Jakarta, IDN Times - Menteri Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai eskalasi konflik antara Israel dan Iran berpotensi memicu guncangan geopolitik yang luas dan berdampak pada stabilitas ekonomi global.
"Eskalasi perang pasti akan sangat berpengaruh pada keamanan dunia juga, stabilitas secara keseluruhan," tegasnya saat ditemui usai Acara Perayaan Imlek Festival, Sabtu (28/2/2026).
AHY menyayangkan kembali pecahnya perang di kawasan Timur Tengah tersebut. Menurut dia, konflik bersenjata tidak hanya menimbulkan tragedi kemanusiaan, tetapi juga berisiko menekan keamanan dan stabilitas ekonomi dunia.
“Kita tentu sangat menyayangkan terjadinya kembali perang. Ini pasti akan mengakibatkan guncangan geopolitik, terutama di Timur Tengah," tegasnya.
Ia menambahkan, dampak konflik diperkirakan tidak terbatas di kawasan Timur Tengah, tetapi bisa merembet hingga Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Karena itu, pemerintah perlu melakukan langkah mitigasi guna mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin timbul.
Sebelumnya, Direktur Ekonomi Digital di Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda mengatakan kenaikan harga minyak masih berpotensi berlanjut apabila ketegangan geopolitik tidak segera mereda. Menurutnya, langkah Amerika Serikat tersebut berisiko menimbulkan gejolak global serupa dengan konflik Rusia–Ukraina. Lonjakan harga energi akan memicu tekanan inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.
