biasanya permintaan kendaraan meningkat karena kebutuhan perjalanan bersama keluarga,” ujar Dapot dalam Media Gathering Ramadan 1447 H, dikutip Sabtu (6/3/2026).
1. MUF akan terapkan strategi ekspansi selektif

Untuk menjaga pertumbuhan yang sehat, MUF akan menerapkan strategi ekspansi selektif, memperkuat sinergi dengan perbankan, serta mengoptimalkan seluruh portofolio pembiayaan yang dimiliki.
“Menghadapi 2026, kami tidak semata mengejar pertumbuhan volume, tetapi memastikan kualitas pembiayaan tetap terjaga. Strategi kami adalah ekspansi yang selektif, penguatan manajemen risiko, serta optimalisasi potensi sinergi dalam ekosistem Bank Mandiri dan BSI,” kata Dapot.
2. MUF memaksimalkan berbagai portofolio pembiayaan

Dari sisi bisnis, MUF akan memaksimalkan berbagai portofolio pembiayaan, mulai dari pembiayaan mobil baru, mobil bekas, sepeda motor baru, sepeda motor bekas, hingga pembiayaan dana tunai. Perusahaan juga meningkatkan penetrasi pada segmen wholesale sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan penguatan struktur bisnis.
Sementara itu, produk dana tunai juga menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan menjelang Hari Raya.
3. Pembiayaan kendaraan mobil listrik capai Rp2,49 triliun

Sejalan dengan komitmen terhadap bisnis berkelanjutan, MUF mencatat pembiayaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan hybrid sepanjang 2025 mencapai Rp2,49 triliun. Nilai tersebut tumbuh 99 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dan mencakup sekitar 10 persen dari total penyaluran pembiayaan.
Di sisi lain, porsi pembiayaan sektor produktif mencapai 23 persen dari total portofolio. Angka ini mencerminkan peran MUF dalam mendukung aktivitas ekonomi riil.
Sementara itu, dari sisi kualitas aset, MUF mencatat rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) sebesar 1,30 persen per Januari 2026. Angka ini membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 1,36 persen.
4. Sinergi dengan Bank Mandiri dan BSI perluas akses pasar

Dari sisi penjualan, captive market dalam ekosistem perbankan memberikan peluang bagi MUF untuk memperluas pembiayaan kepada nasabah dengan profil risiko yang lebih terjaga.
“Sinergi dengan Bank Mandiri dan BSI bukan hanya soal pendanaan, tetapi juga perluasan akses pasar yang berkualitas. Ini menjadi kekuatan utama kami untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.


















