Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sindir Ekonom Amatir, Purbaya Bantah RI Resesi dan Krisis Ekonomi

Sindir Ekonom Amatir, Purbaya Bantah RI Resesi dan Krisis Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan ekonomi Indonesia masih stabil dan jauh dari ancaman resesi setelah memantau langsung kondisi pasar serta data daya beli masyarakat.
  • Ia menyebut pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 sebesar 5,39 persen sebagai bukti keberhasilan kebijakan fiskal Kemenkeu dalam menjaga laju ekspansi nasional.
  • Purbaya berencana mengoptimalkan instrumen pajak, bea cukai, dan aturan impor untuk memperkuat sektor non-pemerintah agar pertumbuhan ekonomi semakin cepat dan efisien.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu penurunan daya beli dan pelemahan ekonomi nasional yang belakangan santer terdengar.

Berdasarkan pengecekan data dan pantauan langsung di lapangan, salah satunya di Pasar Tanah Abang, Purbaya menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih tergolong stabil dan jauh dari ancaman resesi apalagi krisis.

"Belakangan ini ada yang bilang ekonomi kita melemah, katanya daya beli turun. Saya cek datanya, saya lihat juga langsung ke lapangan, kayak kemarin ke Pasar Tanah Abang ya. Kelihatannya masih cukup baik. Jadi ekonomi kita tidak resesi, apalagi krisis," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

1. Klaim kontribusi besar Kemenkeu kendalikan badai ekonomi

Sindir Ekonom Amatir, Purbaya Bantah RI Resesi dan Krisis Ekonomi
Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu). (IDN Times/Helmi Shemi)

Purbaya mengatakan, terjaganya stabilitas ekonomi nasional tidak lepas dari peran besar Kementerian Keuangan. Dia mengklaim kementeriannya berhasil mengendalikan gejolak atau badai ekonomi sehingga Indonesia kini masuk dalam fase ekspansi dengan laju pertumbuhan yang terus menguat.

"Jadi Anda boleh bangga dengan Kementerian Keuangan. Kita bisa mengendalikan badai ekonomi sampai sekarang ini dengan cukup baik dan ekonomi kita sedang dalam fase ekspansi dengan laju pertumbuhan yang lebih cepat, lebih cepat, lebih cepat," tuturnya.

2. Sebut pertumbuhan 5,39 persen sebagai bukti kebijakan tepat

Sindir Ekonom Amatir, Purbaya Bantah RI Resesi dan Krisis Ekonomi
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)

Menanggapi kritik dari pihak luar, Purbaya menekankan angka pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 yang mencapai 5,39 persen sebagai bukti nyata. Sebab, ekonomi Indonesia sempat terpuruk signifikan pada triwulan ketiga tahun lalu.

"Tapi Anda ingat, triwulan III tahun lalu kita ekonominya jatuh, signifikan sekali dan kalau nggak diperbaiki dengan kebijakan tertentu di sisi fiskal, kita akan jatuh, dan sekarang mungkin betul-betul krisis kata ekonom-ekonom amatir-amatiran di luar itu," paparnya.

3. Genjot sektor non-pemerintah lewat mesin pajak dan bea cukai

Sindir Ekonom Amatir, Purbaya Bantah RI Resesi dan Krisis Ekonomi
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Ke depan, Purbaya berencana mengaktifkan seluruh instrumen pertumbuhan ekonomi di bawah kendali kementeriannya agar target pertumbuhan bisa tercapai lebih cepat. Dia menekankan meski fiskal hanya mencakup 10 persen perekonomian, kebijakan Kemenkeu di sektor pajak, bea cukai, hingga aturan impor sangat memengaruhi 90 persen sisa perekonomian di sektor non-pemerintah.

Kemenkeu juga akan memastikan sektor keuangan lebih siap dalam mendukung pertumbuhan nasional melalui optimalisasi tarif dan aturan pelabuhan. Langkah itu diharapkan mampu mendorong efisiensi di sektor swasta sebagai motor utama penggerak ekonomi Indonesia.

"Jadi ke depan kita akan aktifkan semua mesin-mesin pertumbuhan ekonomi yang di bawah kendali Kementerian Keuangan supaya bisa ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat lagi," kata Purbaya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More