AirAsia X Targetkan Restrukturisasi Utang hingga Rp10,1 Triliun

- AirAsia X lakukan restrukturisasi utang hingga Rp10,1 triliun untuk perkuat posisi keuangan
- AirAsia X konsolidasikan tujuh maskapai bermerek AirAsia untuk efisiensi operasional
- AirAsia X targetkan pendapatan Rp101 triliun dengan membuka rute baru dan memperluas armada pesawat
Jakarta, IDN Times - Maskapai AirAsia X Malaysia menargetkan restrukturisasi utang hingga 600 juta dolar AS (Rp10,1 triliun) pada Kamis (22/1/2026), setelah menyelesaikan akuisisi terhadap bisnis penerbangan jarak pendek milik Capital A. Langkah ini merupakan bagian dari rencana besar penggabungan tujuh maskapai di bawah satu bendera untuk memperkuat efisiensi operasional dan daya saing grup secara regional.
Wakil CEO Grup Farouk Kamal dalam wawancara menyampaikan bahwa strategi restrukturisasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi keuangan AirAsia X di tengah proses pemulihan industri penerbangan global pasca pandemi serta meningkatkan keberlanjutan bisnis maskapai dalam jangka panjang.
1. AirAsia X lakukan restrukturisasi utang hingga Rp10,1 triliun untuk perkuat posisi keuangan

Maskapai AirAsia X, anak usaha penerbangan jarak menengah milik Capital A, menargetkan restrukturisasi utang senilai 500 juta dolar AS (Rp8,4 triliun) hingga 600 juta dolar AS (Rp10,1 triliun). Tujuan utama langkah ini adalah memperpanjang jangka waktu pembayaran, menurunkan biaya bunga, serta menyederhanakan berbagai instrumen utang menjadi satu atau dua fasilitas pinjaman agar struktur keuangan perusahaan lebih efisien.
"Kami juga melihat berbagai inisiatif refinancing untuk memperpanjang tenor, mengurangi biaya bunga, dan menyatukan semua instrumen utang kami menjadi satu atau dua instrumen pinjaman," ujar Wakil CEO Grup AirAsia X, Farouk Kamal, dilansir The Star.
Upaya restrukturisasi ini dilakukan setelah AirAsia X menyelesaikan akuisisi bisnis penerbangan jarak pendek milik Capital A pada pekan ini, langkah yang membuka jalan bagi konsolidasi operasional di bawah satu struktur grup.
2. AirAsia X konsolidasikan tujuh maskapai bermerek AirAsia untuk efisiensi operasional

AirAsia X berencana menggabungkan tujuh maskapai bermerek AirAsia di bawah satu bendera guna memfokuskan strategi pada ekspansi operasional dan pengurangan biaya. Sementara itu, Capital A sebagai induk usaha akan berfokus memulihkan kondisi keuangan yang sempat terdampak berat akibat pembatasan perjalanan selama pandemi COVID-19.
Sejak didirikan pada 2001, grup AirAsia telah berkembang menjadi salah satu operator maskapai berbiaya rendah terbesar di Asia. Namun, Bursa Malaysia sempat mengklasifikasikan Capital A sebagai perusahaan bermasalah secara finansial akibat tekanan pandemi. Langkah konsolidasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi serta memperkuat struktur keuangan dan operasional seluruh jaringan maskapai di bawah grup.
3. AirAsia X targetkan pendapatan Rp101 triliun

AirAsia X menargetkan pendapatan jangka pendek mendekati 6 miliar dolar AS (Rp101 triliun), dengan margin EBITDA sebesar 20 persen dan tingkat keterisian penumpang lebih dari 80 persen setelah proses konsolidasi selesai. Maskapai juga berencana membuka kembali penerbangan ke London pada pertengahan tahun ini, penerbangan jarak jauh pertamanya ke kota tersebut setelah lebih dari satu dekade absen. Selain itu, AirAsia X akan mengembangkan hub baru di Bahrain untuk memperluas konektivitas ke Asia Tengah, Timur Tengah, Eropa, dan Afrika.
Perusahaan mengharapkan pengiriman empat pesawat Airbus A321LR jarak jauh sepanjang tahun ini, memperkuat armadanya yang berjumlah 255 pesawat. Maskapai juga memiliki pesanan 50 unit A321XLR dan opsi konversi untuk 20 unit tambahan.
"Maskapai bertujuan membayar semua pinjaman bank dari era pandemi COVID-19 dalam dua hingga tiga tahun," kata Direktur Keuangan AirAsia X, Low Kar Chuan.
Sebagai bagian dari strategi ekspansi, AirAsia X juga tengah menyiapkan rencana pemesanan 150 pesawat regional tambahan melalui kerja sama dengan sejumlah produsen pesawat.

















